Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Infak itu banyak tempatnya

Posted by Abahnya Kautsar pada 13 Februari 2008

Tafsir Surat al-Baqarah ayat 215

tRqè=t«ó¡o„ #sŒ$tB tbqà)ÏÿZム( ö@è% !$tB OçFø)xÿRr& ô`ÏiB 9Žöyz Èûøïy‰Ï9ºuqù=Î=sù tûüÎ/tø%F{$#ur 4’yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ3»|¡pRùQ$#ur Èûøó$#ur È@‹Î6¡¡9$# 3 $tBur (#qè=yèøÿs? ô`ÏB 9Žöyz ¨bÎ*sù ©!$# ¾ÏmÎ/ ÒOŠÎ=tæ ÇËÊÎÈ

“ Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan dari kebaikan maka hendaklah hak pertama kali diberikan kepada ibu-bapak, kemudian tetanggamu yang terdekat yang sangat membutuhkan, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil (orang-orang yang sedang dalam perjalanan).” dan apa saja kebaikan yang kamu lakukan dari satu jenis kebaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya”.

TAFSIR AYAT

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhamad) tentang nafaqah [Muqatil bin Hayyan sebagaimana dibawakan oleh al-Hafidh Ibnu Katsir : bahwa nafaqah yang dimaksud dalam ayat ini adalah nafaqah tathawwu’ (sunnah). Dalam penafsiran Abdullah bin Abbas dan Mujahid, mereka mengatakan bagaimana cara mengeluarkan nafaqah?].

Pertanyaan ini mencakup tentang yang mengeluarkan infaq dan yang diberikan infaq, maka beliau menjawab dengan ucapan beliau katakan apa yang kalian infaqkan dari kebaikan, harta yang sedikit atau banyak? Maka orang yang paling utama dan orang yang paling berhak untuk didahulukan dan orang yang paling besar infaqnya atasmu yaitu kedua orang tua, yang wajib kita berbakti kepada keduanya [dari ayat ini jelas bahwa Allah Ta’ala melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa hak kedua orang tua adalah setelah Allah subhanahu wa ta’ala dan hak Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat yang lain perintah untuk menyembah Allah Subhanahu wa ta’ala dan perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua. Sehingga janganlah menyakiti kedua orang tua walaupun ibu dalam perkara-perkara yang mubah] baik kepada keduanya memberikan nafkah atas keduanya [tentu kalau membutuhkan] dan termasuk sebesar-besar wujud durhaka tidak memberikan infaq atas keduanya –padahal mereka sangat membutuhkan- [dan ini ada pundak kaum lelaki, dia punya kewajiban yang lengkap untuk memberikan infaq kalau seandainya mereka itu membutuhkan, karena kalau seorang wanita harus meluangkan wajib taatnya dan segala yang dimiliki untuk suaminya, adapun setelah suami adalah kedua orang tuanya dengan tetap menjaga baik dengan istri, dan seterusnya] oleh karena itu, memberi nafkah kepada kedua orang tua dan yang membutuhkan wajib hukumnya, terhadap seorang anak yang diberi kemudahan [keluar dari sini kalau anak juga butuh infaq, tidak ada tuntutan sebagaimana tuntutan kalau dia memiliki kemampuan], setelah kedua orang tua kita adalah memberi infaq kepada karib kerabat dengan perbedaan tingkatan mereka, yang lebih dekat didahulukan, kemudian yang lebih dekat seterusnya, sesuai dengan dekat karib kerabat kita dan sesuai dengan kebutuhan yang ada padanya. Maka berinfaq atas mereka termasuk dari pada shadaqah dan menyambung silaturahmi.

Adapun al-yatama adalah anak kecil yang tidak memiliki orang yang membiayai mereka. Mereka adalah pada posisi yang sangat membutuhkan, dikarenakan mereka tidak sanggup untuk melaksanakan mashlahat buat diri-diri mereka. Dan tidak ada orang yang akan menanggung hidup mereka. Maka Allah Subhanahu wa ta’ala mewasiati kepada hamba ini –mereka- dan sebagai wujud kasih sayang terhadap mereka [maka dari itu Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan : saya bersama anak yatim seperti ini –beliau mengisyaratkan kepada as-sababah wal wustha kemudian beliau jarakkan antara keduanya tengahnya-. Artinya menggambarkan dekatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan orang yang memelihara anak yatim].

Adapun al-masakin adalah mereka orang-orang yang memiliki kebutuhan atau mereka sangat membutuhkan yang mereka ditimpa oleh kebutuhan yang sangat. Diberikan infaq atas mereka untuk menutup kebutuhan mereka dan memberikan kecukupan pada mereka.

Adapun ibnu sabil adalah orang yang menelusuri jalan, maksudnya seorang asing yang terputus perjalanannya di bukan negerinya, lalu ditolong atas perjalanannya itu dengan berinfaq yang akan menyampaikan kepada tujuannya. Maka tatkala Allah Subhanahu wa ta’ala mengkhususkan asnaf (kelompok-kelompok di atas) karena sangat butuhnya. Allah Subhanahu wa ta’ala mengumumkan yaitu apa saja yang kalian lakukan dari shadaqah. Bershadaqah atas mereka yang membutuhkan di atas atau selain mereka, bahkan dari seluruh bentuk-bentuk ketaatan dan kedekatan karena masuk di dalam kata-kata “al-khair”, adalah apa saja yang engkau perbuat dari kebaikan, maka akan diberikan ganjaran oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Maksudnya Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui terhadap apa yang engkau lakukan dari kebaikan itu walaupun sedikit, maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan membalas kalian atasnya. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala menjaganya atas kalian dari kebaikan itu. Tentu semuanya ini sesuai dengan niatnya dan keikhlasan dia. Jadi semuanya itu besar nilai yang akan diberikan dan kokoh penjagaan Allah Subhanahu wa ta’ala atasnya pertama kali didasari dengan niat yang ikhlas, yang kedua besar kecil sedikit infaq itu sendiri, yang ketiga terkait dengan besar hajjah (kebutuhan) orang dengan apa yang kita infaqkan itu, yang keempat besar manfaat yang akan diperoleh dari infaq yang akan dikeluarkan.

Wallahu a’lamu bish-shawwab.

Maraji’ : Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsiri Kalamil Manan karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah dan Tafsir Ibni Katsir karya al-Hafidh Ibnu Katsir rahimahullah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: