Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Menggantungkan ‘Illat Ahkamul Fiqhiyah dengan dalih sebagai suatu Masalah Khilafiyah

Posted by Abahnya Kautsar pada 31 Juli 2008

Pasal

Menggantungkan ‘Illat Ahkamul Fiqhiyah

dengan dalih sebagai suatu Masalah Khilafiyah

Seseorang yang menekuni kitab-kitab para fuqaha’, akan menjumpai terkadang sebagian dari para fuqaha’ – terkadang- menyebutkan ‘illat/sebab sejumlah hukum syar’I dikarenakan hukum tersebut adalah masalah yang diperselishkan. Terkadang kita dapati salah seorang dari fuqaha’ berpendapat bahwa sesuatu dihukumi makruh, dikarenakan sebagian ulama berpendapat haramnya sesuatu itu sedangkan lainnya berpendapat bolehnya, maka iapun berpendapat sesuatu itu makruh dengan dalih agar keluar dari lingkup perselisihan ulama !!

Berkata syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Ta’lil hukum-hukum syara’ dengan dalih adalah masalah khilafiyah adalah ‘illat yang batil dalam tinjauan hukum syara’ itu sendiri, dikarenakan perselisihan bukanlah salah satu dari sekian sifat yang mana Allah ta’ala sebagai peletak syara’ menggantungkan hukum-hukum syara’. Dan sesungguhnya ini adalah sifat yang dimunculkan sepeninggal Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, hanya saja dipakai oleh mereka yang tidak mengerti kedudukan dalil-dalil syara’ itu sendiri, untuk lebih berhati-hati. ” [1]

Yang tersirat dari perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahwa yang memiliki keluasan ilmu tentunya tidak akan tergelincir pada perbuatan itu, adapun yang tidak seperti itu, dimana ia sama sekali tidak mampu membedakan mana yang benar dan yang keliru dari permasalahan ini, dan tidak mempercayai atau tidak merasa puas dari salah satu dari semua pendapat yang berbeda , dan belumlah jelas baginya Al Haq dari setiap pendapat yang ada, maka meniti cara ini untuk keluar dari perselisihan.

Berkata Asy Syaikh Al ‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin : ” Dan penyanggahan dengan adanya Khilaf pada masalah bukanlah suatu ‘illah –penyanggahan/sebab- yang syar’i. dDan tidaklah diterima sanggahan hanya dengan perkataan engkau : Untuk berlepas diri dari khilaf, dikarenakan penyanggah dengan dalih berlepas diri dari khilaf adalah suatu sanggahan yang tiada lain adalah sanggahan dengan dalih adanya khilaf.

Namun kami katakan : Jikalau khilaf tersebut memiliki sisi yang mungkin dalam pandangan dan dalil-dalil mungkin menunjukkannya, maka kami membencinya, bukan karena padanya dijumpai khilaf/perbedaan pendapat- melainkan karena dalil-dalil masih ada ihtimal –kemungkinan saja-, maka termasuk dalah bab : ( Tinggalkan yang meragukan engkau kepada sesuatu yang tidak meragukanmu ) [2]

Adapun jika ternyata khilaf yang ada tidak memiliki sisi pandang yang tepat, maka tidak dapat kami jadikan sanggahan pada suatu masalah, dan disadur darinya suatu hukum

ليس كل خلاف جاء معتبرا إلا خلاف له حظ من النظر

Dan tidak semua perselisihan yang ada itu dijadikan I’tibar/sandaran

Kecuali perselishan yang memiliki sisi pandang yang tepat.

Dan dikarenakan juga karena hukum-hukum syar’I tidak ditetapkan melainkan dengan dalil, sedangkan pertimbangan adanya khilaf bukanlah suatu dalil syar’I yang akan menetapkan hukum-hukum syar’I, lantas dikatakan : ini makruh ataukah bukan makruh .”[3]

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Lihat dalam ” Majmu’ Rasail Fiqhiyah ” Syaikh Al ‘Allamah Muhammad Sholeh Al ‘Utsaimin hal. 55

[2] Lihat dalam Irwa’ul Gholil No. 4702

[3] Asy Syarh Al Mumti’ 1 / 52

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: