Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Kumpulan Artikel Bid’ahnya Perayaan Maulid

Posted by Abahnya Kautsar pada 25 Februari 2009

Berikut kumpulan artikel yang telah terposting dalam blog ini berkaitan dengan perayaan maulid yang oleh sebagian kaum muslimin senantiasa menjadikannya sebagai hari raya sebagaimana orang nashrani terhadap nabi Isa ‘alaihis salam, sedangkan perayaan maulid sendiri adalah sesuatu ajaran baru yang tidak dikenal oleh para shahabah, karena sekiranya itu merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentulah merekalah orang pertama yang akan mengamalkan maulid untuk Rasulullah. Namun, pada kenyataannya sejak zaman shahabah, tabi’in dan atba’ at tabi’in perayaan maulid tidaklah dikenal oleh mereka. Perayaan ini hanya dikenal pada masa belakangan dan termasuk sesuatu yang bid’ah karena tidak ada tuntunannya sama sekali.

Artikel-artikel ini berasal dari sebuah buku yang ditulis oleh Al Ustadz Abu Mu’awiyah yang diterbitkan oleh Maktabah Al Atsariyyah, cetakan pertama tahun 2007. Silakan disebarluaskan untuk kepentingan dakwah dan jangan diperjualbelikan.

Artikel-artikel tersebut adalah :

Perayaan Maulid adalah bid’ah

Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah

Tidak Ada Bid’ah Hasanah Dalam Islam

Syarat Diterimanya Amalan

Terlarangnya Taqlid Dalam Agama

Haramnya Tasyabbuh Kepada Orang-Orang Kafir

Hakikat Kecintaan Kepada Nabi Muhammad

Tuntunan Nabi -Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- Dalam Bershalawat

Definisi dan Sejarah Munculnya Perayaan Maulid

Penetapan bahwa Orang-Orang yang Merayakan Maulid

Syubhat dan Argumen Orang-Orang yang Membolehkan Perayaan Maulid Beserta Bantahannya

Kemungkaran-Kemungkaran Dalam Perayaan Maulid

Perkataan dan Fatwa Para Ulama

Kumpulan Fatwa Seputar Perayaan Maulid

PENUTUP (Maulid – selesai)

Iklan

3 Tanggapan to “Kumpulan Artikel Bid’ahnya Perayaan Maulid”

  1. myrazano said

    Tentunya termasuk bid’ah apabila :

    Sebelumnya mungkin ada sedikit pendahuluan untuk menjawab sekian bantahan yang disampaikan saudara myrazano di bawah ini.

    Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. (Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah)

    Hal ini sebagaimana dapat dilihat dalam firman Allah Ta’ala,

    بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

    “Allah Pencipta langit dan bumi.” (QS. Al Baqarah [2] : 117, Al An’am [6] : 101), maksudnya adalah mencipta (membuat) tanpa ada contoh sebelumnya.

    Banyak sekali hadits Nabawi yang mengisyaratkan makna syar’I dari kata bidah, Namun, definisi yang paling bagus, jelas dan simpel adalah Wallahu A’alam apa yang dipilih oleh Imam As-Syathibi dalam kitabnya Al I’tishom 1/50, beliau menjelaskan makna bid’ah adalah :
    البدعة:هي طريقة في الدين مخترعة ,تضا هي الشرعية ,يقصد السلوك عليها المبالغة في التعبد لله تعالي.
    cara baru agama yang dibuat untuk menyerupai syari’at dengan maksud untuk melebihkan dalam beribadah kepada Allah.

    Imam Syathibi dalam Al-I’tishom ( 1/37 ) juga memilih definisi bid’ah seperti itu. Dan definisi tersebut adalah yang paling koprehenshif di antara beberapa definisi bid’ah.

    Kemudian Imam Asy-Syathibi menjelaskan definisi bid’ah tersebut dengan panjang lebar yang intinya sebagai berikut :

    Ungkapan ‘cara baru dalam agama ‘ itu maksudnya, bahwa cara yang dibuat itu disandarkan oleh pembuatnya kepada agama. Tetapi sesungguhnya cara baru itu tidak ada dasar pedoman dalam syari’at. Sebab dalam agama terdapat berbagai cara, di antaranya ada cara yang berdasarkan pedoman asal dalam syari’at, tetapi juga ada yang tidak mempunyai pedoman asal dalam syari’at. Maka cara dalam agama yang termasuk dalam katagori bid’ah adalah apabila cara itu baru dan tidak ada dasarnya dalam syari’at. Artinya, bid’ah adalah cara baru yang dibuat tanpa ada contoh dari syari’at. Sebab bid’ah adalah sesuatu yang keluar dari apa yang telah ditetapkan dalam syari’at.

    Ungkapan “menyerupai syari’at “ sebagai penegasan bahwa sesuatu yang diada-adakan dalam agama itu pada hakekatnya tidak ada dalam syari’at bahkan bertentangan dengan syari’at dari beberapa sisi, seperti mengharuskan cara dan bentuk tertentu yang tidak ada dalam syari’at. Juga mengharuskan ibadah-ibadah tertentu dalam syari’at dan tidak ada ketentuannya.

    Ungkapan “untuk melebihkan dalam beribadah kepada Allah“, pelengkap makna bid’ah. Sebab demikian itulah tujuan para pelaku bid’ah yaitu menganjurkan untuk tekun beribadah, karena manusia diciptakan Allah hanya untuk beribadah kepada-Nya seperti disebut dalam firman-Nya “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Seakan-akan orang yang membuat bid’ah melihat bahwa maksud dalam membuat bid’ah untuk ibadah sebagaimana dimaksudkan ayat tersebut, dan dia merasa bahwa apa yang telah ditetapkan dalam syari’at tentang undang-undang dan hukum-hukum belum mencukupi sehingga dia melebih-lebihi dan menambahkan.

    Kesimpulan

    Dari seluruh ta’rif bid’ah yang disebutkan oleh para ulama maka kita bisa simpulkan dalam beberapa hal:

    1. Bahwasannya bid’ah adalah sesuatu yang baru dalam agama, maka setiap yang baru yang tidak dimaksudkan untuk agama akan tetapi dimaksudkan untuk kepentingan duniawi (permasalahan dunia) itu bukan termasuk bid’ah, seperti orang sekarang membikin alat-alat bangunan dan tranfortasi yang dimaksudkan untuk kemaslahatan manusia.

    2. Bahwasannya bid’ah adalah sesuatu yang tidak ada dasar dalil yang menunjukkan kepadanya, adapun kalau ada qaidah-qaidah syar’a yang menunjukan kepadanya maka itu bukan bid’ah, walaupun tidak ada nash yang secara langsung (menunjukan kepada jenisnya ).

    Contohnya apa yang terjadi hari ini orang membikin alat-alat untuk perang seperti kapal tempur, mortir, yang merupakan perantara untuk orang berjihad melawan kekuatan orang kafir. Maka semacam ini tidak dikatakan bid’ah walaupun tidak ada dalil langsung yang menunjukan harusnya membikin jenis-jenis seperti tadi dan Rasul tidak menggunakannya, akan tetapi ada dalil yang umum yang menunjukkan terhadapnya yaitu diwajibkannya untuk mempersiapkan perbekalan untuk perang Allah berfirman :
    Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi ..(Al-Anfal :60)

    3. Bahwasannya bid’ah seluruhnya jelek dan dicela, maka tidak ada bid’ah yang baik sebagaimana sangkaan sebagian orang .

    4. Bid’ah dalam agama kadang-kadang terjadi dengan cara penambahan juga bisa terjadi karena pengurangan dengan maksud membuat ajaran baru dalam agama.

    Dengan ketetapan diatas maka anda mengetahui kesalahan orang yang mengatakan, bahwa bid’ah adalah “sesuatu perbuatan yang belum ada pada tiga abad pertama dan tidak terdapat dasarnya dalam empat sumber hukum ( Al-Qur’an dan Hadits, Ijma’ dan Qiyas ) “.

    1. Menambahkan bahasa Indonesia dalam kutbah Jumat, hari raya

    saya kira sudah terjawab di atas, bahwa itu adalah untuk kemashlahatan ummat, sekiranya kita harus berdakwah/khutbah dengan bahasa arab, tentunya Islam tidak akan masuk ke Indonesia.

    2. Memakai alat pengeras suara dalam shalat, azan

    Sekali lagi, ini adalah untuk kemashlahatan, telah jelas di atas.

    3. Berdakwah melalaui blog, internet lainnya, pesawat televisi, radio surat kabar

    Masya Allah, semua yang ada sekarang adalah bid’ah, akan tetapi jika anda membaca sedikit ringkasan dari kami di atas dengan penuh ketenangan hati dan tanpa hawa nafsu, insya Allah Allah akan memberikan pemahaman kepada Anda.

    4. Shalat tarwih berjamaah

    Sedangkan ini bukanlah bid’ah, karena asalnya Rasulullah telah memberikan contoh, hanya saja, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam takut Allah akan menjadikannya wajib, maka Beliau tinggalkan dan kemudian pada masa Umar bin Al Khaththab dihidupkan kembali sunnah ini.

    5. Memakia pesawat terbang ke untuk naik haji

    telah jelas, insya Allah.

    6. Mengharamkan alkohol, golput dll

    Untuk permasalahan alkohol lihat di sini

    Untuk golput, siapa yang mengharamkan? Siapa yang membolehkan, kami tidaklah mengetahui bahwa pada masa Rasulullah, para shahabah, tabi’in dan Tabi’ at Tabi’in ada pemilihan umum dengan model suara terbanyak. Hadaanallahu wa iyyakum.

    7. Masih banyak lagi bid’ah-bid’ah yang harus kita perangi seperti berperang memakai senjata api, bom, memakai kompas untuk menentukan arah kiblat, zakat gaji, membaca kabirau… sebelum doa iftitah dalam shalat, shalat sunat azan, azan dua kali pada shalat jumat dan lain lain ….

    Silakan baca kitab al I’thisham karya Al Imam Asy Syatibi di atas, jika ingin penjelasan lebih lengkap tentang bid’ah dan seluk beluknya. atau baca semua artikel tentang bid’ahnya maulid disini dengan lapang hati tanpa dengki, dendam, dan taklid buta kepada guru semata. Dan hanya mengharap kepada Allah petunjuk dan Taufiq-Nya.

    terimakasih
    hidup para pembid’ah !!!

    Na’udzubillahi minal bida’i wadh dhalal.

    ctt: Menyampaikan sesuatu yang kita tidak berilmu tentangnya sama saja menyebarkan kemungkaran.

    Orang yang tidak berilmu adalah orang yang jika disampaikan kebenaran maka ia menolak dengan dasar hawa nafsunya. Sedangkan apa yang kami sampaikan di sini adalah ilmu dalam rangka memurnikan syari’at ini dari sekian kemungkaran yang tidak ada asalnya dalam syari’at dan mengembalikannya kepada syari’at Islam yang mulia sebagaimana yang dipahami oleh para pendahulu kita yang Shalih.
    Allahul musta’an wa ‘alaihi tiklan. Nas’alullaha as salamah wal aafiyah.

  2. ABU YAHYA said

    akh…

    izin copy artikelnya ya!
    jazakallohu khoir..

    و إياكم
    تفضل , hanya saja, sepertinya semua artikel link udah dihapus, kaitannya dengan izin dari penulisnya, insya Allah Ta’ala ke depan artikel-artikel tersebut akan diaktifkan kembali dengan susunan bahasa yang baru atau dengan rujukan yang lainnya.
    Afwan…

  3. dimas said

    semoga kita terlindungi dari perbuatan bid’ah…………..
    buku islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: