Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Antara DESA AHLUS SUNNAH dan DESA YANG MUSNAH di PEGUNUNGAN DIENG

Posted by Abahnya Kautsar pada 3 Februari 2012

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray (Jum’at 10 Rabiul Awwal 1433 H ).

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga keinginan ana utk mengunjungi Desa Ahlus Sunnah Dusun Kepakisan dan melihat Desa yang musnah Dusun Lagetan.

Insya Allah banyak cerita hikmah yang akan ana bagi. Diantaranya yang bisa ana sampaikan saat ini bahwa musnahnya Dusun Lagetan yang dihuni oleh para pelaku syirik dan maksiat adalah benar adanya.

Pak Thoyib hafizhahullah [67 thn], sesepuh Ahlus Sunnah, ketika itu berumur 11 thn menceritakan dgn detail peristiwa tersebut.

Diantara kisah yang beliau sampaikan, bahwa antara Dusun Lagetan dan Gunung yang jatuh menimpa mereka terdapat sebuah lembah, namun anehnya tanah dari longsornya gunung tersebut tidak ada yang jatuh di lembah.

Dan lebih dahsyat lagi, di lembah itu ada sebuah batu besar yang DISEMBAH oleh penghuni dusun. Batu tersebut terangkat ke atas dan menggelinding di Dusun Lagetan, lalu menghancurkan semua yang ia lewati termasuk manusia.

Batu besar tersebut berhenti di ujung dusun dan di belakangnya penuh mayat bergelimpangan. Dan ternyata, kejadian seperti ini bukan hanya sekali. Nantikan kisah selengkapnya, insya Allah ta’ala jika ada waktu luang akan ana tulis lebih detail.

Alhamdulillah ta’lim dihadiri ratusan Ikhwan dan Akhwat dari pegunungan Dieng dan sekitarnya. Agenda besok insya Allah setelah ta’lim ba’da shubuh, ana akan diajak ke Telaga Warna dan Agrowisata, setelah itu melihat desa yang musnah dan batu besar yang membinasakan penghuninya.

Nantikan juga insya Allah kisah “Amirul Mukminin” alias Kepala Desa ini rahimahullah dan perannya yang sangat besar dalam membina masyarakatnya menjadi masyarakat Islami tanpa harus merampas kekuasaan dan memberontak kepada penguasa di atasnya.

Dengan taufiq dari Allah ta’ala pada akhirnya beliau dipertemukan dgn Asatidzah Salafiyin sehingga tauhid dan sunnah, serta adab-adab islami semakin tersebar. Insya Allah di desa ini kita tidak akan melihat wanita membuka aurat di luar rumah.

Hikmah besar yang bisa dipetik adalah pentingnya mendakwahi penguasa dan mendoakan mereka, bukan malah didemo, disebarkan aib-aibnya, dilaknat atau didoakan kejelekan, sebab -seperti kata Salaf- baiknya penguasa akan sangat berpengaruh bagi rakyatnya.

Dinukil dari: http://aasiraj.wordpress.com/2012/02/03/sepenggal-kisah-nyata-antara-desa-ahlus-sunnah-dan-desa-yang-musnah-di-pegunungan-dieng

About these ads

Satu Tanggapan to “Antara DESA AHLUS SUNNAH dan DESA YANG MUSNAH di PEGUNUNGAN DIENG”

  1. segitu aja kisahnya..?hmmmmmhh…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.293 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: