Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

10 Penyakit Pertama Pada Bayi

Posted by Ummu Kautsar pada 24 Januari 2008

Menjadi orang tua baru tentu membahagiakan. Namun, kebahagiaan terkadang berubah menjadi kepanikan tatkala si kecil mendadak sakit. Nah, ada baiknya Anda mengenali 10 penyakit pertama bayi, seperti dipaparkan Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A dari RS Hasan Sadikin, Bandung berikut ini. 1. BATUK-PILEK
Batuk-pilek pada bayi bisa karena banyak faktor. “Sebagian besar penyebabnya virus, yang jenisnya ada ratusan banyaknya. Biasanya sembuh sendiri, kok. Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam.”

Selain virus, batuk-pilek juga bisa karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah. Harus diberi antibiotik. Jika terus berlanjut, bisa berakibat komplikasi radang telinga tengah. “Namun, sakit telinga tak selalu terjadi pada batuk pilek.”

Jika cairan atau lendir banyak keluar dari hidung bayi dan membuat napas tersumbat, beri obat tetes hidung atau sedot cairan hidung dengan alat khusus. “Yang penting, penyebabnya dulu yang diobati. Karena virus belum ada obatnya, maka pertahanan tubuh si bayi-lah yang harus ditingkatkan.”

Biasanya, batuk-pilek pada bayi terjadi sekitar lima hari. Jika panas tubuh bayi tak turun-turun hingga 2 – 3 hari, segera bawa ke dokter. “Orang tua tak perlu cemas jika bayi batuk-pilek. Jika disertai panas, beri obat panas. Jangan lupa, beri nutrisi yang baik, terutama yang mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan atau jus, minum yang banyak, terutama ASI.”

2. INFEKSI TELINGA
Infeksi telinga dapat disebabkan batuk-pilek oleh virus yang terus-menerus, sehingga virus masuk ke dalam saluran telinga. “Bisa juga karena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah.”

Gejalanya, sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2 – 3 hari. “Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah.”

Jika tak diobati, lama-lama radang telinga akan makin parah dan dapat menimbulkan nanah. “Jika nanah pecah, cairan itu akan keluar dari telinga dengan bau yang tidak enak. Efek jangka panjangnya, sistem pendengaran rusak.”

3. DIARE
Seperti halnya batuk-pilek, diare pada bayi juga bisa karena bermacam faktor, dari makanan yang tercemar kuman atau virus, keracunan makanan, sampai alergi susu. Diare pada bayi umumnya dapat dilihat dari jumlah cairan yang keluar melalui buang air besar (BAB) yang lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BAB-nya lebih dari tiga kali sehari. Jadi, harus diberi banyak cairan supaya tidak terjadi dehidrasi.

Pencegahannya, beri bayi minum, misalnya oralit, minuman yang mengandung ion, atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yoghurt untuk membantu keseimbangan kuman dalam perut. “Bayi enam bulan sudah boleh, kok, diberi minuman mengandung ion atau probiotik.”

Kusnandi juga menegaskan, obat diare yang paling ampuh bagi bayi sebenarnya ASI, karena mengandung obat anti-virus atau kuman yang dapat mencegah dan mengurangi lamanya penyakit bersarang di dalam tubuh bayi.

Diare yang disertai demam, lanjut Kusnandi, paling sering disebabkan oleh virus. “Semua penyakit karena virus, tidak ada obatnya. Yang penting, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi kehilangan cairan tubuh dengan banyak-banyak minum, terutama ASI.”

Sementara diare disertai muntah, biasanya disebabkan karena rangsangan ke dalam saluran pencernaan. “Rangsangan itu bisa macam-macam, bisa oleh kuman atau racun zat kimia. Sekali lagi, yang penting adalah memberi minum yang banyak. Bisa juga diberi obat anti muntah oleh dokter,” kata Kusnandi seraya mengingatkan agar orang tua tidak memberi bayi obat pemampat feses atau tinja. “Jika tinja mampat, kuman enggak mati, malah berkumpul di dalam usus. Lebih baik kuman dikeluarkan dulu melalui BAB. Setelah kuman habis, otomatis diare akan berhenti dengan sendirinya,” kata Kusnandi mengingatkan.

4. BATUK PLUS SESAK NAPAS
Pada bayi yang memiliki potensi alergi atau asma, batuk pilek lama-lama bisa menimbulkan sesak napas. “Batuk-pilek ini terjadi akibat kuman yang lama-lama menyebar ke paru-paru. Bisa mengakibatkan gejala radang paru-paru, yaitu sesak napas,” ujar Kusnandi.

Jika sudah menyerang paru-paru, berarti sudah masuk ke tahap serius dan harus betul-betul diobati. “Tanda-tanda sesak napas ini dapat dilihat secara fisik, antara lain bayi bernapas lewat hidung, sehingga cuping hidung kembang-kempis, napasnya cepat, setiap bernapas seperti ada yang menariknya hingga dadanya cekung.”

Penanganan gejala-gejala serius ini harus lebih teliti. Bila perlu dirawat di RS untuk diberi oksigen. “Jika sudah sampai ke tahap serius, tak bisa lagi hanya diberi perawatan di rumah. Bisa bahaya dan harus segera ditolong dokter,” tegas Kusnandi.

5. SAKIT TENGGOROKAN

Sakit tenggorokan pada bayi bisa karena kuman atau virus yang menyerang tenggorokan. “Tanda-tanda fisiknya, tenggorokan berwarna merah, yang dapat terlihat di bagian leher. Bayi juga terlihat seperti kesakitan, rewel, dan biasanya sulit menelan.”

Jika disebabkan virus, biasanya dokter akan memberi obat pengurang rasa sakit, vitamin, dan dianjurkan diberi makan yang banyak, terutama jus buah, sayur bening, dan ASI, agar tubuhnya kembali kuat. Namun jika penyebabnya kuman, dokter akan memberi antibiotik. “Bisa berupa sirup atau puyer. Puyer lebih ekonomis dan dosisnya bisa lebih tepat, karena dihitung per kilogram berat badan bayi. Efektivitasnya, sih, sebenarnya sama saja dengan sirup.”

6. SEMBELIT
Penyebab sembelit bisa karena kurang makan makanan berserat. Oleh karena itu, bayi sebaiknya diberi banyak buah, sayuran, dan ASI. “Berikan puding atau agar-agar, buah-buahan, dan sayuran. Untuk bayi yang belum bisa makan, berilah ASI sebanyak mungkin. Biasanya, bayi yang masih minum ASI jarang sembelit, kecuali bayi yang diberi susu formula. Mungkin susunya kurang cocok.”

Untuk mengatasi sembelit, pilih susu yang cocok. “Sementara dokter biasanya akan memberi obat untuk melancarkan BAB-nya.” Namun, ada juga bayi baru lahir yang tak bisa buang air besar. “Keluhannya, perut kembung dan sering muntah. Itu karena saraf dari usus kurang, sehingga gerak peristaltiknya pun berkurang. Ini penyakit bawaan, harus dioperasi untuk membuang usus yang tidak ada sarafnya. Kasus seperti ini sering terjadi pada bayi baru lahir,” terang Kusnandi.

7. INFEKSI SALURAN KEMIH
Selain sulit BAB, infeksi saluran kemih juga sering terjadi pada bayi yang baru lahir. “Banyak terjadi pada bayi perempuan, karena saluran kemih perempuan lebih pendek dari saluran kemih bayi laki-laki, sehingga kuman lebih gampang masuk ke dalam tubuh. Jika bayi panas tanpa diserta batuk-pilek atau sakit telinga, orang tua harus selalu berpikir bahwa ini bisa saja sakit radang saluran kemih.”

Gejala infeksi saluran kemih hanya panas atau air kencingnya sedikit, dan bayi merasa nyeri di daerah perut atau kesakitan saat buang air kecil/kencing. “Kadang-kadang, radang atau infeksi saluran kemih ini tidak bergejala juga. Buang airnya pun normal. Justru jika gejala tak muncul, sangat berbahaya karena dapat merusak ginjal.” Oleh karena itu, jika bayi demam lebih dari 38,5 0 Celcius, segera periksakan ke dokter.

8. MUNTAH
Muntah atau gumoh disebabkan karena perut bayi yang baru lahir ukurannya masih sangat kecil. “Daya tampungnya masih sedikit. Kalau terlalu banyak diberi susu, dia akan memuntahkan susunya kembali.”

Oleh karena itu, untuk bayi yang diberi susu formula, pada saat disusui, posisi botol susu dan botol harus pas dengan mulutnya agar udara tidak ikut masuk ke dalam mulut bayi. Udara yang ikut masuk ini dapat menyebabkan bayi muntah. Sementara untuk bayi yang disusui ASI, posisi menyusui harus betul dan pas. Usai disusui, gendong bayi dengan posisi seperti berdiri hingga bersendawa. Setelah itu bayi ditidurkan dengan posisi miring ke kiri.

9. ALERGI
Banyak hal yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. “Yang paling sering alergi susu sapi atau susu formula. Jika ibu atau keluarganya punya bakat alergi, bayi pun jadi gampang alergi. Sebagian besar alergi timbul karena makan telur, sea food, dan susu formula.”

Untuk menghindarinya, ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi makanan alergen seperti telur, kacang-kacangan, sea food, atau makanan pemicu alergi. “Pasalnya, alergi ini dapat langusng terbawa melalui ASI. Dokter biasanya memberikan susu anti-alergi khusus untuk bayi yang memiliki bakat alergi atau alergi pada susu formula. Susu antialergi ini mudah didapat dan sudah banyak dijual, kok.”

10. RUAM POPOK
Usai buang air atau pipis, popok bayi harus segera diganti agar tidak menimbulkan iritasi atau merah-merah pada kulit bayi. Jika kulit bayi mengalami iritasi, kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh bayi. Untuk mencegahnya, gantilah popok sesering mungkin dan pakaikan pampers yang dapat menyerap banyak air.

Untuk popok kain, sebaiknya rajin-rajin mencuci popok. “Teknologi sudah semakin canggih, orang kini menciptakan pampers yang dapat menyerap air lebih banyak agar lebih praktis. Namun, bukan berarti bayi harus seharian pakai pampers yang itu-itu terus. Udara juga harus bisa keluar masuk, dong. Hanya saja, kelebihan pampers dapat mengurangi frekuensi pergantian popok, dibandingkan popok kain.”

Pengobatan untuk ruam popok, jika kulit bayi terkena popok basah, dapat diobati dengan memberikan bedak, talek, atau salep. “Tetapi yang paling penting harus sesering mungkin mengganti popok atau pampers. Artinya, kondisi kulit bayi harus tetap dalam keadaan kering.”

WASPADA BILA …
Selain 10 penyakit di atas, ada beberapa tanda pada bayi yang harus diwaspadai dan segera dibawa ke RS, antara lain:

1. Kejang
Jika bayi kejang disertai panas atau tanpa panas, harus segera di bawa ke RS untuk mengetahui penyebab kejangnya. Setiap kejang, akan mengakibatkan terjadinya kerusakan otak, sehingga bayi tidak boleh kejang. Jadi, secepatnya harus diatasi. Jika bayinya kejang disertai demam, orang tua harus selalu membawa obat anti panas dan anti kejang. Karena biasanya sakit kejang ini suka kambuh. Kemana pun si bayi pergi, harus selalu membawa obat anti kejang untuk mencegah kejang. Jangan sampai bayi sering kejang.

Pemicu kejang ini macam-macam, bisa karena proses di kepala atau otak, atau di luar kepala. Kalau di dalam otak atau kepala, kemungkinan ada infeksi di otak atau tumor di otak, dan perdarahan di otak. Tapi yang terjadi di luar otak, bisa karena kekurangan natrium atau garam dan gula, sehingga terjadi gangguan-gangguan elektrolit. Misalnya karena sering diare, atau kejang karena adanya elektrolit atau garam yang keluar dari tubuh.

2. Sesak napas
Jangan sampai bayi Anda sesak napas, apalagi sampai membiru. Itu tandanya si bayi sudah kekurangan oksigen. Oksigen itu terutama dialirkan ke dalam otak dan organ lainnya. Jika bayi Anda sesak napas, secepatnya harus diatasi, apakah sesak itu disebabkan karena sumbatan saluran napas, atau karena infeksi di paru-paru, harus segera diatasi dan dibawa ke dokter.

3. Syok
Tanda-tandanya, denyut nadi tak teraba, muncul keringat dingin, kesadaran berkurang, serta jumlah cairan tubuh berkurang. Penyebab syok pada bayi bermacam-macam juga. Dapat dikarenakan kehilangan cairan tubuh, misalnya demam berdarah, yang mengakibatkan cairan dari dalam darah melalui pembuluh darah keluar menuju jaringan. Bisa juga karena diare dan kekurangan cairan, terjadinya perdarahan, kelainan jantung, atau karena syok lain yang disebabkan karena kesakitan yang biasa dokter sebut dengan neorogenik shock. Perawatannya, harus harus segera diinfus.

4. Tak sadarkan diri
Ini dapat terjadi karena adanya gangguan kesadaran. Setiap ada gangguan kesadaran pada bayi, orang tua harus hati-hati dan harus segera membawanya ke dokter. Ciri-ciri bayi yang tak sadarkan diri, secara fisik dapat terlihat seperti mula-mula setengah sadar, mengacau, panas tinggi, atau mungkin saja langusng tidak sadar. Di cubit pun, tak akan merasakan sakit dan tak tahu apa yang terjadi disekelilingnya. 

About these ads

26 Tanggapan to “10 Penyakit Pertama Pada Bayi”

  1. ....ME.... said

    cape dech…….yang dicari koq ga ada ya??????????????HERMAN DECH……….!!!!!!!!!!!!!!!

  2. vina said

    aku punya anak yang berusia 40 hari…. dia punya sedikit masalah dengan nafasnya, karna banyak dahak ( seperti ada lendir yg tersangkut di dalam ) jadi terkadang jika ia bernafas bunyi….
    Dokter hanya menyarankan memberinya salep untuk di oles di dada,leher dan punggung.
    Namun pada kenyataannya sampai sekarang dia tidak sembuh2

    • ummu fath said

      dulu bayiku juga begitu..tapi setelah ia berumur 2 bulan alhamdulillah sembuh..biasanya itu bawaan lahir,apalagi klo ia operasi caesar(kebetulan anakku lahirnya caesar)..jd insyaALLAH g papa kok..klo mandiinnya pake air hangat tiap jam 8 pagi..

      • ajie said

        iya , bayi ku juga waktu umur 6 bln ke bawah seperti itu dan lahir caesar jg , tapi alhamdullilah skr udah tidak lagi …

        • yunita said

          aku punya kepnakan yg sakitnya mgkn sma, umurny skitar 2 bulan, uda 2 mggu batuk dm akhirnya d opname d RS, mendapatkan uap selama 6 jam sekali, infus dan oksigen. Dokter sendiri tidak dapat memastikan sakit ap yg dialami oleh keponakan saya. walau telah berkali-kali d ambil sample drah utk test. sampai hari k 12 d RS batuk beserta lendirny berkurang namun di hari itu juga keponakanku meninggal dunia

  3. tadjri said

    judulnya 10 penyakit pertama bayi, kok yang ada baru lima? apa mungkin komputer sy yg aneh…. ;( atau emang bersambung…

    sekarang sudah dilengkapi, thank before…

  4. Saya sih belum punya baby…..Tapi saya menyambut baik artikel-artikel seperti ini……karena saya sedang membayangkan jikalau nanti saya punya bayi, padahal saya dua-duanya hidup merantau.
    Dan pula kedua mertua saya sudah almarhum, Jadi hal semacam ini sangat membantu sekali…….

    Thanks….

    Regards,

  5. leila said

    penyakit amnu bagi bayi itu apasih ko tidak ada penjelasannya

    Maaf kami kurang tahu akan penyakit tersebut, mungkin saudari bisa search lagi atau menanyakannya kepada yang berkompeten dalam hal kesehatan dan penyakit bayi seperti dokter dan selainnya, semoga bisa mendapatkan jawaban yang lebih luas lagi.
    Saran kami, coba tanyakan kepada saudara saya, Dokter Bambang di http://kaahil.wordpress.com/ untuk konsultasi masalah kesehatan umum.
    Terimakasih.

  6. wulynne said

    tadi pagi anak saya 5 bulan kayaknya kejang, tapi mulut tetep nenen, mata merem aja, memang sedang mau bobo sih. jadinya ragu juga, inikah yg disebut kejang?

    boleh dong tau ciri2 kejang tuh gimana?
    obat anti kejang bis aapet di-apotik kah?
    pertolongan pertamanya apa?

  7. LIa said

    Artikel nie lumayan menarik…apalagi saya punya 2 balita dirumah …so infonya bisa buat masukan,…x bisa saya minta info lebih banyak tentang kejang karena ensefalitis dan meningitis….thx before

  8. oppi said

    oke bgt bwt nambah wawasan, lebih di perbanyak yah

  9. Haryadi said

    Thank’s mdh2an tulisannya d bls yg maha kuasa

  10. [...] 10 Penyakit Pertama Pada Bayi Posted on April 29, 2010 by gzarfa Menjadi orang tua baru tentu membahagiakan. Namun, kebahagiaan terkadang berubah menjadi kepanikan tatkala si kecil mendadak sakit. Nah, ada baiknya Anda mengenali 10 penyakit pertama bayi, seperti dipaparkan Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A dari RS Hasan Sadikin, Bandung berikut ini. Baca selanjutnya.. [...]

  11. diah said

    saya punyak bayi umur 2 bulan lebih 2minggu, skrng lagi sakit batuk berdahak,nafasnya juga bunyi,sudah kedokter dikasih obat,batuk ma obat yang buat ngilangin dahaknya,..
    tapi belum sembuh2 juga udah seminggu,..

  12. yanti said

    trim.s artikelnya….kebetulan saya punya baby umur 5 bulan, tiba2 beberapa hari yang lalu kejang tanpa demam, sekitar 2 s/d 3 menit. berulang-ulang……..saya jadi bingung suhunya normal dan makan tetap lahap….kira2 apa ya penyebabnya…….?????

  13. semua-save the children said

    Bunda dan Ayah, kami lagi kampanye nih.. Minta dukungannya yaa.. kunjungi page kami di bawah. tq

    In Indonesia every six minutes a baby dies before s/he is one month old. Every day, 569 children die before their 5th birthday. Every year more than 200,000 children die before their fifth birthday.
    SEMUA can help stop this.

    http://www.facebook.com/home.php?#!/pages/Semua-Save-the-Children/124321994284021?ref=sgm

    tolong di suggest ke teman2 nya yaa.. tq

  14. chaca said

    apa bener lidah buaya bisa ngobati EPILEPSI ?
    ini aq curiga anak qu umur 13 bln ada bibit epilepsi ,
    soalnya dulu waktu dia umur 4/5 bln dia pernah kejang , tanda tandanya bola mata nya bergerak cepat dalam beberapa menit aja , tp berulang ulang , termasuk epilepsi kah ?
    trus jenisnya apa ?
    aq uda coba EEG , CT SCAN , hasilnya g maksimal , masih disuruh MRI , padahal MRI biaya nya g murah ,
    adaka solusi laen ,
    trimakasi ,
    mohon bantuannya ,

  15. chaca said

    maaf salah ketik , tanda tandanya bola mata bergerak cepat dalam beberapa DETIK aja ,
    trimakasih ,

  16. gia said

    Terimakasih banyak atas infonya, penjelasan diatas bermanfaat banget buat saya yang baru mempunyai balita 6 bln, sedikit cerita!! ini tenetang ponakan saya yg berumur 2,5 th 2 hr yg lalu dia mengalami kejang itu terjadi jam 2 malam disaat semua terlelap tidur untung ibunya cepat menyadari kalau anaknya mengalami kejang, si anak belum pernah mengalami kejang dengan suhu tubuh lebih panas dari kemarin semua panik tak tahu harus berbuat apa tapi syukur kejangnya tidak berlangsung lama dan segera dibawa ke dokter 24 jam, sekedar masukan sebaiknya untuk anak yang sedang mengalami demam jangan ditinggal sendirian terutama saat malam hari ketika semua terlelap tidur, tidur bergantianlah untuk menjaga si anak yg demam dan terjadi kejang tanpa diketahui!! se x lg tnks infonya…

  17. kevin said

    Thanks infonya berguna juga :)

  18. dessy said

    asalamualaikum

    saya ibu baru melahirkan caesar, saya dan suami memutuskan tidak meng imunisasi bayi…mohon info dan tanggapanya…

  19. Delsi Suzanna said

    Sejak usia 3 hari anak saya napasnya bunyi klu lg sedang tidur, tp lama kelamaan sepanjang hari bunyi trus, saya bingung panas nggak apalagi demam, makannya jg gak maslh…..sampai dia usianya 2 bln blm hilang2, akhirnya di rawat di RS, tp hasilnya gak maksimal, dahaknya msh banyak…….tolong dong bantuannya……

  20. avira said

    bayi saya umr 4bln mengalami dehidrasi cra mngtsinya gmn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.293 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: