Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya

Posted by Abahnya Kautsar pada 15 Maret 2008

Allah ta’ala berfirman :

          “ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya secara berbaris-baris, seolah-olah mereka bagaikan bangunan yang kokoh “ (Surah ash-Shaff : 4).

          Orang-orang yang berperang dijalan-Nya : Mereka adalah orang-orang yang berperang agar supaya kalimat Allah menjadi kalimat yang paling tinggi, dan menjadikan kalimat orang-orang kafir menjadi paling rendah. Berjihad dijalan Allah dengan jihad yang sebenarnya, mereka berdoa kepada Allah ta’ala dan menyebar luaskan Agama Allah yakni agama Islam.

          Dari Abdullah bin Sallam, beliau berkata :

 “ Kami duduk bersama beberapa shahabat Rasulullah #  , lalu kami saling mengingatkan satu dengan lainya, maka kami mengatakan : Seandainya kami mengetahui amalan apakah yang paling dicintai Allah, niscaya kami pasti akan melakukannya. “

Maka Allah menurunkan firman-Nya :

          “ Bertasbih kepada Allah segala yang ada dilangit dan segala yang ada dibumi. Dan Dialah Yng Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian perbuat “ (Surah ash-Shaff : 1 – 2).

          Mereka mengatakan : Seandainya kami mengetahui amalan yang paling dicintai Allah niscaya kami pasti akan melakukannya, maka Allah menunjukkan kepada mereka amalan yang Allah paling cintai, Allah ta’ala berfirman :

          “ Sesungguhnya Allah mencintai orang-oang yang berperang dijalan-Nya secara berbaris-baris “.­ Al-ayat (Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2636).

          Ini merupakan pemberitahuan dari Allah ta’ala akan kecintaan-Nya kepada segenap hamba-hamba-Nya apabila mereka dengan berbaris-baris menghadapi musuh-musuh Allah dimedan peperangan, mereka memerangi dijalan Allah menghadapi setiap yang kafir kepada Allah, agar supaya kalimat Allah menjulang tinggi dan Agama-Nya menjadi agama yang beroleh kemenangan dan menjadi yang tinggi dari seluruh agama-agama lainnya.

          Dan Allah ‘azza wajalla mencintai orang-orang yang mempersiapkan diri mereka dalam barisan untuk berperang,

 “ … seolah-olah mereka bagaikan bangunan yang kokoh “.

Mereka satu sama lainnya saling menyatu bagaikan satu kesatuan, dan Allah mencintai orang yang tegar didalam jihad fi sabilillah dan tegar diatas pijakannya bagaikan kokohnya sebuah bangunan. Dan tidak  keluar dari barisan kecuali karena suatu keperluan yang mesti ditunaikan oleh setiap manusia, ataukah karena hendak mengirimkan surat kepada penguasa/imam, ataukah karena melihat adanya manfaat yang lebih jelas disaat itu, seperti kesempatan untuk menyerang dan ini tidak ada perselisihan sama sekali. Adapun keluar dari barisan untuk perang tanding, ada perbedaan pendapat dikalangan ulama atas dua pendapat. Pendapat yang pertama : bahwa ini tidak mengapa untuk menanamkan rasa takut kepada musuh, dan pengharapan mati syahid, dan sebagai penyemangat untuk berperang. Dan ulama mengatakan : Tidak dibenarkan seseorang melakukan perang tanding tersebut untuk mencapai hal itu, dikarenakan terkandung didalamnya aspek riya’ dan termasuk bentuk keluar menghadapi musuh yang terlarang oleh Allah, melainkan perang tanding hanya diperbolehkan jikalau kaum kafir yang menghendakinya, sebagaimana yang pernah terjadi dibeberapa peperangan yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  , pada perang Badar, perang Khaibar, dan inilah yang ditempuh oleh ulama as-Salaf …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: