Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Hukum Menghubungkan Waktu Kejadian Gempa dengan Ayat-ayat al-Qur’an

Posted by Abahnya Kautsar pada 11 Oktober 2009

Pertanyaan:

Bismillah. Ana mendapatkan selebaran di masjid yang berisi hubungan antara gempa di Sumatra dengan beberapa ayat dalam Al-Qur`an. Disebutkan di situ: Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam. 8.52. Lalu kita disuruh melihat ke Al-Qur`an surah 17 (Al-Isra`) ayat 16, ayat ke 58 dan surah 8 (Al-Anfal) ayat 52, yang ketiga ayat ini berisi keterangan tentang siksaan Allah kepada kaum yang bermaksiat.
Bagaimana hukumnya mempercayai hal ini dan hukum menyebarkan berita ini, apalagi sebagian teman mengatakan kalau berita ini juga tersebar lewat sms.
yahya (yahya.vila@yahoo.com)

Dijawab oleh Al Ustadz Hammad Bin Amir Abu Muawiyah:

Sebelumnya, pemastian bahwa kejadian ini adalah siksaan atau azab secara mutlak kepada semua korban adalah hal yang kurang tepat, apalagi mengarahkan makna ayat-ayat di atas kepada peristiwa di Sumatra. Hal itu karena yang meninggal banyak di antaranya kaum muslimin yang insya Allah bagus keislamannya. Dan jika ada musibah yang menimpa seorang muslim maka itu merupakan ujian baginya dan merupakan penghapus dosanya.

Karenanya siksaan kepada orang kafir dikatakan azab sementara siksaan kepada kaum muslimin dikatakan cobaan. Jadi musibah gempa di Sumatra ini adalah azab bagi orang-orang kafir yang pantas menerimanya dan penghapus dosa bagi kaum muslimin yang meninggal, serta penghapus dosa dan peringatan bagi korban yang masih hidup dan bagi selainnya yang tidak mengalaminya.

Ala kulli hal, menghukumi secara mutlak kejadian ini adalah azab yang diperuntukkan untuk mereka semua, adalah hukum yang perlu ditinjau ulang, karena pada zaman para nabi sebelumnya, yang dijatuhkan azab kepada mereka adalah murni orang-orang kafir dan membinasakan mereka semuanya, wallahu a’lam.

Hal yang kedua, anggaplah kita katakan itu adalah azab, akan tetapi kita tidak menerima kalau makna ayat-ayat di atas diarahkan kepada kejadian ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah mengingatkan dalam Muqaddimah at-Tafsir mengenai salah satu kesalahan dalam tafsir yaitu: Menafsirkan sebuah ayat dengan kejadian yang datang belakangan, yang mana kejadian tersebut tidak ditunjukkan oleh lafazh dan makna ayat tersebut.

Sementara di sini, mana hubungan antara ketiga ayat ini dengan kejadiannya? Betul di dalam ayat-ayat tersebut disebutkan siksaan dan azab, akan tetapi apakah kejadian ini adalah azab secara mutlak untuk mereka semua?

Kalaupun azab, kenapa membatasi hubungan kejadian ini hanya pada tiga ayat, bukankan banyak sekali ayat dalam Al-Qur`an yang menyebutkan tentang azab?

Kami jawab: Hubungan erat antara ayat-ayat ini dengan kejadian di Sumatra -di mata orang yang pertama kali memunculkan hal ini- adalah dalam hal no surah dan ayatnya dengan jam terjadinya gempa. Bukankah ini lebih dekat kepada bentuk dugaan dan ramalan dibandingan tafsiran ayat? Orang ini berusaha menunjukkan kebenaran isi Al-Qur`an dengan cara-cara seperti ini, padahal apa yang dia sebutkan tidak ada hubungannya dengan Al-Qur`an kecuali sekedar angkanya.

Intinya, kami tidak mengingkari penyebutan ayat-ayat ini sebagai peringatan kepada kaum muslimin sekalian akan apa yang terjadi di Sumatra, akan tetapi yang kami ingkari adalah menghubungkan antara keduanya dengan hubungan yang tidak teranggap dalam ilmu tafsir Al-Qur`an, yaitu angka-angka.

Kalau mau mengingatkan kaum muslimin maka ingatkan mereka dengan semua ayat yang berisi ancaman kepada pelaku maksiat, jangan hanya terbatas pada ayat-ayat ini dan jangan pula menonjolkan korelasi di antara ayat dan sebuah peritiwa (baik/jelek) dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya. Karena membiarkan hal-hal seperti ini berkembang akan membuka pintu-pintu ramalan dan penafsiran Al-Qur`an dengan penafsiran yang tidak diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kembali kepada pertanyaan:

1. Hukum mempercayainya?

Berhubung tidak ada korelasi sama sekali antara ketiga ayat ini dengan peristiwa di Sumatra, maka tentunya kita tidak mempercayai kalau ayat yang diturunkan 15 abad yang lalu ini merupakan peringatan bagi orang-orang yang hidup 15 abad setelahnya bahwa akan terjadi peristiwa pada jam sekian lewat sekian. Karena sama sekali tidak ada dalil yang menunjukkan hal itu, dan menghubungkannya (melalui angka-angka) adalah perbuatan berkata atas nama Allah tanpa ilmu dan itu diharamkan.

2. Hukum menyebarkannya?

Tidak boleh menyebarkannya dengan alasan di atas, yaitu membuka pintu dugaan, ramalan, dan penafsiran Al-QUr`an dengan penafsiran yang salah. Ditambah lagi dia adalah perbuatan membuang-buang harta (pulsa dan selainnya) pada hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

Sebagai nasehat, hendaknya setiap muslim tidak sibuk dengan hal-hal semacam ini, akan tetapi hendaknya dia mengambil pelajaran dan peringatan dari apa yang terjadi di sana dan berusaha memberikan bantuan kepada para korban sesuai dengan kemampuannya. Insya Allah ini jauh lebih bermanfaat.

Sumber : http://al-atsariyyah.com/?p=956#more-956

Iklan

48 Tanggapan to “Hukum Menghubungkan Waktu Kejadian Gempa dengan Ayat-ayat al-Qur’an”

  1. barokallohu fik.. nuwun infonya

  2. kholilah said

    bismillah..ijin share aba kautsar.

  3. Rigih said

    jazakallohu khoiron atas informasi ini. bisa jadi perenungan untuk kita semua. btw, AW Survey keknya SCAM deh..

    • kautsar said

      sama-sama…^_^

      AW Survey Scam? gak dapet refferal kali jadi AW Survey-nya gak bayar karena gak terpenuhi target awal $ 75 ^^..

      Asalkan Paypal Anda aktif dan verified dan target $ 75 dollar terpenuhi insya Allah akan dibayar oleh AW Survey, karena reputasi mereka jelas akan hilang jika sampai gak membayar apalagi membawa nama besar PayPal dan Alert Money yang sudah terkenal itu, demikian juga PayPal gak akan main-main dong cari partner..

      Jadi gabung aja di sini sekarang juga, terus cari refferal sebanyak-banyaknya, coba deh ^^

  4. ass ww, … betul ikhwan, muslim itu harus cerdas!, bahwa ada kejadian/musibah … hasilnya/dampaknya…yah introspeksi diri (iman dan ibadahnya).

  5. Bayu said

    Hmm… Bagus.. bagus.. bagus..

  6. sukas said

    bismillah..ijin share aba kautsar.

  7. fajarembun said

    jazakumullah khairan kastira atas sharing ilmunya..

  8. bartele said

    Ass wr wb

    Saya pribadi sangat setuju sekali pandangan Bapak Al Ustad Hammad Bin Amir Abu Muawiyah,
    Pemahaman yg dangkal baik bencana alam tidak di Sumbar saja maupun tragedi peristiwa WTC sudah ada ketentuan jam, tanggal, bulan dan tahunnya dalam Al-Qur’an, bisa menggiring kepada sikap fatalistis dalam hidup. Artinya ikhtiar atau upaya yang dilakukan manusia sama sekali tidak bermanfaat, karena sudah tertulis kapan persis terjadinya dalam angka ayat dan Surat Al-Qur’an.
    Kedua, sebagai akibat lebih lanjut dari pemahaman pertama, bisa menggiring kepada perlakuan yang mendistorsi keagungan Alquran itu sendiri. Karena ketika dipahami bahwa angka ayat dan surat penuh dengan isyarat berbagai bencana, maka sangat berpontensi menjadikan angka surat dan ayat dalam Kalamullah itu sebagai isyarat klenik buku primbon dan sejenisnya.

    Maka tidak mustahil suatu waktu orang akan asyik masyuk mengutak-atik angka ayat dan surat Alquran lebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Jika ini terjadi, maka fungsi Alquran sudah jatuh kepada buku “primbon” yang memuat waktu-waktu keberuntungan, pantangan dan sebagainya. Ini yang perlu kita awasi dan cermati. terima kasih

    Ass wr wb

  9. siti malikah said

    Alhamdulillah ana menemukan tulisan tsb diatas,ana jadi sadar diri juga.Astaghfirullah…

  10. dan said

    Terima kasih atas kunjungan Anda di blog saya. Namun mungkin terjadi salah paham. Anda mungkin tidak membaca tulisan saya dengan seksama. Coba baca lagi, saya tidak menghubungkan waktu kejadian gempa dengan ayat al-Quran, harap diperhatikan. Saya menyampaikan ayat-ayat alQuran yang berkaitan dengan gempa, bukan berdasarkan waktu gempa.

    Hal kedua, berkaitan dengan menghubungkan waktu kejadian gempa dengan ayat al-Quran, bagaimana kalau meyakininya bukan sebagai tafsir ramalan atau peringatan, namun sebagai mukjizat atau renungan?

    • kautsar said

      Saya pribadi lebih cenderung sebagai bahan perenungan bagi kita untuk lebih meningkatkan kadar keimanan..

      Mohon maaf untuk kesalahpahamannya.. memang tadi terburu-buru dalam membacanya apalagi nulis komennya..^^

  11. Penuh.info said

    mohon ijin menyalinnya.
    Tentu saja akan kami sertakan sumbernya.

    Jazakallahu khairan katsira.

  12. Herry Devi said

    mas tulisannya menarik… cocok untuk artikel saya sebelumnnya… permisiya saya copy untuk melengkapi artikel saya…
    makasih

  13. Abu Salma Mohamad Fachrurozi said

    Semoga Allah bimbing kita semua kepada jalan-Nya.

    Ketahuilah, wahai saudaraku semoga Allah melimpahkan taufiqnya kepadaku dan kepada Anda untuk mengenali kebenaran dan mengikutinya, bahwasanya Allah mewajibkan atas para hamba-NYa untuk menunaikan haji ke Baitullah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam. Baca lanjut

  14. Ayah Afanq said

    Alhamdulillah,
    Allah maha mengetahui yang ghaib. Dia yang memperjalankan ana ke situs ini dan memberikan pemahaman.
    Baru beberapa menit yang lalu ana membalas email yang berisi ramalan dan penghubungan bencana di Padang dengan ayat Qurani. Ketidaksetujuan ana tentang penghubungan tersebut yang cenderung bersifat menyesatkan dan membawa umat pada sirkumstansi klenik.
    Insya Allah memberi argumentasi dan ilmu yang lebih komprehensif bagi upaya penyadaran umat yang masih terjebak.

    Syukron,
    Ayah AfanQ

  15. ****** said

    Tp itu bs saja benar karena Al Quran menyimpan kejadian di masa mendatang

  16. arierahayu said

    Berarti gimana? Allah tidak mungkin memberi isyarat lewat tanda2 alam gitu?

    • kautsar said

      Maksudnya??
      Bisa diperinci kalau begitu.. Gempa mungkin saja itu sudah takdir atau untuk menguji keimanan seorang hamba atau sebagai penghapus dosa seorang mukmin sebagaimana penjelasan di atas, namun ketika gempa itu dikaitkan dengan angka-angka yang kemudian dihubung-hubungkan dengan ayat-ayat Al Qur’an, atau dikatakan sebagai hukum alam, pergerakan lempeng, maka itu yang menyelisihi, karena bisa lari kepada dugaan dan ramalan yang akan sangat jauh melenceng dari tuntunan..
      Kalau isyarat alam sebagaimana Anda sebutkan bukan cuma gempa aja kan? bisa kejadian lain, bahkan jika kita mau tak akan mampu kita menghitungnya..

  17. MAD said

    kebanyakan nonton film2 seperti “bangkit dari kubur” di TPI kali ya . .

  18. MAD said

    kebanyakan nonton film2 seperti “bangkit dari kubur” di TPI kali ya . . .

  19. […] Alam dengan Ayat-ayat al-Qur’an. dan tidak lama kemudian saya dapat comment dari saudara saya tentang Hukum menghubungkan ayat-ayat Al-Quran dengan Kejadian Alam berikut ini […]

  20. Bagiyo MH, S.Pd said

    Saya sangat setuju dengan argumentasi anda, semoga bisa dijadikan sebagai bahan acuan dan renungan kita semua…..

  21. MOHON DIPERHATIKAN: Saya sangat bertentangan dengan statemen anda: menurut saya Bahwa inilah sebenarnya bukti2 bahwa pembodohan ummat sedang berlangsung, Allah tidak akan membuat segala perhitungan angka dengan sembarangan/ ngawur, saudaraku!!! Semua pasti sudah ada hitungannya,saudaraku!!! & terlebih lagi tidak ada didunia ini yang terjadi karena kebetulan, Allah sudah menentukannya!!! Jangan sampai semua yang kita anggap tidak pas langsung divonis musyrik atau yang sesat, itulah sebenarnya dalil2 yang dihembuskan kuat oleh kaum YAHUDI & kaum KAFIR…agar ummat Islam tetap dalam kebodohan& mereka selalu dg leluasa mempelajari isi kandungan AL QURAN yang maha DAHSYAT, sebagai bukti dari ciptaan Allah SWT!!!!!

    • kautsar said

      Setidaknya kami memahami berdasarkan kaidah ushul yang ada, adapun dugaan atau persangkaan dengan penyamaan waktu kejadian dengan nomor-nomor pada ayat-ayat Al Qur’an Alhamdulillah telah ada pada penjelasan jawaban di atas..
      Sekali lagi tidak ada pada kami pengkafiran kepada Kaum Muslimin, yang ada hanyalah agar jangan sampai ayat Al Qur’an ditafsirkan semaunya sendiri, bukankah sudah ada dalam Al Qur’an sendiri anjuran untuk bertanya kepada ahlinya jika kita tidak tahu..
      demikian dari kami semoga dipahami..

      • dhenmas covic said

        apa yang sudah terjadi merupakan kehendak ALLAH kita percaya rukun iman tentang penafsiran dengan ayat itu saya kira boleh-boleh saja asalkan tidak disesatkan lagian itu suatu peringatan bagi umat islam sekaligus menunjukkan kebenar Alquran

      • kautsar said

        @ Dhenmas, Kami percaya dan mengimani bahwa peristiwa itu bahkan segala peristiwa adalah merupakan kehendak Allah Ta’ala.

        Dalam menafsirkan ayat Al Qur’an tidak bisa dong dengan semaunya saja, terdapat kaidah-kaidah tafsir yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum menafsirkan. Masalahnya dalam peristiwa gempa di Padang ada sebagian yang mengkaitkannya dengan ayat-ayat Al Qur’an berdasarkan angka-angka, yang itu menyelisihi kaidah yang ada, dan Alhamdulillah apabila kita baca dengan seksama Ustadz Abu Muawiyah sudah menjelaskan panjang lebar dalam jawabannya di atas..

        Wal ‘ilmu ‘indallah..

  22. dhenmas covic said

    perlu saudaraku tahu bahwa Alquran ada bukan ciptaan manusia tapi merupakan wahyu yang kebenaranya tidak bisa diragukan. Alquran tetap akan berlaku sepanjang masa

    • kautsar said

      Sebelumnya siapa yang mengatakan bahwa Al Qur’an adalah Makhluk (ciptaan manusia) bahkan sebelumnya telah kami posting di sini yang merupakan hal yang wajib diimani Kaum Muslimin bahwa Al Qur’an adalah Kalamullah bukan makhluk, dan sebagaimana anda katakan tidak ada keraguan padanya akan kebenarannya..

      Wallahul Musta’an wa ‘alaihit tiklan..

    • zara said

      syukran katsiron utk penyadaran dengan penjelasanya….
      kebimbangan ana terjawab sudah..

  23. hermanto said

    Assalamualaikum,
    Saudaraku, kita ketahui bersama bahwa seluruh hukum yg ada dalam al Qur an sdh sempurna. Proses menuju sempurna nya kan di ambil peristiwa yg dialami umat dari sejak N Adam sampai N Muhammad.Bahwa kejadian2 sekarang ini memang tidak sama tapi kan esensinya sama.Apakah kalau logika berpikirnya demikian maka bagaimanapun Allah ingin menyampaikan ayat2Nya dgn sejelas jelasnya ,dgn segala macam ‘bahasa/isyarat’ manusia sekarang , namun kalo tdk ‘dalil/ilmunya’ maka akan salah?

    Memang betul membantu sdr2 yg sdg kena musibah bamnyak manfaatnya.
    Tapi seumpama ada kesadaran bahwa kejadian ini ada disebabkan karna ulah manusia, baik rakyat maupun para pemimpinnya,maka bagi mereka yg melakukannya akan segera insyaf apalagi pemimpinnya dgn kekuasaanya pasti luar biasa efeknya.

  24. abd. amran said

    tetap benar kalam Allah..
    tidak ada yg sia2.. bahkan ayat2 tsb. akhirnya dibaca oleh sekian banyak manusia..

  25. Mahavatar said

    hukumnya halal.
    asalkan benar tafsirannya.

  26. Intinya kita harus mengakui bahwa bencana itu disebabkan karena banyaknya keMaksiatan, sekalipun ada orang shalih didalamnya, maka iapun akan terkena..

    Adapun tentang mengaitkan ayat Al-Qur’an dengan jam gempa, maka kita berharap hal itu sekedar sarana mentadabburi dan merenungi keterkaitan antara Ayat Qur’ani dengan Ayat Kauni, dan bukan dijadikan metode tafsir, karena memang tidak ada penafsiran dengan cara demikian.

    Wallahu a’lam

  27. nurmailis syaiful said

    marilah kita mengintropeksi diri,,,mulai dari keluarga kita,,,

  28. […] Fenomena “kebetulan” jam-jam gempa di Indonesia dan ayat Alquran Possibly related posts: (automatically generated)Memaknai Tahapan Ukhuwah“Uniform”, Chanchad SaidTelur Mie Instan ala Warung -6.877809 107.619403 […]

  29. Hamba Allah said

    Assalamualaikum Wr Wb
    Saudara kaum muslimin laki2 dan perempuan bahwa kita sadari semua musibah, semua bencana adalah atas kehendak sang pencipta yaitu Allah SWT. Allah akan menurunkan azab atau peringatan kepada manusia pasti ada alasannya mungkin saja sebagian dari mereka berbuat melampaui batas, maksiat dalam islam bukan hanya sebatas perbuatan zina atau meminum arak saja tetapi sangat luas pengertiannya. misalnya menipu, mencuri, membohongi, suap, mengaku taat atau alim padahal perbuatannya tidak sama dengan perkataannya, mengurangi timbangan,dan banyak lagi yang lainnya itu semua merupakan maksiat. coba kita renungi untuk pribadi2 kita kira2 adakah salah satu seperti yang saya sebutkan diatas terdapat pada diri kita, jika ada berarti tidak salah juga sebagian orang yang membenarkan ayat tersebut.
    marilah kita merenung semoga allah mengampuni saya dunia dan akhirat amin..

  30. BOOY said

    ”” ASALAMU ALLAIKUUM…

    Sangt setuju.. pandangan pak ustad… yang saya kwatirkan dengan titel ustad yang memainkan/ menghubungkan jam. tanggal, kejadian dengan ayat” ALQUR’AN..
    yang kebetulan ayat tersebut menerangkan suatu musibah, teguran, ujian pada saudara kita.. saya takutkan hal ini jadi trends di kalangan awam.. seperti tanggal lahir apa niih yang akan terjadii..
    di tanggal tersebuut?? nah hal inilah jadi kekwatiran saya.. lantas siapa yang bertanggung jawaab?? bila ALQUR’ANUL KARIIM jadi alat prediksi..
    WASALAMU ALLAIKUUM..

  31. muslimin said

    hancurnya zaman disebabkan oleh manusia sendiri.
    dlm surat Al ‘Alaq telah dijelaskan bhwa mnsia itu bnr2 telah melampaui batas,
    krn mrk menganggap dirinya sndri srba cukup.

    sepeninggal sang pemimpin umat (Nabi Muhammad SAW), para pengikutnya menganggap pmkiran mrk sndri itu yg plg bnr.
    memang kita tau apa?
    yg mimpin kita sudah tidak ada kan?

    kmbali pd diri msing2 itu lbh baik drpd mempermasalahkan/mnjelaskan guna memberi/menunjukkan kbnran.
    koreksi diri,tengoklah ke dalam sblm bicara!

    segala kebenaran hanya ada pada sisi Allah SWT.
    kelak kita akan tau mana yg bnr dan slh mskipun sudah terlambat dan menyesal krn akan dihukum oleh-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: