Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,233,517 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Qaidah ini tidak sejalan dengan Manhaj As Salaf

Posted by Abahnya Kautsar pada 24 November 2008

Dampak Negatif dalam realisasi Qaidah ini

Pasal

Qaidah ini tidak sejalan dengan Manhaj As Salaf

Telah kami jelaskan seiring dengan dalil-dalil syara’ yang kami cantumkan, bahwa kaidah ” Saling membantu dalam perkara yang kita sepakati dan saling memberikan udzur pada perkara yang kita perselisihkan “, bukanlah kaidah yang sejalan dengan amalan para shahabat – radhiallahu ‘anhum -, bahkan amalan mereka sesungguhnya sangat bertolak belakang dengan kaidah itu, dimana engkau akan mendapati salah seorang dari mereka menisbatkan dirinya telah terjatuh dalam kesesatan tatkala mengikuti pendapat selainnya yang ia telah ketahui menyimpang dari yang benar.

Seandainya engkau meminta si pencetus kaidah ini untuk menjelaskan siapa pendahulu ia dalam mengutarakan kaidah ini dari masa-masa yang utama, tidaklah ia akan sanggup untuk mendatangkannya, sekiranya pendapat ini suatu pendapat yang terpuji, tentulah akan diucapkan oleh sebaik-baik –yang hidup – pada masa itu, penghulu ummat ini dan yang terbaik diantara mereka.

Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman mencela kaum kuffar yang mengingkari keutamaan kaum mu’minin dan mengkaitkan kebaikan hanya pada diri mereka : –

{ وَ قَالَ الذِّيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا لَوْ كَانَ خَيْراً مَا سَبَقُوْنَا إِلَيْهِ وَ إِذْ لَمْ يَهْتَدُوْا بِهِ فَسَيَقُوْلُوْنَ هَذاَ إِفْكٌ قَدِيْمٌ }

” Dan berkata orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, sekiranya ini adalah suatu kebaikan, tidaklah mereka akan mendahului kami. Dan jikalau mereka tidak mendapatkan petunjuk tentulah mereka akan mengatakan ini hanyalah kedustaan yang terdahulu ” – Al Ahqaf : 11 –

Berkata Al Imam Ibnu Katsir dalam menanggapi ayat ini : ” Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka mengatakan bahwa segala perbuatan dan ucapat yang tidak ada ketetapannya dari para shahabat maka itu adalah suatu bid’ah, dikarenakan seandainya itu adalah kebaikan tentu mereka akan terlebih dahulu dari kami, dikarenakan mereka tidak akan meninggalkan satupun bahagian dari setiap sisi kebaikan, melainkan mereka akan bersegera melakukannya ” [1]

Dan seandainya ada yang mengatakan : Bahwa para Ulama Salaf tidak mengucapkan perkataan ini, akan tetapi mereka mendiamkannya, dan diamnya mereka tidak menunjukkan bahwa ucapan ini salah !

Saya katakan : Sesungguhnya dalil-dalil syara’ yang telah kami paparkan dari mereka telah membatalkan kaidah ini, seandainyapun mereka mendiamkan perkataan ini, tidak akan lepas dari dua kemungkinan :

Pertama : Bahwa mereka ini mendiamkan sesuatu sedangkan mereka mengetahuinya, maka sepantasnya bagi kita untuk diam sebagaimana mereka mendiamkannya.

Kedua : Bahwa mereka mendiamkan sesuatu dan mereka sama sekali tidak mengetahuinya, maka lebih pantaslah bagi kita tidak menjangkau pengetahuan yang merekapun tidak mengetahuinya.[2]

Berkata Abu Hamid Al Ghozali tentang kedudukan beberapa lafadz dan pendapat yang tidak memiliki nilai : ” Tidaklah para shahabat mendiamkan sesuatu – dimana merekalah kaum yang paling mengerti hakikat sesuatu dan yang paling fasih dalam hal penyusunan lafadz dibanding selain mereka – melainkan mereka telah menjangkau pengetahuan akan dampak buruk yang timbul dari sesuatu tersebut ” [3]

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Tafsir Ibnu Katsir 7 / 278

[2] Al Hujjah fii Bayanil Mahajjah 1 / 100

[3] Dinukil oleh Syaikhul Islam dalam Al Istiqomah 1 / 81

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: