Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

8 Aturan Kala Bayi Sakit

Posted by Ummu Kautsar pada 25 Juli 2008

Memang bukan aturan baku, tapi layak dijadikan pegangan bagi orangtua. Terlebih untuk menghadapi kerewelan bayi saat ia sedang batuk, pilek, demam, radang tenggorokan, atau nyeri perut. Bayangkan bila kita berada dalam posisinya; hidung tersumbat, mata terasa berat, dan sakit menelan. Bedanya, orang dewasa dapat mengatakan apa yang dirasakan. Nah, bayi? Ia hanya bisa menangis. Karena itulah perlu kiat untuk menghadapinya. Ini dia kiatnya:

1. Jangan panik

Kepanikan orangtua mempengaruhi emosi bayi. Akhirnya bayi akan bertambah rewel. Panik juga dapat memengaruhi tindakan atau keputusan yang akan dilakukan untuk penanganan si bayi. Ibu menjadi ragu dan tidak mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, ketika bayi sedang diare dan suhu tubuhnya tinggi, bila tidak panik, ibu dapat mengamati jumlah air seni atau kondisi tinja bayi dengan cermat. Namun karena panik, ibu jadi salah perhitungan atau kurang memberikan ASI kepada bayi. Akibatnya, terjadi dehidrasi berat (kekurangan cairan dalam jumlah banyak). Kondisi ini tentunya membahayakan jiwa bayi.

2. Minta bantuan orang lain

Dengan dibantu, ibu dapat lebih fokus menangani bayi dan mengambil keputusan yang tepat kapan menghubungi atau mendatangi dokter. Ibu juga perlu partner untuk bergantian menjaga bayi agar bisa beristirahat dan tidak malah jatuh sakit.

3. Berikan kenyamanan

Bayi akan merasa nyaman dalam gendongan. Terlebih gendongan yang melibatkan sentuhan kulit karena dengan begitu tercipta rasa nyaman dan tenang. Bayi pun jadi lebih mudah ditidurkan demi membantu memulihkan kondisi tubuhnya.

Bayi baru lahir yang sedang demam, paling baik digendong dengan metode kanguru untuk mengurangi panas tubuhnya.

Caranya, gendonglah bayi di dada dalam keadaan telanjang di balik pakaian ibu agar terjadi sentuhan kulit. Kontak kulit membantu menurunkan demam bayi. Jika bayi sudah tenang dan tertidur, baringkan di ranjang agar dapat beristirahat dengan nyaman.

4. Perhatikan suhu kamar

Aturlah sirkulasi udara dalam kamar agar suhunya terasa nyaman. Jika menggunakan alat pendingin ruangan, aturlah suhunya di angka 22-26° C dengan kelembapan antara 65 sampai 95% karena suhu ruangan yang nyaman akan merangsang tubuh untuk lebih gencar mengeluarkan panas dengan tujuan menyesuaikan diri.

5. Kenakan pakaian yang nyaman

Nyaman berarti pakaian ini memberi keleluasaan pada bayi (tidak ketat dan mengikat sehingga tidak mengganggu fungsi pernapasannya) dan bahannya menyerap keringat. Tidak perlu terlalu terbuka, tapi tetap memungkinkan keringat menguap dengan baik.

6. Hindari bepergian

Pada saat sakit, daya tahan tubuh bayi sangat menurun. Karenanya, ketika bayi sedang sakit, hindari mengajaknya bepergian. Bayi harus cukup beristirahat.

7. Tetap mengajak beraktivitas

Jika bayi tidak mengantuk, lakukan aktivitas bersama yang tidak terlalu banyak menghabiskan tenaga. Anda bisa mengajaknya bermain tepuk tangan, bernyanyi, mendongeng atau membacakan buku cerita. Aktivitas sederhana tersebut dapat dilakukan bersama di tempat tidur atau sambil duduk di sofa. Sesekali, pindahlah

ke ruangan lain yang juga bersirkulasi udara baik. Mengapa kenyamanan perlu dijaga? Karena lingkungan yang tidak nyaman, panas, mudah menimbulkan rasa bosan, yang akhirnya bayi menjadi rewel.

8.Tak perlu selalu “diisolasi”

Demi mencegah penularan penyakit, umumnya bayi yang tengah jatuh sakit akan dipisahkan dari anggota keluarga lainnya. Hal ini tidak berlaku mutlak, kok. Kalau ingin kakak-kakaknya tidak tertular, umpamanya, langkah yang lebih bijaksana adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Selain itu, segera pulihkan kondisi bayi karena semakin cepat pulih, maka kemungkinannya menulari anggota keluarga lain akan semakin kecil.

MENCERMATI KONDISI

Tubuh memiliki sensor atau kemampuan menaikkan suhu sebagai reaksi dalam melawan kuman ataupun virus yang menyerang tubuhnya. Namun ada sebagian bayi, terlebih bayi berusia di bawah 3 bulan, tidak menunjukkan demam saat sakit. Hal ini berkaitan dengan sistem sensor panas di tubuh bayi yang belum sempurna atau dalam kondisi sakit yang berat. Untuk itu, orangtua perlu melakukan pengamatan dan mencermati gejala-gejala lainnya, seperti:

1. Minum ASI-nya berbeda dengan hari biasanya, bisa menjadi lebih sedikit atau malah sangat banyak dan tampak kehausan.

2. Nafsu makan berkurang.

3. Tak banyak beraktivitas dan bahkan tampak lemas.

4. Sorot matanya lesu dan tidak bersemangat.

5. Cermati perubahan fisik, misalnya kulit yang memerah, timbul ruam, dan lain-lain.

6. Cermati BAB dan BAK, apakah normal dan lancar?

PENANGANAN DEMAM, BATUK, DAN PILEK

1.Berikan ASI/minum yang banyak, sehingga si kecil bisa BAK sebanyak-banyaknya. Ini berguna untuk membantu kelancaran sirkulasi suhu tubuh.

2. Lakukan kompres hangat dengan handuk kecil di dada, dahi dan lipatan ketiak serta paha. Air hangat dapat membuat pembuluh darah melebar sehingga mempermudah serta memperlancar sirkulasi suhu tubuh.

3. Berikan obat penurun panas yang aman. Bila suhu tubuh lebih dari 39° C sangat disarankan untuk berobat ke dokter.

4. Segera larikan ke rumah sakit bila bayi mengalami kejang, atau panas tubuhnya bertambah tinggi, dan bayi menolak makan minum.

5. Bila batuk, berikan banyak ASI untuk mengencerkan lendir. Upayakan posisi tubuh bayi agak miring ketika tidur sehingga dahaknya dapat keluar.

6. Untuk mengencerkan ingus yang kental gunakan air garam steril (NaCL 0,9%) yang dapat dibeli di apotek sebagai tetes hidung. Gunakan pipet, teteskan sebanyak 2 tetes pada setiap lubang hidung bayi bila tersumbat.

TEMPERAMEN & KEREWELAN

Ukuran rewel (saat bayi sakit) antara bayi yang satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Perbedaan ini berkaitan dengan temperamen. Seperti kita ketahui, temperamen bayi secara umum dibagi 3, yakni bayi mudah, bayi sulit, dan bayi yang perlahan adaptasinya. Nah, temperamen ini akan memengaruhi tingkat kerewelan bayi kala sakit. Mungkin saja si “bayi mudah” akan rewel sebagai respons ketidaknyamanan yang dirasakan pada tubuhnya kala sakit, namun kerewelannya itu tidak akan “seheboh” kerewelan si bayi sulit. Bayi sulit biasanya membutuhkan perhatian lebih banyak dan waktu yang lebih lama sampai dia merasa nyaman.

Utami Sri Rahayu. Foto: Iman/nakita

Narasumber:

dr. Keumala Pringgardani, SpA.,

dari Klinik Sammarie Jakarta

Sumber : Nakita

Iklan

Satu Tanggapan to “8 Aturan Kala Bayi Sakit”

  1. bekti said

    kebetulan anak saya baru saja keluar dari rumah sakit. awalnya hari selasa ia demam, lalu jam 11 malam saya bawa ke bidan karena suhu badannya meningkat panas. malam itu dan esoknya panas nya belum juga turun yaitu 39 derajat c. sepanjang hari rabu ia tak mau menyusu dan makan. kelihatan mual ingin muntah dan pusing. rewel sepanjang hari sampai malam. hari kamis, ia berubah lemas, tapi sudah mau menyusu. panas nya belum turun. pagi itu kami bawa ke dokter, dan langsung di infus karena menurut dokter anak dehidrasi, sebab 2 hari tidak pipis. di badannya banyak bintik2 merah yang kami waspada apakah panas dalam/gabag atau demam berdarah. di rumah sakit hanya 1 hari. begitu diinfus langsung sorenya banyak pipis dan bab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: