Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Pintu Keburukan yang terbuka lebar

Posted by Abahnya Kautsar pada 7 Januari 2009

Pasal

Pintu Keburukan yang terbuka lebar

Seandainya kita menerima konsukuensi dari kaidah ini, kita akan memberikan udzur bagi setiap yang menyelisihi !Dan kita akan membenarkan setiap bid’ah dan kesesatan !!

Dan semua kesalahan akan berkesinambungan satu sama lainnya, dan memberikan udzur pada beberapa kesalahan –pada awalnya – yang dianggap enteng, hingga akhirnya setelah itu menuju pada kesalahan yang berat.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ” Dan sesungguhnya bid’ah yang pertama kali nampak adalah bid’ah yang remeh, dan ketika yang menegakkan cahaya nubuwwah semakin melemah maka bid’ah pun akan semakin menjadi kuat ” [1]

Dan seandainya kita menerima kaidah ini, kitapun akan memberikan udzur bagi yang meminum nabidz !! akan memberikan udzur bagi yang menghalalkan nikah mut’ah ! dan yang menjual belikan dirham dengan dirham secara riba fadhl ! dan memberi udzur bagi yang makan setelah fajar sebelum terbitnya matahari ! akan memberikan udzur bagi yang menikahi pelacur sedangkan wanita itu masih melakukan perbuatannya ! akan kita berika udzur bagi yang menikahi wanita yang telah tidur dengan seratus laki-laki bejat ! dan akan kita berikan udzur bagi yang beristighotsah kepada orang yang telah meninggal ! yang menolak sifat-sifat Allah ! yang mengikuti pendapat jabariyah ! yang menolak dilihatnya Allah diakhirat ! hingga akhirnya kitapun akan ridho – setelah itu – setidaknya dengan apa yang dibawa oleh para pelaku bid’ah yang menyesatkan, dan kita berikan udzur bagi mereka dalam kesesatan dan penyimpangan mereka, dan ta’awun dengan apa yang tersisa dari mereka yang hanya berupa pemngakuan mereka akan adanya wujud Allah dalam melawan kaum yang mengingkari wujud Allah dari kaum komunis sosialis dan kaum materialis.

Berkata Al Khoththabi – dalam penjelasan beliau tentang nabidz dan yang memabukkan – : ” Jikalau ada yang berpendapat : Sesungguhnya kaum manusia ketika berselisih tentang perkara minuman, dan mereka sepakat dalam hukum haramnya khomar dari anggur, dan berselisih pada selainnya, maka keharusan bagi kami hanyalah yang mereka telah sepakati dan selain itu adalah mubah bagi kami !

Ini adalah kesalahan yang fatal, dan Allah telah memerintahkan bagi semua yang berbeda pendapat untuk menyerahkan perselisihan mereka kembali kepada Allah, jadi semua yang diperselisihkan dalam perkara minuman dikembalikan pada pengharaman Allah dan Rasul-Nya pada khomar. Dan telah shohih bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ” Setiap minuman yang memabukkan maka kesemuanya haram ”

Di mana beliau merujuk pada suatu bentuk dengan penamaan yang umum dan sifat yang khusus, yang merupakan ‘illat/sebab hukumnya, dan inilah bantahan bagi mereka yang berselisih, dan seandainya yang dipegang oleh yang berpendapat diatas tadi, maka konsukuensinya pula pada perkara riba, shorf – jual beli mata uang -, nikah mut’ah, dimana ummat Islam masih berselisih pada masalah-masalah itu ” [2]

Dan berkata Asy Syathibi dalam memaparkan mafsadat yang timbul akibat dari kaidah ini dan dampak darinya yang berupa penyesatan : ” Sebagaimana halnya dengan berlepas diri dari agama Islam dengan menolak ittiba’ kepada dalil syara’ dan cenderung mengikuti perselisihan dan serupa pula denga pelecehan terhadap agama ini, dimana dari sudut pandang ini akan mengalir tidak mengikuti aturang yang jelas, dan sama seperti menolak suatu yang telah maklum dan mengikuti sesuatu yang belum pasti ” [3]

Saya katakan : Dan ta’awun dengan para pelaku bid’ah yang menyesatkan akan menimbulkan rasa kebersamaan seiring dengan berlalunya waktu, dan mendiamkan segala kemungkaran mereka setelah itu, dikarenakan mereka tidak akan pernah ta’awun dengan siapapun yang mengingkari kebatilan mereka, bid’ah mereka dan yang memperingatkan manusia dari mereka, dikarenakan nurani manusia akan menjauh dari semua bentuk ta’awun bersama seseorang yang memperingatkan dan yang mengingkari nya, dan seorang manusia akan bersama yang ia cintai kelak dihari kiamat.

Judul Asli : Zajr Al Mutahawin Bidhorurah Qaidah Al Ma’dzarah wat Ta’awun

Penulis : Hamd bin Ibrahim Al ‘Utsman

Muroja’ah : Al ‘Allamah Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan Al Fauzan

Rekomendasi : Al ‘Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad

Penerbit : Maktabah Al Ghuraba’ Al Atsariyah

Cetakan Pertama 1419 H / 1999 M

Penerjemah : Abu Zakariya Al Atsary


[1] Ar Risalah At Tadmuriyah hal. 194

[2] A’lamul Hadits 3 / 2091 – 2092

[3] Al Muwafaqat 4 / 147

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: