Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,031,073 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

WAHAI PENYEJUK MATAKU, PENGGEMBIRA HATIKU, INILAH BINGKISAN PERTAMA UNTUKMU…

Posted by Abahnya Kautsar pada 5 Januari 2008

Aku ingin menulis tentang anak laki-lakiku KAUTSAR yang baru berumur kurang dari sebulan, yah… aku adalah orang tua baru, sebagai seorang bapak meski usiaku masih muda, tapi aku merasa bahagia dengan kehadirannya, rasa capai, lelah, ngantuk karena aku harus bangun di malam hari sirna dengan kebahagiaanku. Aku mungkin salah satu dari sekian orang yang telah dikabulkan doanya untuk meomohon diberi keturunan, karena ada sebagian orang yang begitu berharap akan hadirnya buah hati namun belum juga diamanahi seorang anak. Aku bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas karunia-Nya, salah satunya adalah hadirnya Kautsar di antara kami.

Terbayang mungkin aku di waktu bayi mungkin juga sepertinya, bahkan mungkin lebih merepotkan. Karena itulah, benar apa yang dikatakan oleh saudara-saudaraku bahwa engkau akan bisa merasakan betapa kita harus berbakti kepada kedua orang tua kita. Di waktu bayi, kita tak bisa apa-apa, bahkan bicarapun tak kuasa untuk dipahami oleh kedua orang tua kita, karena kita hanya mampu untuk menangis, menangis, dan menangis. Haus, lapar, gerah, sakit, semuanya hanya terekspresikan dengan menangis.

Subhanallah… begitu aku melihat Kautsar kecilku yang lucu, yang setiap hari kita lihat perkembangannya, terbersit ketika nanti ia mulai beranjak balita, ketika ia mulai enggan ketika ayahnya hendak berangkat kerja, ia harus diajak berputar-putar dulu baru sang bapak boleh pergi ke tempat kerjanya, duh… begitu mungkin aku ketika masih balita dulu.

Anakku kini sudah tumbuh dan berkembang, dari waktu lahir Cuma dengan berat 2800 gram, dan panjang badannya Cuma 49 cm, sepekan kemudian ternyata angka itu telah berubah semakin bertambah. Alhamdulillah. Walau kini Kautsar baru bisa menangis, yang mana kadang membuat kami jadi bingung apa maksud tangisannya, haus, lapar, gerah, ataukah … aku sempat baca sebuah artikel tentang balita, bahwa orang tua harus bisa belajar untuk membedakan anak kita menangis maksudnya apa. Karena kita adalah yang setiap hari berhadapan dengannya. Aku paham apa maksud dari artikel itu, dan aku kini mulai belajar untuk membedakan tangis Kautsar, maunya apa ???

Hoho…

Kenapa juga aku jadi menulis tentang Kautsar, anak laki-lakiku yang masih bayi, padahal aku tadi bilang nggak ada mood untuk menulis. Masya Allah, ternyata untuk menulis itu gak sulit, ikut aja seperti air mengalir jangan dipaksakan, jangan mengharuskan kita untuk mood seperti ini, seperti itu dan sebagainya. Sadar gak sadar tulisan itu nanti akan semakin panjang dan akan ada sesuatu yang termaktub yang mungkin bagi sebagian orang tulisan seperti ini adalah tulisan yang nggak berbobot, biarkan aja orang berkata apapun tentang tulisan kita. Jalan terus J, toh ide pada setiap orang itu pasti nggak akan sama, dan apa yang kita tulis seperti ini yang pasti bukan karya jiplakan, bukan plagiat, karena tulisan huruf demi huruf, kata demi kata yang ada dan sedang anda baca ini adalah murni hasil karya kita, berasal dari pemikiran kita. Keep fight and be your self.

Teruntuk Kautsar, aku berdoa semoga Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikanmu sebagai qurratu ‘ain (penyejuk mata) bagi kami orang tuanya, semoga kelak jadi orang yang mampu menegakkan ad-Din al-Islam dengan pemahaman as-Salaf ash-Shalih, yang berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah.

Teruntuk Istriku, penggembira hatiku, teman tanpa batasku, bersabarlah dengan segala keadaan ini, sungguh kesabaran itu akan membuahkan sesuatu yang sebelumnya bahkan belum pernah terbersit dalam angan kita. Tawakkal, pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan jalan keluar yang baik atas setiap hal yang menyulitkan bagi kita, sungguh pada setiap kesulitan itu pasti akan ada kemudahan. Dan semua kesulitan itu akan lebih terasa ringan untuk kita hadapi ketika kita menikmatinya dengan istiqamah beriman dengan iman yang benar. Baarakallahu fiik.

Satu Tanggapan to “WAHAI PENYEJUK MATAKU, PENGGEMBIRA HATIKU, INILAH BINGKISAN PERTAMA UNTUKMU…”

  1. Assalamu’alaikum! Masya’ Alloh.

    Baarokallohu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahib, wa balagho asyuddah, wa ruziqta birroh!

    (Semoga Alloh memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kami pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya).

    Aku segera menyusul akh, insya Alloh… He he….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: