Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Kiat Hadapi Tangis si Kecil

Posted by Ummu Kautsar pada 15 Februari 2008

Wajah buah hati Anda yang biasanya lucu menggemaskan tiba-tiba menjadi membuat Anda bingung, karena tangisnya yang tak jua berhenti. Masalahnya adalah, Anda tidak memahami tangisnya.

Saat bayi menangis kita sering menduga-duga penyebabnya. Mungkin dia lapar, mungkin popoknya basah, atau jangan-jangan kembung perutnya. Sebelas poin berikut mungkin akan berguna bagi Anda untuk membuat si kecil lebih tenang.

Pelajari pola tingkahnya

Bagaimana gerak si kecil sebelum menangis? Banyak bergerak, meringis, tangannya menggapai, bibir mungilnya bergerak ke kanan dan ke kiri, perubahan napas. Ini menandakan apakah dia tengah merasa bosan, minta gendong, lapar, atau lelah.

Beri kehangatan

Pada minggu-minggu pertama, bayi menerima banyak perubahan, suara hingar-bingar, cahaya terang, dan dia harus berpindah gendongan. Mungkin si kecil rindu suasana hangat semasa dalam kandungan. Beri dia kehangatan dengan mendekapnya. Biarkan dia mendengar irama musik yang baginya paling indah, yakni detak jantung ibu.

Minta perhatian

“Jangan sering digendong, nanti dia manja.” Ini salah. Justru, dengan lebih banyak didekap, akan timbul “basic trust”. Jadi, seringlah gendong dia, dekap dia.

Waktunya ASI

Dugaan bahwa si kecil menangis karena lapar bisa jadi benar. Perutnya yang kecil belum bisa menahan makanan lebih lama sampai tiba waktu makan berikutnya. Rasa ingin makan bisa meningkat seiring bertambahnya waktu. ASI akan memenuhi rasa lapar itu. ASI cepat dicerna dan cepat diserap sehingga bayi akan cepat lapar lagi. Selain memenuhi rasa lapar, dengan memberikan ASI kedekatan ibu dan bayi akan semakin intens.

Jangan-jangan kolik

Baringkan bayi Anda dalam posisi tengkurap di tangan Anda. Letakkan pipinya pada siku Anda atau gendong dia di pundak, sambil tepuk-tepuk punggungnya. Jangan lupa sendawakan setiap kali bayi habis menyusui.

Bolehkah dibedong?

Bedong atau melilit bayi dengan kain lembut (dengan catatan tidak terlalu kencang) terkadang dapat membuat si kecil merasa aman dan nyaman. Jangan dibedong saat menetek.

Makanan apa yang Anda konsumsi?

Coba catat jam berapa si kecil menangis, coba ingat-ingat makanan apa yang Anda konsumsi sebelumnya? Jika Anda tengah menyusui, makanan yang Anda konsumsi mempengaruhi ASI. Coba hindari makanan tertentu, seperti: kafein, produk susu (susu, keju, yogurt), coklat, kacang.

Mandikan bayi

Mandi terkadang dapat menenangkan si kecil yang sedang menangis (dengan catatan bukan malam hari). Jika ada bath tube, coba berendam bersama bayi Anda. Ini akan menjadi stimulasi yang baik bagi si kecil.

Stop rokok

Jika orangtua merokok, risiko bayi mengalami kolik akan meningkat. Selain itu, rokok juga mempengaruhi kadar prolaktin (hormon yang membantu pembentukan ASI). Jadi, buat apa ambil risiko. Stop merokok sekarang juga.

Mungkin pijat dapat membantu

Sentuhan ibu adalah kehangatan bagi bayi. Sentuhlah bayi dengan lembut, telusuri lika-liku tubuh si kecil dengan lembut. Dengan pijat, sesungguhnya Anda telah menstimulasi otak si kecil. Pijat perut bayi searah jam, sesuai dengan jalannya makan dalam saluran pencernaan.

Memahami Tangis Bayi

Menangis adalah salah satu ekspresi si kecil saat dia tidak nyaman. Namun, menangis dapat menyehatkan karena perasaan sedih terlampiaskan. Episode menangis bisa beragam, bisa hanya beberapa menit, namun juga bisa berjam-jam lamanya. Ini biasanya dialami hal bayi dalam 3 bulan pertama kehidupannya. Bayi yang sedang ‘senang’ pun kadang memilik jam-jam tertentu untuk menangis. Ya begitulah.., bagi bayi, tangis adalah caranya berkomunikasi. Tapi, jangan pula menganggapnya sepele, karena mungkin saja dia terserang gangguan pencernaan seperti kembung atau kolik.

Kuncinya ada pada Anda, kenali tabiat si kecil lewat pola tangisnya, dan jam berapa dia menangis. Yang terpenting, sentuhan kehangatan kulit Anda, saat menggendongnya dapat mengurangi kadar stres bayi sehingga ia menjadi lebih tenang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: