Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,233,516 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Perselisihan adalah Buah dari Dosa

Posted by Abahnya Kautsar pada 7 Juli 2008

Pasal

Perselisihan adalah Buah dari Dosa

Bersabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam : ” Bagaimanakah engkau wahai ‘Abdullah, jika seandainya engkau adalah bagian dari rakyat jelata yang mana telah terabaikan segala janji sumpah mereka, amanah yang dibebankan kepada mereka, dan mereka saling berselisih dan akhirnya menjadi seperti demikian ?! –lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam saling menyilangkan jari jemari beliau – ” [1]

Dan dari Anas –secara marfu’- : ” Tidaklah ada dua orang saling menyayangi karena Allah, lantasdipisahkan keduanya melainkan karena perbuatan dosa yang dilakukan salah satu dari mereka berdua.”[2]

Berkata Qatadah : ” Kalangan yang mendapatkan rahmat Allah adalah kalangan yang berada pada jama’ah walaupun berbeda negeri mereka dan tubuh jasmani mereka, dan kalangan pelaku ma’shiyat adalah kalangan yang selalu berpecah belah walapun negeri mereka satu dan tubuh jasmani mereka menyatu “[3]

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam memaparkan pengaruh dosa sebagai sebab timbulnya perselisihan : ” Dan karena itulah mereka –yaitu para shahabat- berada diatas Hanifiyah Sumhah pada zaman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan mereka pada zaman Abu Bakar lebih baik daripada keberadaan mereka pada zaman ‘Umar. Dan sewaktu mereka berada pada zaman ‘Umar tergelincirlah sebagian dari mereka perbuatan dosa yang mengharuskan adanya ijtihad dari Imam yang ada sedikit tasyaddud –sikap yang tegas- terhadap diri mereka, seperti larangan terhadap mereka melakukan mut’ah Haji –Haji Tamattu’,pen- dan akan terjatuhnya talak tiga jikalau mereka mengucapkannya dengan satu kalimat, dan penegasan ancaman bagi peminum khamr, dan yang paling ta’at diantara mereka yang yang paling zuhud diantara mereka –semisal Abu ‘Ubaidah – telah dijatuhkan deranya oleh ‘Umar dimana beliau tidak melakukannya pada selainnya, dan beberapa masalah warisan dan selainnya menjadi tersembunyi bagi mereka hingga akhirnya mereka saling berbeda pendapat sedangkan mereka masih dalam keadaan bertalian hati-hati mereka dan saling mencintai satu sama lainnya. Dan masing-masingnya saling menghargai ijtihad yang lain.

Dan ketika pada akhir khilafah ‘Utsman, semakin bertambahlah perubahan dan perluasan dalam perkara dunia, dan bermunculanlah beragam amalan yang sebelumnya tidka didapati pada zaman ‘Umar, dan timbullah pada sebagian hati kaum muslimin ketidak sesuaian hingga terbunuhnya ‘Utsman dan merekapun berada dalam fitnah yang dekimian besarnya, Allah ta’ala berfirman ;

{ وَاتَّقُوْا فِتْنَةً لاَ تُصِيْبَنَّ الذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَاصَّةً }

” Dan berjagalah kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kedholiman semata “ – Al Anfal : 52 –

Yaitu ; yang tidak ditimpakan pada yang berbuat kedholiman saja, bahkan juga akan menimpa seseorang yang mendiamkan dari mencegah perbuatan dholim itu sebagaimana sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam : ” Sesungguhnya kaum manusia jika telah melihat suatu yang mungkar dan tidak menegahnya, dikhawattirkan Allah ta’ala akan menjatuhkan siksaan-Nya karena kemungkaran itu secara keseluruhan mereka.”[4]

Dan hal itu akan menjadi sebab terhalangnya mereka dari sekian banyak kebaikan, dan merekapun terjatuh dalam perselisihan mengenai tamattu’ dalam Haji dan selainnya, yang mana hal ini tidaklah dijumpai perselisihan pada zaman ‘umar. Dimana sekalangan melarang adanya tamattu’ secara mutlak seperti Ibnu Az Zubair, dan sebagian lainnya melarang adanya pemilahan dalam haji dan ‘Umrah seperti Bani Umayyah dan sebagian besar kaum manusia, yang mana mereka ini akan menjatuhkan hukuman bagi yang melakukan tamattu’, sementara kalangan lainnya mewajibkan tamattu’. Dan masing-masing mereka tidaklah berkeinginan untuk menyelisihi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, hanya saja tersembunyi disisi mereka Ilmu tentang hal itu, dan sesungguhnya sebab utama dari ini semua adalah perbuatan dosa yang terkadi ditengah-tengah mereka sebagaimana sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam :” Telah saya berkeinginan untuk keluar menjumpai kalian mengabarkan tentang Lailatul Qadr, dan terdapat duan orang yang saling bertengkar maka terangkatlah lailatul qadr, dan semoga ini bisa menjadi kebaikan bagi kalian . “[5]

Dan ini adalah ujaran yang diucapkan pada zaman – zaman yang paling utama, lantas bagaimanakah dengan zaman kita ini ? ![6]


[1] Disebutkan oleh Al Bukhari secara mu’allaq dengan sighat yang jazm 1 / 565 dalam Kitab Ash Sholat bab. Tasybik bainal Asabi’ fil masjid. Dari hadits Ibnu ‘Umar. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban 7 / 575 dari jalan Al ‘Ala’ bin ‘Abdirrahman dari bapak beliau dari Abu Hurairah.. Dan ini merupakan salah satu dari sanad-sanad periwayatan Imam Muslim

[2] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad 401 dan dishohihkan oleh Al Albani dlam Ash Shohihah 637.

[3] Diriwayatkan oleh Ath Thabari dalam Jami’ul Bayan 12 / 85 : Diceritakan kepada kami Bisyr beliau berkata diceritakan kepada kami Yazid beliau berkata diceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah … lalu beliau menyebutkannya.

[4] Dikeluarkan oleh Abu Daud No. 4337, At Tirmidzi No. 3059, Ibnu Majah No 4005 dan Ahmad . 1, 16, 29, dan 53 dari ahdist abu Bakar ash Shiddiq. Dan dishohihkan oleh Al Albani dalam Ash Shohihah 1564.

[5] Dikeluarkan oleh Al Bukhar No. 3202 dari hadits Ubadah bin Ash Shomit

[6] Majmu’ Fatawa 14 / 157 – 159

( Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun. Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman. Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan. Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad. Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah. Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M. Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary. )

Iklan

Satu Tanggapan to “Perselisihan adalah Buah dari Dosa”

  1. jazakallah khair wa barakallahu fik

    وفيك بارك الله

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: