Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Amalan-Amalan Ibadah yang dicintai oleh Allah ta’ala ( 2 )

Posted by Abahnya Kautsar pada 15 Februari 2008

Amalan yang paling dicintai Allah : Menjalin Silaturrahim

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أحب الأعمال إلى الله إيمان بالله, ثم صلة الرحم .

” Amalan yang paling dicintai Allah adalah iman kepada Allah lalu menjalin silaturrahim “ (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir : 166).

Makna Silaturrahim (Lihat : al-Jami’ li-Ahkam al-Qur’an karya al-Qurthubi 16 / 164, Syarh Shahih Muslim karya an-Nawawi 16 / 112 – 113, Fathul Baari karya al-Asqalani 10 / 418)  :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Disaat Allah ta’ala menciptakan makhluk-Nya, hingga Allah menyelesaikan penciptaan-Nya, berkatalah ar-rahmu : Ini adalah tempat bagi yang mengharapkan perlindungan kepada-Mu dari memutuskan hubungan silaturrahim. Allah berfirman : Benar, apakah engkau ridha apabila Aku menyambung bagi yang menjalin silaturrahim dan memutuskan siapa saja yang memutuskan silaturrahim ?. ar-Rahmu berkata : Saya ridha wahai Rabb-ku. Allah berfirman : Kalau begitu maka hal itu adalah bagianmu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Bacalah jika kalian mau firman Allah ta’ala :

 “ Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan “ (Surah Muhammad : 22) “ (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitabal-Adab, bab. Man Washalahu washalahullahu.)

Ulama mengatakan : Hakikat dari silaturrahim adalah menjalin hubungan dan rahmat. Makna silatullahi subhanahu wata’ala adalah ungkapan akan kelembutan dan rahmat Allah bagi mereka, dan hubungan Allah –kepada mereka – dengan segala kebaikan dan nikmat-Nya. Ataukah menjalin kedekatan mereka dengan para  malaikat yang berada dikerajaan Allah yang tinggi, dan melapangkan dada mereka untuk mengenal Allah serta taat kepada-Nya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda :

من أحب أن يبسط له في رزقه, و ينسأ له في أثره, فليصل رحمه .

“ Barang siapa yang mencintai untuk dilapangkan rizkinya dan dikekalkan pengaruh baiknya, hendaknyalah dia menjalin silaturrahim “ (Diriwayakan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adab, bab. Man basatha lahu fii ar-rizq bi-shilatur-rahim).

Al-Qurthubi berkata : “ Hubungan kekeluargaan terbagi dari dua sisi, secara umum dan secara khusus. Adapun yang secara umum adalah hubungan kekerabatan spritual. Dan wajib untuk menjalin hubungan kekerabatan ini dengan komitmen diatas keimanan dan mencintai serta membela mereka yang beriman. Menasihati, menjaga agar tidak mendatangkan mudharat serta berbuat adil sesama mereka. Begitu pula berbuat adil dalam setiap muamalah dengan mereka, menepati hak-hak mereka yang wajib untuk ditepati, seperti menjenguk yang sakit, mengurus yang meninggal dalam bentuk memandikannya, menyalatinya serta menguburkannya, dan hak-hak lainnya yang berkenaan dengan mereka secara langsung. Adapun hubungan kekeluargaan yang bersifat khusus adalah hubungan kekerabatan dari dua jalur seseorang yakni dari jalur bapak-nya dan ibunya. Menjadi kewajiban atas dirinya  untuk menunaikan hak-hak mereka yang bersifat khusus dengan beberapa hak-hak tambahan lainnya, seperti nafkah, menanyakan tentang keadaan mereka, dan tidak lalai dalam memperhatikan waktu-waktu penting mereka, dan hak-hak kekeluargaan yang bersifat umum lebih diprioritaskan lagi atas diri mereka, hingga apabila hak-hak tersebut bertabrakan, maka dimulai dengan yang terdekat hubungan kekerabatannya lalu yang selanjutnya “

Berkata Ibnu Abi Hamzah :

تكون صلت الرحم بالمال, وبالعون على الحاجة, و بدفع الضرر, و بطلاقة الوجه, وبالدعاء. والمعنى الجامع إيصال من ما أمكن من الخير, و دفع ما أمكن من الشر بحسب الطاقة, و هذا إنما يستمر إذا كان أهل الرحم أهل استقامة, فإن كانوا كفارا أو فجارا فمقاطعتهم في الله هي صلتهم, بشرط بذل الجهد في وعظهم, ثم إعلامهم إذا أصروا أن ذلك بسبب تخلفهم عن الحق, ولا يسقط مع ذلك صلتهم بالدعاء لهم بظهرالغيب أن يعودوا إلى الطريق المثلى. 

“ Silaturrahim dapat berupa bantuan harta materi,  dengan memberi bantuan sewaktu dibutuhkan, dengan mencegah segala bentuk kemudharatan, dengan wajah yang berseri-seri dan dengan doa. Dan dalam artian yang lebih ringkas dan padat adalah menjalin hubungan dengan segala bentuk amal kebaikan, dan mencegah segala keburukan yang mungkin terjadi sesuai dengan kesanggupan. Hal ini hanya akan dapat terealisasikan jikalau silaturrahim tersebut bagi orang-orang yang istiqamah, adapun jikalau mereka adalah orang-orang kafir atau fajir, maka memutuskan hubungan kepada mereka karena Allah  inilah silaturahim yang sebenarnya bagi mereka namun dengan syarat setelah adanya keseriusan dalam menasihati mereka, kemudian memberitahukan kepada mereka apabila mereka tetap bersikukuh dalam kekafiran atau kefajiran bahwa kesemuanya itu adalah akibat dari pengabaian mereka akan kebenaran, namun bersamaan dengan itu, tidaklah luput untuk menjalin hubungan kekerabatan dengan mereka dengan senantiasa mendoakannya secara tersembunyi agar mereka dapat kembali kejalan yang benar “

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.300 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: