Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Kaffarah memberi makan kaum miskin, adalah dengan memberi satu mud makanan kepada masing-masing dari mereka, baik itu berupa gandum, kurma kering, kurma ataukah selainnya

Posted by Abahnya Kautsar pada 22 Agustus 2009

Furu permasalahan 12

Pendapat  tersebut  adalah  pendapat  di  kalangan  ulama  Syafi’iyah. Sementara ulama mazhab Hanafiyah, mengharuskan pemberian dua mud gandum, sedangkan biji-bijian lainnya sebesar satu sha`.

Namun zhahir hadits Abu Hurairah, tidak terdapat pembatasan nilai dan besar makanan yang harus diberikan. Dengan demikian, takaran nilai makanan  yang  diberikan  dikembalikan  kepada  ‘urf/kebiasaan  setempat, baik  dari  jenis  makanannya  maupun  nilainya.  Dan  yang  seharusnya, makanan tersebut telah memenuhi makna, “memberi makan ornag miskin,”
yaitu mencukupkan mereka pada hari tersebut. Wallahu a’lam.

(Lihat, Fathul Bari 4/170, al-Umm 2/85, Ma’alim as-Sunan 2/780-784, al-Majmu’  6/356-358, al-Mughni  4/196,  205-207, al-Muhalla  4/no.  737 dan 739, al-Bada’i 2/252-253, Nashbur Rayah 2/473-476, Kasysyaf alQina’  2/394-396,  al-Mubdi’  2/24,  399,  Nail  al-Authar  4/240-243  dan Sail al-Jarrar 2/44-45)
Semua tulisan tentang ahkam ramadhan di blog ini merupakan artikel yang kami ambil dari http://www.darel-salam.com Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: