Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Alergi Pada Bayi

Posted by Kautsar pada 29 Januari 2008

DETEKSI DAN PENCEGAHAN ALERGI SEJAK BAYI

PENDAHULUAN

Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD.

Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.

Alergi makanan dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menúerita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%, ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 – 80%. Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi.

DETEKSI SEJAK DALAM KANDUNGAN
Secara teori deteksi dini penderita alergi dapat dilakukan sejak dalam kandungan. Meskipun hingga saat ini belum ada cara yang optimal, praktis, aman dan murah untuk mengetahui gejala dini alergi sejak dalam kandungan.. Pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Diketahui adanya IgE spesifik pada janin terhadap penisilin, gandum, telur dan susu.

Faktor lingkungan dapat bekerja sebelum dan sesudah lahir. Faktor lingkungan sebelum lahir dapat mempengaruhi diferensiasi sel T yang allergen spesifik menjadi fenotipe Th2, sehingga alergi atopi sudah bekerja sebelum lahir. Kehamilan yang berhasil ditandai dengan pergeseran Th1 ke Th2 di fase antar fetomaternal untuk mengurangi reaktifitas sistem imun maternal terhadap allograft janin. Hingga saat ini deteksi dini alergi sejak dalam kandungan belum dilakukan secara mendalam dan hanya dilakukan sebatas penelitian.

Penulis telah melakukan pengamatan bahwa gerakan refluk osephagus atau gerakan hiccups (cegukan) pada janin dan gerakan janin di dalam perut yang sangat meningkat terutama saat malam hari hingga pagi hari adalah faktor prediktif yang kuat sebagai bayi yang beresiko alergi. Terlalu kuatnya tendangan tersebut, biasanya disertai rasa sakit di ulu hati si Ibu. Dalam penelitian awal yang terbatas penulis mendapatkan hasil yang cukup penting. Dilakukan pengamatan pada 25 ibu hamil dengan gerakan janin yang berlebihan dan gerakan refluks osephagus (hiccups/cegukan) pada janin saat kehamilan terutama malam hari. Setelah dilakukan eliminasi makanan tertentu tampak secara signifikan gerakan janin tersebut jauh berkurang.

Sensitisasi dalam kandungan sudah terjadi hal ini dapat dilihat bahwa terdapat reaksi alergi susu sapi pada neonatus. IgE ibu tidak dapat melalui sawar plasenta, jadi yang terjadi adalah partikel protein susu sapi yang beredar dalam darah ibu melewati plasenta. Hal ini dapat dibuktikan bahwa terdapat proliferasi lomfosit pada tali pusat neonatus. Bayi baru lahir sudah tersentisisasi sejak dalam kehamilan bila kadar IgE spesifik tali pusat > 0,35 kU/l.

Resiko dan gejala alergi bisa diketahui dan di deteksi sejak dalam kandungan dan sejak lahir, sehingga pencegahan gejala alergi dapat dilakukan sedini mungkin kalau perlu sejak dalam kandungan. Resiko terjadinya komplikasi, gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku pada anak diharapkan dapat dikurangi atau dihindari.

DETEKSI DINI MANIFESTASI KLINIS SEJAK BAYI

Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses inflamasi kronis yang kompleks dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pengontrol internal. Berbagai sel mast, basofil, eosinofil, limfosit dan molekul seperti IgE, mediator sitokin, kemokin merupakan komponen yang berperanan inflamasi. Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pelepasan beberapa mediator tersebut dapat mengganggu organ tertentu yang disebut organ sasaran. Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar target organ (organ sasaran). Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma. Bila sasarannya kulit akan terlihat sebagai gatal dan bercak merah di kulit. Bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya. Sistem Susunan Saraf Pusat atau otak juga dapat sebagai organ sasaran, apalagi otak adalah merupakan organ tubuh yang sensitif dan lemah. Sistem susunan saraf pusat adalah merupakan pusat koordinasi tubuh dan fungsi luhur. Maka bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik ditimbulkannya termasuk gangguan perilaku pada anak. Apalagi pada alergi sering terjadi proses inflamasi kronis yang kompleks.
.

Tabel 1. Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dan diperberat karena reaksi alergi pada bayi.
• GANGGUAN SALURAN CERNA : Gastrooesephageal Refluks, sering muntah, gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering rewel, gelisah dan kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari. Kotoran berwarna hijau, gelap dan berbau tajam. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat. Lidah sering timbul putih (seperti jamur) dan air liur berlebihan (drooling atau ngiler). Bibir tampak kering mengelupas.
• Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
• Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)
• Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
• Sering berkeringat (berlebihan). Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
• Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
• Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
• PROBLEM MINUM ASI : sering menangis (karena perut tidak nyaman) seperti minta minum sehingga berat badan lebih karena minum berlebihan. Sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Sering menggigit puting (agresif) sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi, karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.

Tabel 2. Beberapa gangguan perilaku yang sering dikaitkan dan diperberat oleh reaksi alergi pada bayi.
• GANGGUAN NEUROLOGIS RINGAN : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus fisiologis). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG atau serangan kejang bukan epilepsi (EEG normal)
• GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN
Usia kurang dari 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.
Usia kurang dari 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Sering bergerak, sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering jatuh dari tempat tidur.
• GANGGUAN TIDUR (biasanya malam hari) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tiba-tiba duduk dan tidur lagi,
• AGRESIF DAN EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
• GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap mainan dan bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa memperhatikan. Tidak kerasan dalam ruangan yang sempit seperti box bayi dan ruangan sempit. Sering minta keluar ke tempat yang luas atau luar rumah.
• GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI :
Pada pola perkembangan motorik normal adalah bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. Gangguan mengunyah atau menelan, tidak mau makan berserat seperti sayur dan daging atau terlambat kemampuan makan nasi tim (normal usia 9 bulan).
• KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, , kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik.
• IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
• Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)

Beberapa manifestasi klinik tersebut sangat sering dijumpai pada usia bayi, atau mungkin dialami lebih dari 50% anak. Sehingga banyak pendapat baik dari awam bahkan sebagian klinisi yang mengatakan bahwa gangguan tersebut adalah normal terjadi pada semua bayi nanti juga juga membaik. Tetapi bila kita cermat mengamati sebenarnya hal ini tidak terjadi pada semua bayi. Tampak jelas bila orang tua mempunyai anak lebih dari satu. Akan terlihat jelas kalau beberapa anaknya berbeda dalam mengalami gangguan-gangguan tersebut.
Gangguan ringan yang terjadi pada bayi ini mungkin dapat dijadikan prediksi untuk gangguan alergi dikemudian hari. Gangguan sesak pada bayi baru lahir atau TRDN beresiko terjadi astma pada usia sebelum sekolah. Gejala hipersekresi bronkus atau suara napas ”grok-grok” yang terjadi pada usia bayi, ke depan anak seperti ini akan beresiko mengalami gangguan sensitif pada saluran napasnya. Anak akan beresiko mudah batuk, dan bila terkena Infeksi Saluran napas gejala batuknya lebih berat, sesak dan lebih lama sembuh. Anak yang mengalami gangguan saluran cerna seperti malam sering rewel atau kolik. Di kemudian hari anak akan beresiko sensitif gangguan mengalami gangguan saluran cerna misalnya sering sakit perut, sulit BAB, sulit makan atau berat badan yang sulit naik. Sedangkan bayi yang mengalami gangguan motorik yang berlebihan dan mudah bosan terhadap mainan dan ruangan sempit maka dikemudian haru beresiko terjadi gangguan konsentrasi. Gangguan ini dapat mengganggu prestasi sekolah anak.
Banyak gangguan pada usia bayi tersebut, dikemudian hari akan mengakibatkan resiko terjadinya gangguan alergi dan gangguan perilaku lainnya dikemudian hari. Gangguan yang dapat terjadi di kemudian hari adalah astma, sinusitis, Iritabel Bowel Disease (gangguan saluran cerna), migrain dan sebagainya. Sedangkan gangguan perilaku yang bisa terjadi dikemudian hari adalah keterlambatan bicara, sulit tidur, gangguan konsentrasi, emosi meningkat, gangguan belajar, gangguan motorik kasar seperti mudah jatuh dan tersandung, gangguan proses mengunyah dan lain sebagainya. Bahkan anak yang mempunyai bakat genetik ADHD dan Autis yang disertai alergi mungkin dapat diminimalkan gangguannnya sejak dini.
Gangguan pada bayi yang sering dianggap normal ini memang ringan dan tampaknya tidak berbahaya. Dalam keadaan seperti ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan dan intervensi sejak dini. Sehingga gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku yang terjadi dikemudian hari bisa dicegah atau paling tidak diminimalkan sejak dini. Bila sudah divonis normal dan dianggap biasa maka upaya pencegahan yang seharusnya bisa dilakukan menjadi terabaikan

PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI
Alergi makanan lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.
Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier.
Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.
Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang, kerang, cumi dan sebagainya), kacang tanah dan buah-buahan (tomat, melon, semangka).
Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan, gejala alergi pada bayi sering timbal. Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buah-buahan (jeruk, dan pisang), bubur susu (kacang hijau), nasi tim (tomat, ayam, telor, ikan laut (udang, cumi,teri), keju, dan sebagainya. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit alergi di kemudian hari.

PENANGANAN
Penanganan alergi yang terbaik pada bayi adalah menghindari penyebab alergi tersebut. Pada alergi makanan gejala alergi akan berkurang atau hilang bila makanan sebagai penyebabnya dihindarkan. Hanya saja secara praktis agak rumit untuk mencari penyebab pasti penyebabnya karena pemeriksaan alergi (tes alergi) tidak dapat memastikan penyebab alergi tersebut. Sehingga cara yang dianggap paling murah dan sederhana yang dapat memastikan penyebab alergi adalah dengan cara eliminasi terbuka sederhana. Bila timbul keluhan dicatat penyebab alergi terbut, meskipun alergi terhadap jenis makanan tertentu tidak berlangsung seterusnya. Dengan semakin meningkatnya usia anak alergi makanan tertentu akan menghilang, kecuali makanan kacang tanah dan beberapa ikan laut biasanya daopat menetap hingga usia dewasa.
Penanganan alergi pada bayi haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan alergi, tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut. Penghindaran penyebab alergi ini harus disertai edukasi yang baik terhadap orang tua atau orang lain di lingkungan anak. Pemberian obat-obatan pencegahan alergi dan obat lainnya adalah bentuk kegagalan dalam mengidentifikasi dan penghindaran penyebab alergi. Obat-obatan simtomatis, anti histamine (AHi dan AH2), ketotifen, kortikosteroid (baik topikal maupun oral), serta inhibitor sintesase prostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara, tetapi umumnya mempunyai efisiensi rendah dan sudah mulai banyak ditinggalkan..

PENCEGAHAN ALERGI SEJAK DINI
Bila terdapat riwayat keluarga baik saudara kandung, orangtua, kakek, nenek atau saudara dekat lainnya yang alergi atau asma. Dan bila anak sudah terdapat ciri-ciri alergi sejak lahir atau bahkan bila mungkin deteksi sejak kehamilan maka harus dilakukan pencegahan sejak dini. Resiko alergi pada anak dikemudian hari dapat dihindarkan bila kita dapat mendeteksi dan mencegah sejak dini.
Pencegahan alergi makanan terbagi menjadi 3 tahap, yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier.
1. Pencegahan Primer , bertujuan menghambat sesitisasi imunologi oleh makanan terutama mencegah terbentuknya Imunoglobulin E (IgE).. Pencegahan ini dilakukan sebelum terjadi sensitisasi atau terpapar dengan penyebab alergi. Hal ini dapat dilakukan sejak saat kehamilan.
2. Pencegahan sekunder, bertujuan untuk mensupresi (menekan) timbulnya penyakit setelah sensitisasi. Pencegahan ini dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi manifestasi penyakit alergi belum muncul. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum darah, darah tali pusat atau uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 0 hingga 3 tahun.
3. Pencegahan tersier, bertujuan untuk mencegah dampak lanjutan setelah timbulnya alergi. Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit yang masih dini tetap[i belum menunjukkan gejala penyakit alergi yang lebih berat. Saat tindakan yang optimal adalah usia 6 bulan hingga 4 tahun.

Kontak dengan antigen harus dihindari selama periode rentan pada bulan-bulan awal kehidupan, saat limfosit T belum matang dan mukosa usus kecil dapat ditembus oleh protein makanan. Ada beberapa upaya pencegahan yang perlu diperhatikan supaya anak terhindar dari keluhan alergi yang lebih berat dan berkepanjangan dikemudian hari :
• Hindari atau minimalkan penyebab alergi sejak dalam kandungan, dalam hal ini oleh ibu. Bila ibu hamil didapatkan gerakan atau tendangan janin yang keras dan berlebihan pada kandungan disertai gerakan denyutan keras (hiccups/cegukan) terutama malam atau pagi hari, maka sebaiknya ibu harus mulai menghindari penyebab alergi sedini mungkin. Committes on Nutrition AAP menganjurkan elinasi diet jenis kacang-kacangan untuk pencegahan alergi sejak dalam kehamilan.
• Pemberian makanan padat dini dapat meningkatkan resiko timbulnya alergi. Bayi yang mendapat makanan pada usia 6 bulan mempunyai angka kejadian dermatitis alergi yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang mulai mendapat makanan tambahan pada usia 3 bulan.
• Hindari paparan debu di lingkungan seperti pemakaian karpet, korden tebal, kasur kapuk, tumpukan baju atau buku. Hindari pencetus binatang (bulu binatang piaraan kucing dsb, kecoak, tungau pada kasur kapuk).
• Tunda pemberian makanan penyebab alergi, seperti ayam di atas 1 tahun, telor, kacang tanah di atas usia 2 tahun dan ikan laut di atas usia 3 tahun.
• Bila membeli makanan dibiasakan untuk mengetahui komposisi makanan atau membaca label komposisi di produk makanan tersebut.
• Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mencegah resiko alergi pada bayi . Bila bayi minum ASI, ibu juga hindari makanan penyebab alergi. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu dapat masuk ke bayi melalui ASI. Terutama kacang-kacangan, dan dipertimbangkan menunda telur, susu sapi dan ikan. Meskipun masih terdapat beberapa penelitian yang bertolak belakang tentang hal ini.
• Committes on Nutrition AAP menganjurkan pemberian suplemen kalsium dan vitamin selama menyusui.
• Bila ASI tidak memungkinkan atau kalau perlu kurang gunakan susu hipoalergenik formula untuk pencegahan terutama usia di bawah 6 bulan.Bila dicurigai alergi terhadap susu sapi bisa menggunakan susu protein hidrolisat. Penggunaan susu soya harus tetap diwaspadai karena 30 – 50% bayi masih mengalami alergi terhadap soya.
• Bila timbul gejala alergi, identifikasi pencetusnya dan hindari.

Pemberian ASI atau Susu protein hidrolisa selama bulan pertama. yang terbukti sangat kuat secara ilmiah. Sedangkan yang terbukti kuat lainnya adalah eliminasi tungau debu rumah pada awal kehidupan, eliminasi penyebab alergi pada usia > 4 – 6 bulan dan pemakaian Prebiotik. Pencegahan dengan menunda makanan padat masih belum banyak penelitian yang mengungkapkan. Sedangkan pencegahan dengan Penambahan PUFA omega 3, penambahan nutrisi lain (Zn, Ca, Fe, nukleotida) dan imunoterapi masih diragukan dan perlu penelitian lebih jauh. Pemberian obat-obatan antihistamin dan ketotifen dengan efek antiinflamasi sebagai pencegahan tidak terbukti secara klinis dan sudah mulai ditinggalkan sebagai upaya pencegahan.

About these ads

86 Tanggapan to “Alergi Pada Bayi”

  1. nickenztx said

    anakku mukanya merah karena sering di garuk, bingung nih penyebabnya karena susu formula, vitamin atau pisang. please advice. & sejak umur 1 bulan matanya belekan yg sebelah kanan, kata dokter karna terseumbat, padahal minummnya cuma asi. tapi di artikel karna alergi. gimana nih?

    wah.. bisa jadi mbak suka makan pedas ya, karna anakku kemaren saat aku makan pedas (padahal aku suka pedas, he..he..) langsung belekan, sama minumnya asi juga. jadi dari kami, mungkin salah makan yang pedas kali..
    semoga cepat sembuh ya.. salam buat si kecil dari Kautsar

  2. dhennym said

    iya.. anakku umur 5 bulan jg sama sptnya kena alergi.
    muka bintik2 merah di daerah T dan sering digaruk, kaki bintik2 banyak sekali walaupun tidak merah..
    penyebabnya masih dicari, krn pernah di ajak renang, mungkin air kolam kotor..
    atau ga cocok mkn bubur beras merah (percobaan ksh bubur beras merah dan bubur biskuit bayi.. tp sptnya bintik2 di kaki sudah muncul agak lama cuma saya kurang ngeh..\
    atau mungkin krn biang keringat atau kepanasan..
    atau mungkin sdh ga cocok sama susu formula S26-Gold nya yah?

    agak bingung cari penyebabnya apa.. ini lg cari2 di google n find this link..

    Setahu kami alergi akan muncul seketika setelah terkena alergen. Seperti misalnya anak alergi telur seketika setelah makan telur badannya akan terasa gatal dan memerah, dan biasanya badannya panas. Atau anak alergi susu formula, setelah itu anak diare, dan sebagainya. Hanya saja, hal seperti itu relatif, dengan kata lain, bisa saja seorang anak makan sembarang gak ada masalah, sedangkan anak kita makan makanan A alergi, dsb. Sebagai orang tua haruslah tahu bagaimana reaksi anak terhadap sesuatu yang baru, karena bisa jadi merupakan alergen bagi anak kita.
    Saran kami, jika memang ada hal yang sekiranya ingin diketahui dari anak, apakah anak alergi terhadap sesuatu, ada baiknya konsultasikan kepada DSpa RS setempat, karena kami bukanlah orang yang kompeten dalam hal ini. Terimakasih.

  3. jeje said

    artikel yang bagus.. anak saya alergi dan gejalanya banyak yang sama..
    thx..kmrn anak saya ke dr zakiudin munasir diberikan obat profilas (anti alergi) sebanyak 2 botol dan disuru tambah lagi.. sama dikasi antibiotik.
    mau tanya apa anda tau dokter alergi yang bagus di daerah jakarta selatan? krn dr. zaki jauh sekali..
    thx

    Terimakasih kunjungannya.. Maaf, untuk direktori dokter alergi di daerah jakata selatan saya kurang paham. kalau dari informasi teman yang tinggal di Ciawi/Bogor ada dr. Idham prakteknya di RSIA Hermina, untuk tempat praktek lain saya kurang tau. kalau di bekasi saya periksa ke Hermina juga ada dr. Darmawan, dr. Jose, dan dr. Bambang Tri yang oleh teman saya agar saya ke dokter tersebut. Mungkin anda bisa search di internet untuk lebih jelasnya. terimakasih.

  4. dendy said

    anak saya umur 7 bulan ada elerginya juga, krn ikut ke saya yg memang elergi, tapi anak saya elerginya susah dihindari, sering di muka bintik merah dan kaki..Dan ini semua hanya di daerah yg terbuka (tidak di tutup) kalau di badan tidak ada..dan saya coba menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang..alhamdulillah daerah yg tertutup bersih..
    yg saya bingung elergi nya dari apa ya?.. apa dr susu formula yg mana ASI cuman sampai 1 minggu saja? apa dari debu yg memang rumah dekat jalan atau karena udara AC yg kotor..
    please masukannya..

    Terimakasih
    Salam

    Dendy

    Bapak Dendy yang kami hormati…
    Sebelumnya kami minta maaf, bukannya kami tidak bersedia untuk menjawab persoalan yang bapak hadapi, namun lebih karena saya merasa bukanlah orang yang pas (berkompeten) dalam masalah ini. Hanya saja, alergi memang pada setiap anak berbeda-beda dan mungkin juga karena keturunan seperti yang dialami oleh putra bapak.. Pengalaman kami menghadapi Kautsar anak kami, pernah mengalami kejadian seperti yang dialami oleh putra bapak, dan… ternyata anak kami alergi setelah makan telur setengah matang, sampai-sampai hampir tiga bulan kami tidak berani ngasih telur, karena saat itu adalah pertama kalinya ia makan telur, pada suatu saat, secara tidak sengaja Kautsar memakan telur matang dan tidak terjadi apa-apa, berarti ia hanya alergi telur setengah matang,sedangkan jika dimasak -goreng atau rebus- dengan matang tidak ada masalah. Dan juga anak kami -Kautsar- alergi terhadap susu A***m -salah satu merek susu formula-, setelah meminumnya, maka Kautsar akan -maaf- mencret/diare. Dan biasanya kalau anak dengan alergi seperti itu, jika ke Bidan terdekat ia akan diberi obat alergi -sekali lagi maaf, mereknya lupa- atau periksakanlah ke rumah sakit terdekat untuk memastikan keadaannya dan untuk mendapatkan jawaban-jawaban dari masalah di atas.
    Mohon maaf jika jawaban kami di atas kurang memuaskan, kami sadar kami bukanlah orang yang berkompeten dalam masalah seperti ini, lebih baik silakan segera periksakan anak bapak ke RSIA/DRSPA terdekat untuk memastikan keadaan anak bapak.
    Dari kami, semoga anak bapak lekas sembuh.

    Kautsar dan keluarga ^_^

    P.s. : Mungkin Anda bisa mengunjungi Blog teman saya, walaupun dokter umum, sekedar untuk konsultasi masalah kesehatan, bagus juga. Klik di sini : http://kaahil.wordpress.com/

  5. Nida said

    Terima kasih ya atas infonya…
    Saya ibu baru yang belum tahu banyak tentang alergi, tapi sejak hari ketiga di kehidupannya anak saya sudah di duga ada indikasi alergi, tapi saya tidak percaya. Berobat kesana sini dikasihnya obat pilek, Ya Allah… baru hari ini nemu dokter yang pas sama hati dan diberi obat juga dikasih wejangan ini itu. Masih penasaran cari info di internet dapet blog ini yang isinya subhaanallah lebih detil dari yang lain dan banyak sekali gejala yang memang mirip dengan yang ditunjukkan anak saya yang sekarang berusia 4 bulan.

    Sekali lagi terima kasih banyak ya…
    Salam untuk Kautsar dan keluarga.

    • Admin said

      Salam balik dari Kautsar dan Keluarga.

      Sebenarnya artikel diatas bukan tulisan kami, kami hanyalah mengumpulkan dari berbagai sumber yang ada dan kami jadikan menjadi satu artikel agar dapat diambil manfaatnya.

      Terimakasih kunjungannya..

  6. nita said

    kalo mo sharing lgsung gimana caranya.thaks

    • kautsar said

      Bisa aja, lewat yahoo messenger Ummu Kautsar di muqfa@yahoo.com walaupun sebenernya profesi Bidan bukanlah sebagaimana profesi dokter atau lainnya, tapi insya Allah dengan senang hati akan kita bantu.. padahal masih perlu belajar juga..

  7. anak saya berumur 5 bulan dan sering menggaru-garu telinganya sejak lahir dan telinganya berair dan sering luka. adakah gejala tersebut dikategorikan sebagai alergi kerana saya juga elergi pada makanan laut dan pernah mengambil obat antihistamin pada saat hamil.adakah obat yang sesuai diberikan pada anak saya agar kegatalan pada telinganya berkurang

    • kautsar said

      Maaf baru dibalas. Sebelumnya kami mau tanya, anak Anda tersebut sudah makan makanan padat atau belum? Kalau sudah mungkin alerginya karena salah satu makanan yang dia makan, kalau belum mungkin alerginya disebabkan debu, udara (suhu) atau bulu binatang peliharaan.
      Kalau anak kami Kautsar dulu pernah alergi telur setengah matang, waktu itu reaksinya langsung gatal-gatal dan bentol seluruh tubuh. Kemudian kami beri obat yang merknya Dextaco, obat tersebut mengandung anti alergi / anti histamin seperti ctm (obat tidur) dan deksa. Tapi karena anak anda telinga sampai berair lebih baik diperiksakan ke Dokter Spesialis Anak, takutnya ada penyebab lain. Terimakasih.

      Salam

      Ummu Kautsar

  8. sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika
    yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net

    bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda.

    bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini.

    semoga informasi ini bermanfaat.

  9. dewi said

    ass wr wb..kautsar,
    saya punya bayi umur 12 bulan, sudah beberapa hari ini batuk dan sekitar mulutnya timbul bintik merah setelah makan ikan padahal sebelumnya bayi saya pernah makan ikan tapi tidak apa2, dan saya perhatikan dia susah untuk BAB dan kl buang air kecil kadang suka ngeden, saya kwatir kl bayi saya kena infeksi, bagaimana ya cr penanganannya dan ada tidak obat2 herbal yg bisa digunakan untuk pengobatan seperti batuk dan susah BAB sebab saya kwatir kl terus2 mengkonsumsi obat?tks.

  10. kautsar said

    Ibu Dewi yang kami hormati,
    Kemungkinan bayi ibu alergi ikan.
    Apakah ikan yang diberikan pertama kali sama dengan yang ibu berikan terakhir? Ikan yang ibu berikan ikan laut ataukah ikan tawar? Biasanya ikan laut
    Lebih amis, sehingga pada anak yang sensitif, akan memperbesar peluang terkena alergi, namun hal seperti ini kembali juga pada daya tahan tubuh masing-masing anak, karena satu sama lain berbeda daya tahan tubuhnya. Tapi seiring dengan bertambahnya umur, biasanya alergi pada anak akan hilang / berkurang.

    Untuk batuk, kalau bayi ibu masih minum ASI, insya Allah dalam beberapa hari batuknya akan sembuh sendiri. Kautsar kalau lagi batuk, gak pernah kami kasih obat, cukup diperbanyak minum ASI-nya, tapi bila batuknya sudah lebih dari 5 hari dan batuknya “ngikil” (bhs. Jawa) / sangat keras dan sampai sesak, sebaiknya segera dibawa ke dokter.
    Obat-obatan herbal untuk mengatasi batuk dan sulit BAB kami kurang tahu, tapi kami selalu rutin memberi Kautsar madu murni dan Alhamdulillah Kautsar jarang sakit dan daya tahan tubuhnya bagus.

    Untuk sulit BAB, coba diperbanyak makan buah dalam bentuk jus serta banyak minum ASI dan air putih. Tidak masalah kalau misalnya bayi tidak BAB rutin tiap hari, karena bisg jadi dicerna tubuh sebagai daging, perlu diingat, batas maksimal tidak BAB adalah 5 hari, lebih dari itu sebaiknya diperiksakan ke dokter.

    Untuk sulit BAK, lebih baik diperiksakan ke dokter anak, karena kemungkinan bayi ibu terkena ISK (infeksi Saluran Kencing) pada bayi/anak, kalau belum begitu parah, biasanya cukup dikasih antibiotik, tapi kalau sudah parah, salah satu solusinya adalah disunat, Wallahu a’lam.

    Salam,
    Ummu Kautsar

  11. Rizki said

    Selamat malam,
    Anak saya saat ini baru berumur 7 hari.
    Ketika baru lahir dan baru berumur satu haru, terdapat bintil2 putih di wajahnya, dan oleh dokter SpA didiagnosa infeksi dan diberi antibiotik berupa puyer (amoxicilin & vitamin B Kompleks)
    Kemudian, pada saat anak berumur 7 hari saya kontol lagi ke dokter yg sama krn timbul ruam2 merah dan bintil2 putih di daerah selangkangan (yang biasanya semakin memerah ketika bayi dimandikan).
    Pleh dokter tsb didiagnosa alergi, dan disarankan utk menghindari telur + ikan laut, dan apabila hedak diberi susu kaleng disarankan yang soya. Dan diberikan resep berupa salep Medicort dan puyer Ryvell 1 mg & Vit B Kompleks 1/6 tb yang diberikan 1 x sehari.

    Bagaimana ya ini? Saya sedih sekali krn harus memberikan obat2an di usia yang sangat dini pada bayi saya.
    Apakah obat2an tsb tidak menimbulkan efek samping yg merugikan di kemudian hari?

    Terimakasih,

    • Kautsar said

      Insya Allah enggak menimbulkan efek samping yang merugikan dikemudian hari, selama obat tersebut cocok untuk anak anda (setelah minum obat, penyakit yang diderita anak berkurang atau sembuh), tapi kalau setelah minum obat, alergi / penyakitnya tambah parah, lebih baik pemberian obat dihentikan, karena mungkin anak anda tidak cocok dengan obat tersebut. Dan baiknya Anda mengkonsultasikan lagi dengan dokter anak. Kautsar juga pernah tidak cocok dengan antibiotik tertentu, saat diberi antibiotik, sakitnya makin parah, lalu saya ganti obat dan Alhamdulillah bisa sembuh.

      Tapi sepengetahuan saya, untuk kasus alergi jarang diberi antibiotik, tapi diberi obat anti alergi atau anti inflamasi, dan untuk menghindari alergi yang paling ampuh adalah menghindari faktor-faktor pencetus alergi. Karena anak Anda baru berumur 7 hari, baiknya diberi ASI saja, karena ASI adalah makanan terbaik sampai bayi berumur 6 bulan. ASI juga terbukti tidak menimbulkan alergi pada bayi, beda dengan susu formula, walaupun susu soya sekalipun. Dengan ASI pula, kekebalan tubuh anak anda akan lebih bagus karena ASI mengandung zat antibodi/ Imunoglobulin, apalagi ASI 3 hari pertama yang berwarna agak kuning(kolostrum) antibodinya tinggi sekali. Dengan ASI, anak Anda akan lebih sehat, jarang sakit dan jarang terkena alergi, seperti kautsar, pernah alergi sekali saja, itupun karena neneknya memberi makan telur setengah matang, tapi sekarang Kautsar suka sekali makan telur dan ga pernah alergi lagi.

  12. mey said

    ibu yg baik,anak sy pas 6bln br dikasi mkn,slma 1mgu gak ada mslh,tp wkt hr mgu kmrn diberi pisang yg msh dingin(br keluar dr lemari es),mlm seninnya lngsng tmbul bercak merah+mencret,apakh ini krn pisang dingin tsb?

  13. Susy said

    Bayi saya berumur 3 bulan tapi berat badanny susah sekali naik.padahal berat lahirny 3.4 kg.kata salah satu spA nya mungkin dia alergi.sebaiknya saya memeriksakan dia kemana untuk memastikan dia alergi atau tidak.dan makanan apa yg harus saya hindari.

    • Kautsar said

      Bayi 3 bulan sebaiknya “hanya” diberi ASI saja sampai 6 bulan, jangan dikasih makanan tambahan dulu, karena sistim pencernaannya belum siap.
      Biasanya dengan ASI eksklusif tersebut bisa meningkatkan berat badan anak dengan catatan Ibu harus makan cukup dan bergizi, dengan ASI eksklusif juga dapat mengurangi faktor resiko terjadinya alergi pada bayi.
      Jika memang ada tanda-tanda alergi coba hindari alergennya, seperti debu, udara dingin, dsb. Coba periksakan ke SpA yang lain untuk lebih memastikan.
      Untuk makanan belum ada karena belum boleh dikasih makanan.
      Tambahan : Alergi itu tidak ada obatnya, tapi kita menghindari faktor pencetusnya.

  14. dwi sulistiorini said

    Assalamualaikum wr.wb
    2 hari terakhir ini bayi saya yang berumur 6 bulan 2 minggu batuk, dan agak berdahak meskipun tidak keluar karena itu dari suaranya saja, setelah itu kami ke dsa, menurut dokter bayi kami dahak nya banyak, sehingga kami diberi resep obat racikan dan obat batuk. dalam obat racikan tsb mengandung ctm sehingga bayi kami tidurnya lebih lama dibanding sebelumnya. kulit muka bayi kami terdapat ruam namun belum diketahui pasti apa alergi susu atau yang lainnya.
    yang ingin kami tanya pemberian ctm pada bayi amankah? dan boleh diberikan berapa lama? untuk obat batuk, kalau batuk nya sudah hilang apakah masih dapat dipergunakan bila sewaktu-waktu kambuh?
    BB bayi kami 6400 gr dgn PB 64 cm, termasuk normal atau kurang ya?? terus cara untuk menaikkan berat badan ya bagaimana?
    ASI masih saya berikan meskipun kualitas dan kuantitas nya sudah tidak optimal sehingga diberikan tambahan susu formula.

    • Wa’alaikumussalam warohmatollahi wabarokatuh.

      Pemberian ctm masih aman pada bayi asalkan sesuai dosis yang dianjurkan. Biasanya pemberian ctm tidak lebih dari 5 hari. Untuk obat batuk dan semua obat, jika sudah dibuka segelnya maka setelah 3 bulan tidak boleh digunakan lagi.

      Untuk BB dan TB bayi masih termasuk normal, walaupun BBnya dalam batas rendah. Insya Allah kami akan posting tabel BB dan TB bayi sesuai umur.

  15. dwi sulistiorini said

    Assalamualaikum wr wb
    bayi saya semalam tidurnya tidak nyenyak karena terganggu nafasnya yang grok-grok, ada cara alami untuk menguranginya ga? karena saya kasihan kalau harus ke dokter dan minum obat lagi.
    ada cara alami mengeluarkan dahak pada bayi?

    terima kasih atas infonya

    • Kautsar said

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.
      Nafasnya grok-grok karena apa? Apa dia pilek atau karena apa? Klau kata orang tua, kalau emang pilek, baiknya kita nyedot ingus si bayi dengan mulut kita, itu mengurang penyumbatan dan memperlancar napas bayi, sedang secara medis bisa dengan agak sedikit meninggikan posisi bantal bayi, sehingga kepalanya agak lebih terangkat ke atas dan napasnya lebih lancar.

      Untuk obat yang biasa mengeluarkan dahak adalah mucopect. Biasanya pemberian 2-3 kali, dahak si bayi dah berkurang banyak.

  16. meigi massie said

    thank u so much aku tahu byk sekarang tentang alergi

  17. Zuhaira said

    Ass Wr Wb

    Bayi saya sekarang 9 Bulan. Sudah semiinggu ini dibawah kedua tangannya timbul merah – merah..Lama2 merahnya seperti menyatu. Saya pikir awalnya biang keringat.Tapi kata dokter alergi. Katanya alergi sama telur. Tapi pernah makan telur tidak merah2 seperti itu. Setahu saya terakhir bayi saya sempat melampui lebih (dari tempat bermain) sampai ke karpet. Apakah karpet juga penyebabnya. Obat untuk menghilangkanmerah ditangan pakai apa yaa?

    Terima kasih atas informasinya

    • Kautsar said

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

      Karpet bisa menimbulkan alergi karena biasanya di karpet banyak debu, mungkin saja anak anda alergi debu.
      Untuk obat mengurangi alergi bisa ctm atau dexa, untuk yang sirup bisa pake dextaco. Kalau memang anak anda alergi, baiknya anda mencegah faktor-faktor penyebab alergi.

  18. Dara said

    Assalamualaikum…

    Bayi saya baru 2bulan, setelah saya baca artikel ini sama banget dengan apa yg dialami bayi saya… bayi saya timbul bruntus2 merah di wajah n kepalanya. kadang hilang kadang timbul lagi n kepalanya juga berkerak sudah jln 2 bulan blum hilang hilang keraknya, saya sudah rutin kasih minyak di kepalanya. Sampai kpn kerak dikepalanya akan hilang ?.. bayi saya juga lebih banyak tidurnya ketimbang bangunnya dan dia tidak ada main2 n ngoceh2, malah suka melamun gitu, bisa di bilang tidak aktif..
    Yang bikin saya bingung, apa bayi saya alergian krn turunan papanya atau alergian susu sapi (asi saya kurang).. kalo susu nya di ganti dengan susu soya apa akan berkurang alergiannya n apa dia bisa aktif ? susu apa yg bagus?

    Trimakasih atas infonya

  19. keni said

    Anak saya persis seperti yang dituliskan di atas yaitu :
    • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN
    apakah ini berbahaya bagi perkembangan anak??? bagaimana cara mengantisipasinya??? terima kasih

    • Untuk pembahasan masalah ini coba baca artikel berikut ini, semoga membantu, karena untuk lebih pastinya hendaknya diperiksakan ke psikolog terdekat…

      • keni said

        Terima kasih atas sarannya, saat ini bayi saya usia 5 bulan, setiap kali hendak tidur pasti banyak gerak, kadang mengucek ucek mata, bahkan agresif sekali memasukkan tangan seperti ada yang gatal didalam mulutnya, kalau malam tidur banyak geraknya, seperti gelisah……juga sering menarik rambut orang yang menggendong, setiap melihat sesuatu pasti ingin diraih atau diambil, gerakannya sungguh agresif sekali….untuk masalah klinisnya feses lembek, sudah dibawa ke dokter anak untuk ditanyakan tentang perilaku bayi saya, cuma dikasih obat untuk diare saja terkait dengan feses cair….tapi untuk perilaku tidak ada saran atau nasehat yang belum mengenai sasaran yang saya tanyakan….apakah saya harus ke dokter psikologi??? dokter psikologi anak atau orang dewasa…maaf banyak tanya karena saya awam dengan dokter psikologi, dan saya juga resah serta was-was karena perilaku anak saya persis seperti yang dituliskan pada artikel ini, saya takutnya akan berdampak negatif pada perkembangan dia….terima kasih

        • Kautsar said

          Perilaku bayi anda itu wajar, tidak perlu dibawa ke dokter maupun dokter psikologi, karena sebagian besar bayi pada usia anak anda akan berperilaku seperti itu, misalnya jika anak memasukkan tangan ke mulut, barangkali gatal karena mau tumbuh gigi, jika bayi banyak bergerak saat tidur, narik rambut, meraih benda, itu semua wajar, karena sekaligus juga ia sedang melatih motorik kasar pada tangannya.

  20. desi said

    assalamu’alaiku,anak sy skrg usianya 5bln dan sejak usia 4 bln sy beri susu formula,krn sy sudah mulai masuk kerja full. 2 minggu pertama minum susu formula,dia ga pa-pa. tp dah hampir sebulan ni dia terserang batuk (diserang klo malam,sampe dia muntah karna batuk) dan di daerah jidat,lengan dan kakinya banyak bercak merahnya. saya ke dokter,cuma dikasih obat batuk+salep kulit,tp tdk diberitahu anak sy knp. pertanyaaan sy,apakah anak sy alergi susu tsb? Oya,BAB nya juga sehari kadang sampe 3-6x dan berwarna hijau kekuningan. dan apa yg harus sy lakukan?

    • Kautsar said

      Wa’alaikumussalam.

      Kalau dari gejala yang ibu ceritakan, sepertinya anak ibu tidak cocok dengan susu formula tersebut, coba ganti susu formula lainnya kalau masih ga cocock mungkin anak ibu alergi susu sapi, baiknya ganti susu soya, tapi sebenarnya yang terbaik untuk anak Ibu apalagi masih usia 5 bulan adalah ASI, coba Ibu peras ASI ibu dan masukkan ke dalam botol susu sebelum Ibu bekerja, terus ASI dapat tahan lebih lama jika disimpan di kulkas/freezer. Ibu walaupun bekerja tetap diusahakan untuk memberi ASI bagi anak Ibu.

      Kalau gejala yang dialami anak Ibu belum sembuh juga baiknya Ibu ganti DSA lain yang lebih kompeten.

  21. sari said

    anak saya umur hampir 10 bln,sepertinya dia punya byk hal yg bs bkn dia alergi. tapi kami blm yakin benar apakah hal yg sama yg menyebabkan alergi. dulu sehbs mkn pepaya kulitnya merah skrg tdk lg. dulu dimakanannya dicampur buah apel baik2 saja skrg dia gatal2. alpukat jg gitu. pernah bentol2 merah dan rata di tangan dan kaki kt dktr alergi gigitan binatang kecil, pas dibw k jogja kt org2 itu krn cuaca yg sgt panas n dijogja wkt itu jg byk yg spt anak saya. kalo sudah gatal2 seringnya telinga n kepala yg digaruk2nya, belakang telinga merah2 dan benjol2 di kepala belakang.kadang gatalnya menyerang muka hingga wajahnya bengkak. badannya juga ga tahan dengan bawang merah n bedak tertentu. kalau cuaca sangat panas badannya betol2 kalau cuaca dingin badannya biduran (bentol merah semula kecil trus membesar) tp itu jg tdk selalu terjadi. setiap malam kami sll waswas, apakah akan muncul gatal2 ato tidak. apa perlu tes alergi? kami tidak ingin dia srg2 minum obat

  22. titania said

    anak saya saat ini umur 1 th.sejak umur 8 bln terkena alergi yg sampai sekarang tidak diketahui penyebabnya.timbul bercak2 merah yg menyebar dibadannya.kadang bercaknya berubah seperti gigitan nyamuk (bentol).cepat hilang cepat juga timbulnya.setelah mendatangi 2 dokter,barulah alergi agak berkurang.tapi meninggalkan bekas hitam.
    belum lama ini setelah pulang dari luar kota,alerginya kembali kambuh.tapi bercak2nya berair,seperti kulit yg melepuh yg terkena benda panas.awalnya saya pikir dia terkena cacar.tp menurut dokter kemungkinan alergi dr makanan.
    untuk informasi,saya memberikan makanan olahan sendiri dengan campuran nabati dan hewani.sebelum alerginya kambuh,saya sempat memberi dia campuran ati ayam.dan sempat kornet.saya sering memberi dia ati ayam dan tidak terjadi apa2.apakah alerginya disebabkan karena makanan pengawet ? bagaimana dengan alergi sebelumnya,padahal dia masih diberi makanan instan? kenapa bercaknya seperti kulit yg melepuh? normalkah BB 8,8kg dengan umur 1th?

    • Kautsar said

      kalau dari cerita mbak, kayanya anak mbak alergi makanan instan atau makanan pengawet, coba baiknya mbak jangan memberi makanan instan/pengawet dulu kepada anak mbak. Jika sudah beberapa lama tidak diberi makanan instan/pengawet, tapi anak mbak masih alergi mungkin dihindari dulu makanan dari protein nabati seperti telur, ikan, dll untuk protein kan bisa diganti dari protein nabati seperti tahu, tempe, kedelai, dll.

      Macam-macam alergi, memang beda-beda bisa bintik-bintik merah, bentol-bentol, bahkan ada yang kulitnya melepuh, seperti anak mbak, baiknya mbak ke dokter juga untuk minta obat salep, supaya kulit melepuhnya bisa sembuh dan hilang bekasnya.

      Untuk BB 8.8kg dan umurnya setahun termasuk normal, walaupun normal tingkat bawah, apalagi kalau anak mbak laki-laki

  23. Wigati said

    Anak saya berumur 5 bln. Umur 3 bulan sudah terkena batuk pilek, berobat ke dokter diberi antibiotik, pengencer dahak, dan difisioterapi, sembuh. Dua minggu kemudian batuk pilek lagi, berobat ke dokter sembuh. Tiga minggu kemudian batuk pilek lagi, kata dokter anakku asma karena alergi susu sapi ( anakku minum ASI dan susu formula karena produksi ASI kurang ), susu diganti soya dan diberi obat batuk (puyer) + antibiotik. Obat habis batuknya belum berkurang juga, dokter mengatakan bisa jadi alergi debu, diberi obat batuk lagi (puyer). Jika belum sembuh juga dokter meyarakankan diberi obat (saya lupa) tapi harus diberikan dengan pengawasan ketat sehingga harus dirawat. Apakah penanganan jika batuknya belum sembuh harus seperti itu, atau mungkin ada alternatif lain. Terima kasih.

    • Kasihan banget anak anti harus minum antibiotik terus, takutnya ke depannya jadi resisten dan ampuhnya hanya dengan antibiotik dosis tinggi, harusnya sih kalau hanya batuk pilek ga perlu dikasih antibiotik cukup diberi obat batuk pilek saja, apalgi masih minum ASI tgl memperbanyak pemberian ASI ke anak anda. Pemberian antibiotik diberikan jika setelah satu minggu batuk pileknya tidak sembuh juga, itupun dengan antibiotik dosis rendah.

      Saran saya baiknya mungkin diterapi inhalasi atau bahasa sehari-harinya diuap. Terus pemberian ASI diperbanyak karena ASI adalah zat imun yang sangat bagus untuk bayi, kalau memang produksi ASI ibu sedikit, coba ibu makan-makanan yang cukup dan bergizi kalau perlu porsi makannya ditambah karena porsi makan ibu menyusui lebih banyak daripada waktu kita hamil, perbanyak makan daun katuk, daun singkong, daun pepaya (kalau suka), terus bisa ditambah vitamin untuk memperlancar ASI, terus kalau memang anak anti alergi, tanyakan ke dsanya apa penyebab alerginya, supaya bisa dihindarkan dari anak anda, karena setau saya kalau alergi belum ada obatnya, paling hanya obat untuk memperringan reaksi alergi dan baiknya kalau memang alergi dihindarkan dari penyebab alergi tersebut

  24. yana said

    Anak saya skrg berusia 2bln dgn BB 5,8kg. Saya memberinya susu ASI dan susu formula, karena ASI saya kurang.
    Dari usia 5hari,anak saya sering sekali ngulet dan gumoh, bahkan disaat dia gumoh tidak hanya keluar
    Dr mulut tapi jg dari hidung. Dan dia pun sering sekali mengeluarkan muntah dahak/lendir campur susu seusai
    sendawa.
    Saya sudah konsultasi dgn bbrp dokter namun mereka selalu bilang normal,dan dahak akan hilang seiring dgn
    bertambahnya usia bayi. Namun sampai detik ini anak saya masih saja sering ngulet dan muntah susu bercampur dahak/lendir.
    Dgn adanya gejala seperti ini,Apakah anak saya alergi susu sapi?atau ada kecenderungan alergi lain?
    Bagaimana solusinya? Terima kasih

    • Seperti sih masih normal untuk masalah gumoh setelah minum susu baik susu formula atau ASI, memang lendir akan hilang seiring jalannya waktu. Yang agak aneh, keluar gumohnya dari hidung, coba Ibu tanyakan ke dsa yang kompeten tentang masalah ini. Yang ingin saya tanyakan, apa dulu waktu ibu melahirkan, anak ibu dihisap lendirnya sampai bersih, mungkin ibu bisa cek dengan rontgen. Kemungkinan kedua, anak ibu ga cocok dengan susu sapi/susu formula, apalagi umur anak ibu baru 2 bulan, harusnya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan.

      Solusinya coba pemberian ASI diperbanyak karena ASI adalah zat imun yang sangat bagus untuk bayi, kalau memang produksi ASI ibu sedikit, coba ibu makan-makanan yang cukup dan bergizi kalau perlu porsi makannya ditambah karena porsi makan ibu menyusui lebih banyak daripada waktu kita hamil, perbanyak makan daun katuk, daun singkong, daun pepaya (kalau suka), terus bisa ditambah vitamin untuk memperlancar ASI, terus kalau memang anak anda alergi, tanyakan ke dsanya apa penyebab alerginya, supaya bisa dihindarkan dari anak anda, karena setau saya kalau alergi belum ada obatnya, paling hanya obat untuk memperingan reaksi alergi dan baiknya kalau memang alergi dihindarkan dari penyebab alergi tersebut

  25. yana said

    Anak saya usia 2bln. Dia sering gumoh/muntah disertai lendir,BAB agak lengket tp tidak berdarah,
    Sering mulet dan dia senang digendong dgn posisi tegak.namun berat badannya setiap bulan selalu bertambah.
    Saya selama ini memberikan dia ASI dan susu formula sehari 60ccX3 sebagai tambahanannya.
    Saya kuatir apakah anak saya ini alergi thdp susu sapi? Atau dengan gejala spt ini apakah
    Msh memungkinkan utk tetap memberikannya susu formula? Terima kasih

    • Kautsar said

      Baiknya anda konsultasikan ke dsa apa anak anda alergi atau tidak dan menjalankan beberapa pemeriksaan, jika memang ada gejala alergi. Dan sebaiknya susus formulanya sementara dihentikan dulu

  26. yana said

    Maaf saya lagi,pa.
    Anak saya disaat lahir tidak disedot lendirnya.
    Dan muntahnya anak sy berwarna kuning dan susu yg keluar seperti susu kental
    (Gumpalan susu). Apabila bayi disaat lahir tidak di sedot lendir/dahaknya, kira2
    sampai usia brp dahak/lendirnya akan hilang?

    Terima kasih

    • Kautsar said

      Biasanya seiring bertambahnya umur akan hilang lendirnya, hanya waktu pastinya, kami ga bisa menentukan, sebaiknya anda menanyakan kepada dokter spesialis anak yang lebih kompeten, mungkin akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu

  27. jumanis said

    Anak saya usia 24 bulan belum bisa komunikasi apakah bisa disebabkan alergi? sebab kalau telah dikasih susu pormula pertama 123 dia susah buang airbesar diganti dengan dancow 1+ BAB lancar tapi mulutnya jadi bau

  28. tri rizky said

    anak saya berumur 8 bln.. saat umur 4 bln,dy batuk pilek nafasny nggrok2,, kata dokter dy ada alergi yg menyebabkan asma.krn di keluarga ada yg asma..
    skrg badannya bintik2 merah,,dokter memberi salep dan obat alergi (ceterizine) tapi sudah seminggu blm hilang hny skrg bintik2ny brwarna kcoklatan..
    ditambah biang keringat(keringat buntet). sebaikny diberi apa? dan apa saja yg mkanan yg mesti di hindari??
    anak saya minum asi,,dan di beri makan nasi tim.

  29. arief bidhi kusbandono said

    anak saya umur 2 bulan sejak dalam kandungan sdah nenunjukan gejala berlebih seperti gerakan2x yang sangat kuat ketika alam hari.kemudian ketika lahir bidan tidak terlihat mengelaurkan lendir dari saluran nafasnya.sehingga nafasya bersuara grok-grok,sejak usia 1 minggu sudah mengalami susah tidur ketika malam, sedangkan siang hari bisa tertidur,rewel sering menyusu,seperti haus dan terburu-buru sehingga sering tersedak.posisi tidur sering miring dengan posisi kepala keluar.tidak nyaman dengan posisi normal bayi kebanyakan/dibedong.dan sering timbul bercak merah pada kulit seperti biang keringat. pada usia 1 dulan ledih saya beri makanan padat. namum saat ini suara grok-groknya samakin keras dan mengganggu aktifitasnya. mohon berikan saran penanganannya,apakah anak saya bisa disembuhkan? apakah anak saya akan bisa kembali nornal seperti baik pada umumnya? bagaimana caranya agar kemungkinan kelainan dari gejala2x diatas bisa disembuhkan?saya khawatir akan berdampak pada pertumbuhan dan prilaku anak saya di kemudian hari. saya sangat berharap pada bantuan anda. saya seorang singel parent.ibunya meninggal ketika melahirkannya.hanya anak saya yang sangat berarti bagi saya.tolong berikan bantuan dan solusinya….trims.

  30. anafaya said

    Anak saya berusia 7bulan,dari sejak lahir memang di tubuhnya sering ada bentol merah seperti digigit nyamuk …, tp itu hampir tiap hari hanya saja tidak begitu banyak, paling 5 -7bentol, anak saya sejak lahir saya kasih sufor sapi, karena asi saya sedikit dan saya bekerja, hanya malam saja dia minum asi, itupun jarang, pada saat usia 6 bulan kemaren saya kaget, pernah anak saya bentol sebadan2 dan ada yg besar2, karena terjadi malam hari, saya hanya balurkan dia dengan minyak telon dan bedak bayi, besok paginya ke dsa, bentol merah itu sebagian sudah hilang, namun kata dsanya dia alergi susu sapi, dan akhirnya dsa tsb menyarankan saya untuk memberi susu HA, saat ini anak saya sudah menggunakan susu HA, tp bentol nya tetep ada hanya saja sedikit, tp yg bikin saya kurang suka, pup nya jadi berwarna hitam atau hijau tua, dan sangat bau, itu kenapa ya?? apa benar anak saya alergi susu sapi, apakah saya harus tetap menggunakan susu HA atau berhenti saja, karna saya yakin pup nya jadi hitam karena susu itu. Terima kasih

  31. irene said

    Maaf mo nanya.
    Anak sy sekarang 1bln 2mgu. Bb udah 5kl.
    Waktu awal lahir, dikasih asi sama susu formula krn asi saya kurang. Waktu di RS, gak ada masalah yg berarti utk pencernaannya. Pas plg dirumah, dia sering BAB diatas 7x, sehingga waktu saya ke RS utk imunisasi, disarankan dokter utk ganti susu yg anti alergi. Setelah konsumsi susu tsb, BAB anak saya berwarna hijau dan kalau kentut pasti bau sekali, pusarnya juga seperti mencuat keluar dan sering gumoh. Setelah 2mingguan konsumsi susu alergi itu, pipi anak saya keluar bercak2 merah. Krn takut, saya ganti susu yg anti alergi dgn susu formula biasa tp yg rendah lemak. Pada mulanya bercak2 merah itu hilang, dan kotoran BAB nya kembali berwarna kuning. Tp sekarang stlh 1mgu konsumsi, kotorannya spti berbiji dan sering buang2 air. Gmna solusinya yah? Apakah anak saya alergi susu sapi? Mohon sarannya, krn asi saya sangat sedikit.

  32. sazkia said

    anak saya umum 1,5 bln. badanx bentol2 mrh seperti biang keringat, sering bersin dan suka ngulet. apakah dia alergi susu sapi..?? dan jika iya, apakah terlalu berbahaya jika susux diteruskan,,,? apakah dengan mencampur PK dalam air mandinya adalah penanganan yg tepat agar gatal2x berkurang..?? mohon jawabannya .

  33. Wahyu said

    bayi saya berumur 2 bulan. lahirnya 2,5 kg. semenjak lahir bayi saya ndak mau menghisap ASI karena pas lahir langsung dikasih susu formula di RS. sampai saya paksakanpun dia ndak mau dan terakhir selama seminggu saya coba lagi dia nangis sampai biru mukanya semenjak itu saya hentikan usaha saya karena takut. sekarang dia minum susu formula enfamil a+ kebetulan saat kami periksakan dia di pontianak dokter bilang ndak ada masalah dengan susunya, tapi saat saya bawa ke jawa dokter bilang anak saya alergi susu sapi. dia suka nangis, susah tidur, kalo minum susu terburu-buru, lidahnya sampai cepet putih, beraknya sehari 5-7 kali, bobotnya susah naiknya umur 2 bulan masih 4,1 kg, kulitnya sih ndak terlalu banyak bintiknya, susah bernafas bunyi nggrok-nggrok gitu. akhirnya kemaren ganti enfamil a+ ha. yang saya khawatirkan katanya ha itu tidak mencerdaskan, benarkah dok? terus diberi obat dalam bentuk puyer, kami kesulitan memberikannya? kira-kira sampai umur berapa ya dok alergi ini hilang?? mohon jawabannya.bagaimana penanganan yang tepat??

  34. selvi said

    anak saya berumur 2 bulan dipipinya timbul bintik merah tapi semakin lama semakin memudar tapi kalo disentuh mukanya tidak rata dan kasar bayi saya minum susu formula dan dia bab setiap 2 hari sekali
    apakah iya alergi susu sapi?
    terima kasih

  35. nur iman said

    maaf pa,anak saya usia sdh mau masuk 4 bulan dan sering terdengar suara “grok grok”setelah periksa kedokter anak ternyata anak saya alergi susu sapi,selain ASI,anak saya di beri makanan pendamping produk instan beras merah,apa kah pemberian produk instan beras merah juga bisa menyebabkan alergi?mohon bantuan nya

  36. Atika Rahmawati said

    anak saya saat ini berumur 8 bln,3 minggu yg lalu timbul kemrahan di ketiak (berair), DSA bilang ktnya alergi, 2 minggu merah yg diketiak hilang tp timbul bercak2 merah dilengan dan tgl 30 (kamis mlm) anak saya batuk pilek dan demam (naik turun) sampai malam sabtu.. dan hr sabtu mulai timbul bercak merah di punggung, dada dan perut anak saya serta lengan anak saya, sampai skrg blm hilang, batuk pileknya pun sampai sekarang blm sembuh, yang mau sy tanyakan apakah naka sy terkena virus roseola atau memang alergi? oh ya sejak umur 3 bln anak sy diberi air tajin beras merah dan susu formula krn ASI sy sedikit dan umur 6 bln sy beri bubur saring beras merah + sayuran dan ikan atau ceker ayam, 3 minggu ini sy baru memperkenalkan biskuit bayi pada anak saya

  37. poetrie said

    Anak saya berumur 3 bulan 24 hari.Minum susu ASI dicampur dengan susu Formula yang mengandung prebiotik-FOS dan minyak ikan kod. Kemarin saya mendapati kaki kiri anak bergetar hebat (seperti vibrate handphone) sekitar 20 detik, pada saat ia sedang menyusu ASI dengan posisi tidur miring kanan. Ternyata, hal tersebut jga pernah terjadi sebelumnya pada saat ia tengah bermain dengan neneknya,sebanyak 3x.Selain itu, terdapat juga ciri-ciri alergi yang lain seperti sering bersin, kotoran hidung banyak, kagetan, badan sering dilengkungkan keluar,dll. Benarkah hal tersebut adalah alergi? Berbahayakah getar hebat pada kaki kiri anak saya tersebut?

  38. Isya Amara said

    Anak saya perempuan berusia 2,5 Bln dengan BB 6,8 Kg waktu lahir BB 4.050 Gram, wkt berusia 1 bln anak saya diwajah dan tangannya muncul bintik2 merah seperti ruam trus mengering mengelupas dan akhirnya menjadi putih (seperti balas bogo) lalu saya pergi kedokter spesialis kulit,kata dokternya anak saya punya alergi bawaan dan kataanya saya harus menghindari makanan seperti ikan laut, ikan asin, telur, kacang2an bahkan terasi… dari dokter anaknya di beri resep obat berupa salep, alhamdulilah setelah 1 mgg pemakaian saya hentikan salepnya, alergi hilang tapi kulit anak saya bekasnya alergi jadi putih2 seperti bulatan bulatan (warna kulit tidak rata). Nah saya skrg sedang mencoba memberinya susu formula tambahan… namun ternyata dibekas Alerginya itu kambuh lagi kulitnya menjadi kering lagi mengelupas dan agak kemerah merahan,yang ingin saya tnykan apakah anak saya juga alergi terhadap susu? trus apa solusinya dan bagaimana penanganannya mengingat sekarang saya harus kembali lg bekerja dan tidak bisa memberikan lg ASI pada wkt jam kerja. Saya juga sudah menghindari makanan pantangannya dgn diet pantangan….

  39. thia said

    ass… anak saya sama sekali dgn artikel d atas spt: mnm susu tdk sabaran, kdng timbul merah d kulit spt d gigit nyamuk, kotoran telinga yg berlebih, kentut dan feses yg berbau tajam, suka mengulet, dan kagetan bila tdr. saya bekerja kmrn selama saya msh cuti asi saya sngt bnyk dan sekarang sangat sedikit, apakah asi saya dpt banyak lg sewaktu saya msh cuti bekerja, krn saya skrng tw manfaat asi untuk anak saya yg mempunyai alergi dan vit. apa yg bagus untuk memperbanyak asi saya, trims. sebelumnya

  40. Didin said

    Ass,,,,sy ayah dari anak.anak saya
    umurnya 2,4th.BB 8kg.
    lahir di umur kandungan 8bln.dg BB 1,1kg,tanpa inkubator,,hanya pemanasan biasa.tiap kali saya kedokter dia cuma bisa bilang alergi,tapi sya ga spt tau alergi apa yang di deritanya,lalu dokter ngasih obat,lebihnya mungkin di uap.dan waktunya dia yang nentukan.
    Sy mo nanya,,,,termasuk di golongan mana kah penyakit yang di derita anak saya…????kl di lihat dari ciri-ciri alergi,ada semua,di tiap bagian,cuma ga nyampe se utuhnya,,,,,.sa’at ini anak saya baru mau keluar dari RS hbs rawat dengan alasan penyakitnya alergi,,,2x tes darah,1x tes urine,dan di uap tiap 6jam 1x.kini udah membaik yg tadinya napasnya ter senggal-senggal kaya yang sesek napas,,kini udah mendingan,napasnya beriama lg,ga seperti yg kecapean.apa aja yg harus saya lakukan untuk menghindari hal-hal yg telah terjdi pada anak saya,,,mks.

    • Kautsar said

      KOnsultasikan lagi ke dokter yang memeriksa anak Anda, jika memungkinkan konsultasikan ke dokter lain untuk sekedar perbandingan, karena kompetensi dan kapasitas masing-masing dokter berbeda. terimakasih.

  41. Siti Zauyah Bte Cheklah said

    Saya ingin meminta pertologan dan pendapat.Saya ada masalah pada anak saya yang sekarang berumur 9 tahun.Anak saya pada bulan aug ada membuat bedah kecil iaitu bisul tak ada mata.Pabila sudah membuat bedah itu saya ingatkan sudah baik tetapi bisul itu berulang lagi di tempat yang sama.Saya tak sanggup memilih anak saya dibedah dan korek dalam keadaan yang sedar.Apa kah ada cara yang lain untuk di semburkan penyakitnya

  42. lia said

    Dear Ummu Kautsar,

    Anak saya usia 1,5 bulan. Saat ini di bagian dada, leher, dan pipi sebelah kiri terdapat bintik2 kecil berwarna kemerahan seperti biang keringat. Apa penyebab bintik2 kecil ini? Karena kalau dijemur, terkadang hilang, tetapi keesokan harinya muncul lagi.
    Apakah ini karena terkena air ASI? Saat ini saya mencampur ASI dengan susu formula. Pada awalnya lebih banyak susu formula dibanding ASI, tetapi saat ini lebih banyak ASI di banding susu formula.
    Waktu itu ada suster yang mengatakan kalau saya harus menggunakan lactacyd untuk sabun mandinya. Saya sudah menggantinya, tetapi masih terdapat bintik2 di badannya. Pada waktu rambutnya digunduli, terdapat bintik2 juga di bagian kepalanya.

    Mohon bantuannya….

    terima kasih

    • Kautsar said

      Salah satu tanda-tanda alergi adalah adanya bintik merah pada kulit, tapi tidak semua bintik merah pada kulit adalah alergi pada sesuatu, karena bisa jadi merupakan biang keringat, atau ASI sebagaimana ibu sebutkan, dan sebab lainnya.
      Jika memang suster menyarankan seperti itu, barangkali itu bisa jadi benar, karena dialah yang melihat kondisi anak ibu secara langsung,lebih baiknya coba konsultasikan lagi masalah ini kepada dokter setempat.
      Demikian semoga membantu.

  43. g mana caranya mengatasi bentol2 bernanah pada usia 3 bulan pada bayi…terimakasih

  44. akmal said

    mau tanya… apakah ceker ayam bisa menyebabkan alergi ?? anak saya timbul bentol2 besar di tubuhnya,, apakah pencetus alerginya ceker ayam atau faktor lain ya ??

    • tidak semua yang kita anggap alergen adalah penyebab utama alergi pada anak kita, karena alergi bisa disebabkan beberapa faktor; udara, makanan, dan sebagainya. maka untuk memastikan apakah bentol yang terdapat pada anak anda adalah karena ceker ayam, maka perlu anda konsultasikan ke dokter terdekat untuk lebih jelasnya.
      Tapi yang pasti jarang terjadi ceker ayam sebagai alergen, yang lebih banyak terjadi alergi adalah disebabkan seperti udang, telur dan sebgainya. Terimakasih.

  45. ari said

    iyah, anak saya juga didiagnosa alergi dan gejala banyak yang sama dengan gejala diatas,sekarang dia batuk, pilek hampir 2 minggu nafas grok2, sampai harus di uap (nebulizer) tiap pagi dan sore, syukurlah sekarang sudah membaik, susunya dia gak mau yang HA, akhirnya saya kasih susu soya,
    sekarang harus lebih intens dalam perawatannya

  46. dian rahadian said

    Dear Ummu Kautsar,

    Assalamu’alaikum

    Anak saya skrg usia 2 bln, dibagian kepalanya sering ada bisul seperti halnya saya ibunya… stelah kedokter alhamdulillah berangsur2 sembuh, namun sekarang bayi saya ada 1 benjolan cukup besar tidak seperti biasanya, andaikan bisul tapi koq tidak ada mata bisulnya… bayi kami selain minum ASI tp dibantu jg dgn susu formula karena sy pergi bekerja.. apakah karena susu formula itu atau karena apa? mohon penjelasannya. terimakasih…

    • Kautsar said

      belum tentu karena susu formula, dan karena kami tidak bisa melihat langsung kondisi anak Ibu, sebaiknya segera bawa ke dokter SPA terdekat untuk memastikannya.

  47. reny said

    klo anak sy knp ya matanya suka belekan trs usia anak sy 2tahun dan sjak akhir2 ni sikitar da 3 bln mata nya belekan n klo nangis air matanya kaya kuning gt,

  48. hengky said

    anak saya 4 bulan dari lahir diberikan sufor anak saya suka melihat keatas, kepalanya kaku kebelakang, badannya ampe melengkung, suka berteriak, gerakan kaki dan tangan terlalu aktif,suka menarik rambut yang mennggendong, suka menjilat baju yang menggendongnnya….apakah anak saya alergi sufornya?? Karena dia blm diberi makanan tambahan..sampai kapan dia akan mengalami hal ini?? Apakah hilang seiring bertambahnya usianya
    Terimakasih

  49. sandri said

    anak saya usianya 3,5 bulan mulai usia 2mgg anak saya rewel terus kalo nangis gak berhenti-berhenti (seperti kena kolik) saya bawa ke dokter katanya alergi debu terus di kasih obat anti alergi tapi tetep aja sering rewel dan tiap pagi tenggoroannya sering grok-grok..saya bawa ke dokter lagi katanya suruh ganti sama susu soya,setelah saya ganti malah mencret..terus dokternya juga bilang coba ganti aja sama susu NAN HA setelah saya coba (baru 1mgg) malah pup nya warna abu-abu apa itu gak apa-apa? dan rewelnya juga gak hilang-hilang…

    terima kasih

  50. errik said

    anak saya berumur 5 bulan di tubuhnya keluar merah2 kayak kringetbuntet itu terjadi setelah anak saya di imunisasi DPT & susu formula saya ganti
    kalau boleh tahu saya harus bagai mana menanganinya

    terima kasih

    mohon di balas

  51. sri indri said

    anak saya usia 6 bulan tgl 14 mei 2011 ini .saya sdah memberi makanan tambahan sejak usia 4 bulan ,beberapa minggu in serig tiul bisul didaerah leher ,punggung dan dada.yang saya ingin tanyakan apakah ada kaitannya dengan pemberian makanan tersebut?apakah bisul-bisul tersebut dpt berakibat buruk untuk perkembangannya?terima kasih atas masukannya

  52. Rufaidah said

    anak sy kmrn smpat panas tinggi dan hampir kejang, sekarang pada kulitnya merah2 seperti tampek. bagaimana cr penanganannya?
    trm ksh. mhn di bls

  53. Entin said

    assalamualaikum…
    saya pnya pnakan usia 5bln,,
    slama mamanya krja bayi sama saya drmh,.,,pd usia ini bayi khan lg pd fase oral,,,yg sllu ingin mncari ssuatu yg bs dia gigit! pd suatu saat,,,saya lg mkan permen Yuppy,,,,dan bayi zaya ksih,, dia seneng bgt ngenyot prmen itu…saya gk ngasih bnyak….lalu efeknya bayi battuk sgt keras,ngikil,grok2! bngung,,,udh dbw kdokter jg….tp gk mksimal gt,,,,,saya sbg tante sgt mrasa brsalah.sbaiknya apa yg kmi lakukan…?
    tlong sarannya…trimakasieh

  54. Obat alergi kulit yg cocok buat bayi 7 bulan apa ya ??

  55. Sofwan Kurniawan said

    Maaf mau tanya..bayi saya usia 2 bulan…di mukanya pipi merah banget…dan BAB nya berwarna hijau kehitaman dan berbau tajam..padahal saya sudah meggunakan susu NAN yang HA..mohon pencerahannya..apa saya harus ganti susu formula ato bagaimana??

  56. ani said

    Anak saya umur 8 bulan, di lengan tangannya ada kulit seperti melepuh, awalnya hanya merah..itu kenapa ya? Adakah salep/obat yang bisa menghilangkan?terima kasih

  57. agus koswara said

    as………..anak saya berusia 14 bulan semenjak usia 6 bulan sering sakit sakitan terutama pada kulit kemerah merahan itu penyakit apa ya namaya kasihan banget jarang idur

  58. Yuli said

    anak saya dari sejak bayi baru beberapa hari sudah menunjukan alergi (muntah / sering gumoh) krn saat itu msh asi saya ikut menghindari makanan yg berbau amis ternyata setelah 3 bln an anak saya tdk mau asi, jd saya kasih susu formula baru. nah saat itu saya br tau ternyata anak saya alergi susu sapi, semua jenis daging dan ikan, juga telur jd saya cuma kasih susu kedelai dan bubur dari nasi, sayuran dan tahu/tempe.. saya bingung gmn caranya menghilangkan alergi nya krn skrg anak saya sdh 1 thn tp alerginya belum juga hilang, saya takut anak saya kurang terhadap gizi… gmn yach??

  59. bambang said

    Ass,anak saya umur 16 bulan,mulai hari kmarin kena alergi,bentol-bentol dan rewel sdah saya bawa ke dokter dan sdah tidak gatal lagi,apakah penyebab bento”pad kulit.terima kasih.

  60. rebita said

    anak saya usia 1bln sring ngeden bab normal kenapa ya?

  61. yuliana armar said

    setelah saya mengkonsumsi telur bebek asin kemudian saya menyusui putri kecil saya yang berusia 5bulan,beberapa saat kemudiaan sekujur tubuh sikecil bentol merah seperti habis kena ulat bulu…apakah putri saya alergi telor asin yang saya konsumsi.trimakasih.

  62. agustina said

    anakk saya usia 2 bulan mukax bintik2 merah karena sering di garuk begitu juga dengan leher dan belakangnya sudah dibawah ke dokter dan dikasih salep tapi bintik2 merah dimukax selalu muncul kembali setelah digaruk2 dan malah sekarang selangkangannya juga kemerah-merahan seperti iritasi,gejala di atas mulai timbul setelah anak saya mulai menkonsumsi susu formula pada usia 1,5 bulan.apakah anak saya alergi susu formula? dan bagaimana cara mengatasinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.296 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: