Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Tujuh Juta Rakyat Indonesia Kena Hepatitis C Kronik

Posted by Ummu Kautsar pada 20 Mei 2009

Sekitar tujuh juta orang Indonesia diperkirakan telah terpapar penyakit hepatitis C kronik. Ditengarai, terdapat kejadian ribuan infeksi baru dari penyakit infeksi virus pada organ hati ini setiap tahunnya di tanah air.

Guna menangani ini, dibutuhkan kerjasama yang apik antara pemerintah, organisasi profesi, organisasi peduli hepatitis dan dunia usaha.

Pernyataan itu diutarakan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam sambutan Peringatan Hari Hepatitis Sedunia dan Peluncuran Kerjasama Kampanye Hepatitis C, Selasa (19/5), di Jakarta. Lantaran berhalangan hadir, sambutan Siti Fadilah dibacakan Rahmi Untoro, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Medikolegal Depkes.

“Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang wajib dilaporkan mengingat dampaknya yang berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa kesehatan masyarakat,” papar Siti Fadilah dalam sambutan teksnya.

Kurang lebih ada tiga jenis hepatitis. Tipe A merupakan tipe akut dan kerap menimbulkan kejadian luar biasa dalam situasi kejadian keracunan makanan dan minuman. Tipe A termasuk jenis hepatitis ringan dibanding tipe B dan C.

Berdasarkan data lembaga kesehatan dunia WHO tahun 2000, prevalensi hepatitis B kronik di Indonesia sekitar 5% dan hepatitis C kisarannya 3%. Jadi, imbuh Siti Fadilah, sekurangnya ada 11 juta orang Indonesia menderita hepatitis B kronik dan tujuh juta lainnya hidup dengan hepatitis C kronik.

Menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Unggul Budiono, 90% pengidap hepatitis, tidak sadar dirinya telah terpapar. Umumnya, jejak hepatitis, baru terdeteksi ketika dalam stadium lanjut. Alhasil, hepatitis C kerap dijuluki sebagai silent killer.

“Tanpa ada penanggulangan, ke depan, penyakit ini dapat mengundang masalah serius bagi bangsa. Hingga detik ini, vaksin hepatitis C belum ditemukan,” sebut Unggul meminta segenap warga waspada.

Virus hepatitis C adalah penyebab infeksi hati menahun (kronik) dan dapat bermuara pada kejadian sirosis (kanker hati) yang berujung pada kematian. WHO memperkirakan, virus hepatitis C telah menyerang lebih dari 170 juta orang di seluruh dunia dengan tiga sampai empat juta infeksi baru setiap tahunnya.

Sekitar 80% dari orang yang baru terinfeksi, penyakitnya akan terus berkembang menjadi infeksi kronik. Umumnya, sirosis terjadi pada sekitar 10-20% penderita hepatitis C kronik. Kanker hati terjadi pada 1%-5% penderita hepatitis C kronik dalam kurun waktu 20-30 tahun.

Virus hepatitis C menyebar lewat kontak langsung dengan darah atau produk darah. Jalur utama penularan melalui transfusi darah yang tidak ditapis dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril secara bergantian.

Sebagai bentuk penanggulangan, Rahmi memaparkan, pemerintah telah mengupayakan pencegahan penyakit dengan vaksinisasi melalui program nasional imunisasi wajib untuk bayi umur 0-11 bulan. Di samping itu, surveilance terpadu di rumah sakit dan laboratorium juga masih terus berjalan.

Khusus untuk hepatitis C yang belum ada vaksin, Depkes dengan menggandeng instansi swasta telah menungumpulkan data sebaran hepatitis C di 21 provinsi dengan melibatkan unit transfusi darah, rumah sakit, dan laboratorium.

Sumber : MI Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: