Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Faidah Kemilau dari Al Wazir Ibnu Hubairah

Posted by Abahnya Kautsar pada 22 November 2008

Pasal

Faidah Kemilau dari Al Wazir Ibnu Hubairah

Al Wazir Ibnu Hubairah, adalah seorang ‘alim yang telah meneliti tujuan-tujuan tersirat dari syara’, qawa’id kulliyat, dan menelaah nash-nash syara’ yang berkenaan dengan perintah untuk berjihad menghalau kaum musyrikin dan berjihad menghadapi para ahlul bid’ah, juga mempelajari perjalanan para Khulafa’ Rasyidin dalam berjihad menghadapi kaum musyrikin, dan beliau benar-benar telah memperhatikan dengan mata hati nurani beliau segala kerusakan yang ditimbulkan oleh para ahlil bid’ah ditengah-tengah ummat islam dan kerusakan yang ditimbulkan olehm musuh luar islam dari orang-orang kafir dan musyrikin, maka beliau menarik kesimpulan bahwa kerusakan para ahlil bid’ah ditengah-tengah ummat Islam jauh lebih besar dibanding kerusakan kaum musyrikin.

Dan sewaktu beliau –rahimahullah – melansir suatu hadits dari ‘Ali bin Abi Tholib –radhiallahu ‘anhu – tentng khawarij, diamna beliau berkata : ” Diantara mereka ada seseorang yang cacat lengannya, pendek tangannya atau kecil tangannya, seandainya kalian tidak menyalah gunakan penyampaianku, tentulah akan saya kabarkan suatu hadits kepada kalian, janji Allah bagi mereka yang memerangi mereka melalui penyampaian Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam ” [1]

Maka berkatalah Al Wazir Ibnu Hubairah : ” Dalam hadits ini terkandung suatu fiqh, yaitu besarnya pahala dalam memerangi kaum khawarij, dimana sampai-sampai ‘Ali mengkhawatirkan para shahabat beliau menyalah gunakannya jika beliau menyampaiakn kepada mereka paha yang dijanjikan kalau mereka memerangi kaum khawarij itu.. Dan sesungguhnya beliau menyebutkan seperti ini agar jangan seorangpun waktu itu diawal munculnya kaum khawarij seperti mereka ini, yang akan beranggapan bahwa memerangi kaum musyrikin lebih diutamakan dari pada memerangi mereka, melainkan memerangi mereka, kaum khawarij dengan alasan tersebut lebih utama dari pada memerangi kaum musyrikin, dikarenakan memerangi kaum khawarij tiada lain adalah untuk menjaga modal dasar Islam, sedangkan memerangi kaum musyrikin tujuannya untuk mencapai kelegaan dalam menjalankan Islam ” [2]

Dan berkata Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli : Saya telah mendengar Yahya bin Ma’in berkata : ” Membela As Sunnah lebih afdhol dari pada Jihad fii sabilillah.” Maka saya pun bertanya : ” Seseorang yang menginfaq-kan hartanya, bersusah payah dengan dirinya dan berjihad, namun yang ini lebih afdhol dari jihad ?! Beliau berkata : ” Benar, sangat lebih afdhol ” [3]

Dan iniluhyang ditempuh oleh para Imam kita, mereka berpendapat bahwa jihad menghadapi ahlul bid’ah adalah inti dari jihad, sedangkan jihad menghadapi kaum kuffar dan orang-orang mulhid hanyalah salah satu bagian dari inti jihad tersebut.

Berkata Al ‘Allamah ‘Abdurrahman As Sa’di : ” Jihad ada dua macam ; Jihad yang diperuntukkan untuk mencapai kemashlahatan kaum muslimin, memperbaiki aqidah mereka, akhlaq dan segenap perilaku mereka baik itu perilaku diiniyah maupun duniawiyah, dan dalam men-tarbiyah mereka dari sisi keilmuan maupun amalan, jihad yang ini adalah intisari jihad dan penegak jihad [4], dan dari sini akan berdiri jihad jenis yang kedua, yakni jihad yang ditujukan untuk menghalau kaum berlaku yang sewenang-wenang kepada Islam dan kaum muslimin, dari kaum kuffar dan orang-orang munafik dan kaum mulhid dan semua musuh-musuh Islam dan penyokong mereka. “[5]

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Dikeluarkan oleh Muslim No. 1066

[2] Al Ifshoh ‘an Ma’ani Ash Shihah 1 / 280

[3] Siyar A’lamin Nubala 10 / 518

[4] Manhaj inilah yang diungkapkan oleh al ‘Allamah Al Albani dengan istilah At Tashfiyah wat Tarbiyah.

[5] Wujub Ta’awun bainal Muslimin hal. 7 -8

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: