Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Kesalahan mengartikan ‘Idul Fithri

Posted by Kautsar pada 18 September 2009

Telah maklum kita dengar dari ceramah para mubaligh di masjid-masjid dan mushala kalimat ‘Id al Fithri (idul fitri) diartikan dengan “kembali suci”
Karena ‘id=kebiasaan, yang diulang kembali dan al fithr dari kata ifthar=makan.
Jadi ‘idul fithri=kembali makan, setelah sebelumnya tidak makan (puasa).
Sedangkan kata suci adalah dari kata fithrah. Maka jika diartikan kembali suci maka asal katanya adalah ‘idul fithrah bukan idul fithri. Sedangkan dua kata itu maknanya sangatlah jauh berbeda, walaupun katakanlah cuma berbeda satu huruf, itulah ajaibnya Bahasa Arab, maka pelajarilah dan pahamilah bahasa arab dengan baik. Semoga mencerahkan.

Iklan

4 Tanggapan to “Kesalahan mengartikan ‘Idul Fithri”

  1. richocean said

    walah yg ini susah … 🙂

    tapi kalau kembali makan & kembali suci mulai hari itu, nggak dilarang-kan 🙂

    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin

    Baru gempa lebaran di Bali
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/gempa-lebaran-1430h-balijawasumatra/

    Hati2 gempa saat lebaran:
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/hati-hati-gempa-lebaran-1430h-sumatra-jawa/

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/video-live-h-1-malam-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-selatan-jawa-merak/
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/video-live-h-1-malam-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-solo/

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    -http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal 😆

  2. qarrobin said

    hatur tengkiu sharenya
    mampir ya
    http://qarrobin.wordpress.com/2009/09/18/science-behind-men-in-black/

  3. Adi Is said

    Ustad atau Penulis diatas yth,

    Saya sudah tidak memperpanjang KTP lagi sejak lima tahun lalu, jadi usia saya sama dengan negara Republik ini.
    Makin banyak membaca kok makin bingung dan pusing nih kepala.
    Kalau memang orang Indonesia mengakui agama Islam berasal dari Arab (Saudi), dan ajarannya masih murni, karena Al Quran dan Hadis tidak perlu diterjemahkan lagi, dan Tuhan telah berjanji akan kemurnian Al Quran yah kita ikuti saja tata cara agama Islam seperti di Arab sana.

    Yang susah nya kan banyak Ustad yang alumni dari Irak, Iran, Mesir,India dan bahkan dari Kanada dan lain-lain, yang menyesuaikan ajaran islam menurut penafsiran nya masing-masing.

    Katanya di Arab setelah sembahyang ied tidak ada bermaaf-maaf-an dengan mengucapkan minal aidzin wal faidzin, sholat tidak pakai niat… Usholi…. dan banyak hal yang tidak dilakukan orang islam di Arab, tapi suatu keyakinan mutlak sebagian umat Islam di Indonesia.

    Maaf saya hanya Islam keturunan (bukan pilihan sendiri),
    karena Bapak, Kakek saya adalah beragama Islam, dan saya di didik secara Islam sesuai pengetahuan awam mereka.

    Bagaimana anda pak Ustad dan para pembaca lain apakah Islam pilihan anda sendiri atau karena keturunan ?…

    Maaf kalau salah, dan terimakasih.

    • kautsar said

      Dalam beragama, dasar kita bukanlah kita keturunan atau bukan keturunan, orang Arab atau bukan bukan orang Arab, jika kita memang Islam dengan pemahaman berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, maka tidak perlu kita mengakui Islam kita keturunan atau bukan.

      Juga Agama Islam walaupun turunnya di Arab, bukan berarti Islam itu agama orang Arab saja, karena Anda dan juga Muslim lainnya pasti mengimani ayat Al Qur’an bahwa Islam itu adalah Rahmat bagi sekalian alam, maka tidak sepantasnya mengatakan bahwa Islam hanyalah agamanya orang Arab saja.

      Adapun untuk permasalahan bahwa di Arab setiap Idul Fitri tidak ada maaf-maafan atau ucapan Minal Aidin wal Faizin, atau pengucapan ushalli.. maka kembalikanlah kepada Al Qur’an dan Al Hadits yang shahih apakah ada tuntunan seperti itu?

      Maka beruntunglah orang yang mendapat hidayah taufiq berupa berIslam dengan Islam sebagaimana di pahami oleh para Shahabah Rasulullah Shallallahu ‘alaih wa sallam, maka itulah nikmat dari Allah untuk kita..

      Semoga dipahami.. Baarakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: