Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,235,887 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Kaidah ini berseberangan dengan perintah Allah

Posted by Abahnya Kautsar pada 7 Januari 2009

Pasal

Kaidah ini berseberangan dengan perintah Allah

Pengamalan kaidah ini dalam kisaran perpedaan pendapat dan perselisihan, dimana memberikan udzur bagi setiap penyelisih untuk berpegang dengan pendapat ia yang syadz – ganjil -, pandangan ia yang fasad serta keyakinannya yang menyesatkan, bukanlah suatu yang diperintahkan oleh syara’, bahkan ini bertentangan dengan perintah syara’ yang mewajibkan untuk merujuk kepada Al Qur’an dan As Sunnah ketika berselisih dan berbeda pendapat, hingga syara’ yang menentukan hukumnya diantara semua yang dipersilishkan oleh kaum manusia, dan kesemuanya berada diatas jalan yang lurus dan agama yang kokoh. Inilah yang merupakan suatu kewajiban, menjadikan firman Allah dan sabda Rasul-Nya sebagai dasar pijakan dan yang terdepat yang mesti diikuti, adapun selain friman Allah dan Rasul-Nya, maka tidak boleh dijadikan dasar pijakan sama sekali.

Maka tidak diperkenankan seseorang mengharuskan kepada setiam kaum manusia, bahkan tidak juga walau sebatas menganjurkan mereka memilih mengamalkan kaidah ini dan menjadikannya dasar pijakan sedangkan kaidah ini terang-terangan telah menyelisihi perintah allah, yang mengharuskan mengembalikan setiap perkara kepada-Nya dan Rasul-Nya ketika terjadi perselisihan dan perbedaan pendapat.

Dan apa artinya syari’at ini, dan nilai pentingnya bagi segenap manusia, jikalau setiap yang menuggangi bid’ah yang menyesatkan dan syubhat yang membawa kerusakan, diberikan udzur. Maka akhirnya tidak akan dijumpai lagi aturan yang jelas.

Allah ta’ala berfirman :

{ فَإِنْ تَنَازَعْتثمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَ الرَّسُوْلِ إِنْ كُنْتثمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اليَوْمِ الآخِرِ }

” Dan jikalau kalian berselisih dalam setiap perkara, maka kalian kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, jikalau kalian beriman kepada Allah dan hari akhir “ – An Nisa’ : 56 –

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Dan Allah –subhanahu – telah memerintahkan dalam kitab-Nya –ketika terjadi perselisihan – untuk dikembalikan kepada Allah dan Rasulullah, dan pada dasarnya tidak memerintahkan ketika terjadi perselisihan kepada sesuatu tertentu “[1]

Jadi inilah perintah dan hukum Allah yang sebenarnya ketika terjadi perselisihan, bukan dengan membiarkan masing-masing yang berselisih bersikokoh diatas penyelisihannya, karena itu merupakan suatu yang diada-adakan dan suatu bid’ah, dan bahkan pula meniadakanpeng-kultusan mutaba’ah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dan inilah batasan yang membedakan antara seorang muttabi’ dan mubtadi’, dimana seorang muttabi’ tidak mendapatkan keluasan untuk mengatakan selain kebenaran, adapun seorang mubtadi’ menolerir setiap perkataan yang batil dan memberikan udzur bagi pelakunya.

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Mihnah Ibnu Taimiyah hal. 1, disadur dari ” Fiqh an Nawazil ” tulisan Al ‘Allamah Bakr Abu Zaid 1 / 58

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: