Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Tempat-tempat Perbedaan Pendapat dan Adz Dzhonn Sangatlah sedikit

Posted by Abahnya Kautsar pada 11 Juli 2008

Pasal

Tempat-tempat Perbedaan Pendapat dan Adz Dzhonn Sangatlah sedikit

Telah kami jelaskan dengan dalil-dalil syara’ dalam pembahasan sebelumnya akan jelasnya Al Haq, dan diiringi pula hal ini suatu dasar yang utama, bahwa masalah-masalah perbedaan pendapat dan dzhonn adalah sangat sedikit.

Dan adanya beberapa dzhonn –persangkaan- hanyalah pada permasalah ijtihadiyah, adapun masalah-masalah Iman dan Aqidah, ilmu qath’I dalammasalah-masalah itu lebih mendominasi.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Dan adalah suatu yang telah diketahui bahwa sebagian besar permasalah dzhonn hanyalah pada masalah-masalah ijtihadiyah dan perbedaan pendapat. Adapun masalah-masalah Iman dan ijma’, ilmu Qath’I lebih dominan.”[1]

Dan beliau mengatakan juga : ” Kebanyakan masalah-masalah fiqh yang kaum manusia membutuhkannya dan mencari fatwa tentangnya, adalah masalah-masalah yang telah ditetapkan dengan nash dana ijma’, dan sesungguhnya dzhonn dan perbedaan pendapat hanya didapati pada sebagian kecilnyadari yang dibutuhkan oleh kaum manusia, dan ini didapati juga pada setiap bidang keilmuan.

Dan kebanyakan dari masalah-masalah khilafiyah, adalah masalah-masalah yangdijumpai pada perkara-perkara yang sangat minim terjadi dan yang disangkakan saja. Adapun yang setiap manusia mesti mengetahuinya dari segala yang diwajibkan atas mereka, yang diharamkan, dan diperbolehkan, adalah hal yang telah diketahui secara qath’i. Dan segala permasalah dalam Agama yang mesti diketahu secara darurat adalah salah satu bagian dri fiqh, dan mengeluarkannya dari pembahasan fiqh adalah perkataan yang tidaklah dikenali oleh kalangan Ulama terdahulu ada yang mengatakannya. ” [2]

Dan jika engkau mengatakan : Masalah-masalah khilafiyah dalam pembahasan fiqh sangatlah banyak, dan ini dimaksudkan bahwa dzhonn sangatlah banyak, semisal Abu Ya’la, telah mengumpulkan masalah-masalah khilafiyah, dan beliau berhenti sekitar ribuan tulisan –sekitar empat ribu, lebih dan kurangnya-. Dan siapa yang hanya mencukupkan dengann permasalah inti-intinya saja seperti yang dilakukan oleh Abu Muhammad Isma’il bin ‘Abdis Salam, ia akan mendapatkan sekitar seratus permasalahan.

Jawaban atas soal ini dari dua sisi :

Pertama ; Bahwa masalah-masalah qath’I, Nash syara’ dan Ijma’ dapat dihitungkan berlipat ganda dari perkara itu.

Kedua : Danbahwa dzhonn ini bukanlah penyifatakan terhadap nash-nash yang diperselisihkan, namun dzhonn yang terjadi pada sebagia Mujtahid, dan hanyalah suatu yang nisbi, yang dikalangan Muhaqqiqqiin –peneliti – adalah suatu yang qath’i.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Dan suatu yang maklum bagi yang mendalami syari’at bahwa hukum-hukum keseluruhan perbuatan hamba adalah suatu yang qath’i bukanlah dzhonniy, dan dzhoon dalam masalah itu hanyalah sedikit sekali hanya pada sebagian kecil perkara yang muncul dari sejumlah Mujtahidin, adapun sebagian besar amalan-amalan hamba –dari tinjauan makna yang yang nampak terjadi – , sebagian besar tinjauan hukumnya adalah perkara yang telah maklum, walillahil hamd .

Dan yang saya maksudkan bahwa hukum dari amalan-amalan itu suatu yang telah maklum, yakni ilmu yang mungkinkan untuk diprediksi, yang akan diperoleh bagi seseorang yang berijtihad dan menjabarkan dalil-dalil syara’ yang berkaitan dengan amalan-amalan tersebut. Bukanlah berarti bahwa setiap orang mampu memberikan prediksi ilmu atas amalan-amalan itu, bahkan demikian juga pada sebagian besar Ahli fiqh kalangan yang meyadur fiqh dengan taqlid kepada para imam-imam mereka, dimana mereka ini sebagian besar pengetahuan mereka hanyalah sebatas dhzon –persangkaan belaka- ataukah suatu bentuk taklid semata. “

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Al Istiqamah 1 / 56

[2] Majmu’ Fatawa 13 / 118

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: