Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Aqidah yang benar, sebab dalam mencapai Al Haq dan terkabulnya Doa

Posted by Abahnya Kautsar pada 11 Juli 2008

Pasal

Aqidah yang benar, sebab dalam mencapai Al Haq dan terkabulnya Doa

Keyakinan yang benar akan menguatkan pencapaian Al Haq dan dalam meuruskan pencapaian itu, dari sinilah akan dijumpai bahwa Ahlus Sunnah akan selalu bersesuaian dengan Al Haq dalam persoalan halal dan haram, dan dalam menjangkau hal tersebut, dan kesesuaian mereka dengan kebenaran lebih sering dibanding mareka yang tleah menyimpang dari sunnah.

Dan seukuran jauhnya seseorang dari sunnah, selemah itu pulalah pencapaian ia menuju Al Haq dalam masalah halal dan haram, makanya akan engkau dapati mereka yang buta dari aqidah yang benar, ia juga buta pada masalah lainnya bahkan jauh lebih sesat jalannya.

Adapun kekeliruan dan ketergelinciran yang terjadi pada sebagian para Imam Ahlus Sunnah dalam masalah halal dan haram, tiada lain hanya bagian dari sifat kemanusiaan mereka dan dikarenakan mereka bukanlah kaum yang maksum.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah[1] : ” Dan setiap yang mengkaji ulang kehidupan ala mini, ia akan medapati bahwa kaum muslimin adalah kaum yang pemikiran mereka lebih terarah dan tepat, dan ereka mampu meraih dalam waktu yang teramat singkat hakikat dari sejumlah ilmu dan amal lebih berlipat banyaknya dari yang telah diraih ummat lainnya pada zaman-zaman dan kaum sebelum mereka. Demikian halnya dengan Ahlul Sunnah wal Hadits engkau jumpai mereka ini kaum yang berbahagia, dikarenakan keyakinan yang benar yang tegak kokoh menguatkan pencapaian Al Haq dan pembenar pencapaian itu. Allah ta’ala berfirman : –

{ وَ الذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى }

” Dan mereka yang beroleh petunjuk akan Kami tambahkan bagi mereka hidayah “

Dan firman-Nya :-

{ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَ أَشَدُّ تَثْبِيْتاً وَ إِذاً لآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْراً عَظِيْماً وَ لَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطا مُسْتَقِيْماً }ً

” Dan sekiranya mereka melakukan apa yang telah diwasiatkan kepada mereka, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan akan lebih meneguhkan hati mereka. Dan kalau demikian, akan Kami datangkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang sangat besar dan akan Kami berikan mereka petunjuk berupa jalan yang lurus. “

Dan demikian juga halnya, aqidah yang benar adalah sebab terkabulnya doa, maka tak jarang pelaku bid’ah tidak terkabulkan doa mereka dalam banyak keadaan dikarenakan aqidah mereka yang keliru.

Berkata Syaikhul islam Ibnu Taimiyah : ” Dan oleh karena itulah dikatakan bahwa sebab dikabulkannya doa adalah jika disertai dengan aqidah yang shohih, ketaatan yang sempurna, dimana ayat tentang masalah doa diakhiri dengan firman Allah ta’ala : –

{ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَ لْيُؤْمِنُوْا بِيْ }

” Maka kalian sambutlah seruan-Ku dan berimanlah kepada-Ku ” “

Sebagaimana juga halnya bahwa tauhid merupakan sebab berkurangnya perbuatan keji, maka engkau akan dapati perbuatan munkar dinegeri yang ditegakkan ajaran tauhid jauh lebih sedikit, dan dari sedikit inipun kebanyakannya tersembunyi, berbeda yang didapati dinegeri Ahli Bid’ah –seperti Rafidhah misalnya – perbuatan keji tersebar luas, malaupun mereka menyangka ini sebagai penerapan syari’at yang mereka diada-adakan.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Sesungguhnya perbuatan bid’ah dalam perkara agama adalah sebab tersebarnya perbuatan keji dan kemunkaran lainnya, sebagaimana berbuat ikhlas hanya karena Allah semata dalam Agama ini adalah sebab ketaqwaan dan perbuatan-perbuatan terpuji. Allah ta’ala berfirman : –

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَ الذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ }

” Wahai kaum manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan kaum sebelum kalian agar kalian bertaqwa “

dimana firman Allah { لعلكم تتقون } ” agar kalian bertaqwa “ berkaitan erat dengan firman-Nya : { اعبدوا ربكم } ” Sembahlah Rabb kalian “. Agar derajat taqwa ini tercapai oleh kalian dengan peribatan kepada-Nya “

Dan karena inilah dan juga alasan lainnya, dituntut adanya perhatian kepada masalah-masalah aqidah terlebih dahulu, dan inilah alasan utma diutusnya para Rasul,

{ اعْبُدُوْا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ }

” Dan kalian sembahlah Allah yang tiada Ilah selain-Nya “

Berkata ‘Amru bin Al ‘Ash – radhiallahu ‘anhu – : ” Sesungguhnya sebaik-baik yang kami utamakan adalah syahadat Laa Ilah illallah wa Anna Muhammad Rasulullah

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Majmu’ Fatawa 4 / 10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: