Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,030,833 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Haruskah dengan Caesar?

Posted by Ummu Kautsar pada 21 Januari 2008

Barangkali hari itu adalah hari yang paling menakutkan bagiku, awalnya dokter itu langsung bertanya kepadaku ketika melihatku dengan kacamataku, pertanyaannya sederhana “min berapa?” aku jawab “sepuluh”, kemudian dokter itu mengatakan dengan entengnya “besok operasi aja ya?”

Hah !!!!

Belum juga aku bergembira dengan usia kandunganku yang sudah menginjak tujuh bulan, aku divonis caesar oleh dokter itu, seketika aku Cuma diam dalam pemeriksaan janinku, menangis aku tak kuasa, suamiku sedang shalat dhuhur, aku Cuma ditemani oleh mbakku saat itu, sampai akhirnya suamiku datang namun itu sudah ada di luar ruang periksa, di depan suamiku akupun tak kuasa menangis aku terharu, sedih, aku katakan saat itu kita pulang aja sekarang, nanti aku ceritakan di rumah.

Deg. Aku divonis operasi hanya karena min mataku yang besar, takut terjadi kebuataan setelah partus/kelahiran karena retina yang pecah yang terjadi pada saat mengejan, padahal dari pemeriksaan USG posisi bayiku bagus, kepala udah di bawah, gak ada masalah dengan janinku.

Aku menjadi penasaran dengan pendapat dokter tersebut, aku browsing internet, cari artikel tentang hal itu. Sebanyak-banyaknya. Demikian juga aku hubungi semua temanku yang punya kenalan dengan DSOG atau yang sedang kerja di RS untuk menanyakan kepada DSOG tempatnya bekerja, da mengejutkan….. semua mengatakan bahwa hal itu tidak benar!!!!!

Ada yang mengatakan itu berkait dengan dokter yang bersangkutan dalam rangka bisnis, karena dengan operasi, penanganan mudah (bagi dokter tsb) dan biayanya juga besar lain halnya dengan persalinan biasa yang memang murah.

Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu hanya terjadi di daerah Jabotabek, tempat tinggalku saat ini di Bekasi, sedangkan teman-teman yang sekarang bekerja di Bandung, Jogja, dan tempat lainnya berkata sama.

Namun aku juga sempat konsultasi dengan DSOG di Cibubur, temannya temanku, bahkan ia mengatakan walaupun hal itu banyak terjadi di jabotabek, bukan berarti mutlak seperti itu, ia malah bercerita bahwa dulu sewaktu ia menempuh profesi, pernah ada temannya yang mengnjurkan seperti itu dan terjadi perdebatan waktu itu, apakah benar seperti itu? Namun menurutnya, hal itu tidak benar, bisa saja penderita min besar itu lahir normal, asalkan bayinya sehat, tidak sungsang, si ibu juga tidak mempunyai keluhan yang menjadi penyebab ia harus di caesar dan lain sebagainya.

Dari situ aku merasakan ketenangan, aku merasa telah mendapatkan jawaban. Sungguh ibu dokter yang bijak, dari sebelum pemeriksaan, saat pemeriksaan, sampai setelah pemeriksaan selalu memberikan aku kedamaian, ia bilang saat pemeriksaan janinku, bahwa bayiku terlilit tali pusar, kemudian ia mengatakan lagi bahwa 50% bayi adalah seperti itu jadi jangan takut.

Nah perkataannya itulah yang menenangkanku, ia selalu memberikan second opinion dalam setiap resiko yang mesti di hadapi oleh ibu hamil.

Aku pun pulang dengan hati yang tenang, kuhapus ketakutan dalam diriku selama ini bahwa aku harus caesar, anakku harus lahir dengan operasi, dan perasaan serupa itu. Hmmm aku bisa bernafas lega……… aaaaaaaah.

Hanya saja, aku harus melatih pernafasanku, dan tidak memejamkan mata saat mengejan, itu di antara trik agar tidak terjadi pecahnya sel darah di retina.

Hingga tiba saatnya….

Hari yang dinanti, hari lahirnya bayiku. Duh, aku senang mendengar suara tangisnya. Ternyata begitu mudah ia keluar melewati jalan lahirnya, tanpa ada kata operasi, tanpa ada kebutaan. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat (segala puji hanya bagi Allah ta’ala dengan nikmatNya sempurnalah segala kebaikan).

Aku mrlahirkan dengan normal, di rumah bidan, bukan di rumah sakit dengan dokter, bukan dengan operasi, meski aku denganbeberapa jahitan, toh itu, karena sedikit kesalahanku saat mengejan, yang harusnya aku nggak boleh mengangkat –maaf- pantatku!

Aku senang, aku gembira, aku bisa melahirkan dengan normal walaupun dengan kondisi mataku yang min sepuluh!!!

Wahai semua calon ibu yang mempunyai keluhan sepertiku, janganlah engkau takut dengan kondisi min mata yang besar. Percayalah engkau bisa melahirkan dengan normal pada saatnya, anakku lahir maju sepekan dari HPLnya.

Oeeeeeeeeek, oeeeek …🙂

2 Tanggapan to “Haruskah dengan Caesar?”

  1. leila said

    mana jawaban penyakit amnu pada bayi tolong dong penjelasannya

  2. dian said

    bagus infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: