Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,031,087 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Mengenal Aspartam… Aspartam Berbahaya Jika…

Posted by Kautsar pada 5 Maret 2010

Terinspirasi dari sms yang datang di hape istriku, dengan isinya tentang berbagai merek makanan dan minuman yang katanya mengandung aspartam.

Penasaran, pengen tahu lebih lanjut kemudian berbagi di blog ini, walaupun ternyata telah banyak postingan blogger maupun obrolan di forum-forum, tapi kami tidak merasa ketinggalan karena rasanya lebih puas kalau menulis dan membahas sendiri.

Apa itu Aspartam?

Aspartam merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, aspartyl-phenylalanine-1-methyl ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina.

Aspartam dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen. Belakangan aspartam mendapat penyelidikan lebih lanjut mengenai kemungkinan aspartam menyebabkan banyak efek negatif. Dan akhirnya, pangsa pasarnya mulai berkurang direbut oleh pemanis lain yaitu sukralosa.

Sejarah aspartam

Ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte pada tahun 1965 sebagai hasil percobaan yang gagal. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanina. Fenilalanina merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak.

Tahun 1981 aspartam mendapat persetujuan dari FDA untuk digunakan pada beberapa jenis makanan. Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyak penelitian ilmiah yang harus ditinjau terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartame dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya.

Dan dari bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman. Aspartame kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara termasuk Indonesia.

Penelitian Tentang Aspartam

Aspartam ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanin. Fenilalanin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak. Tahun 1981 aspartam mendapat persetujuan dari FDA AS untuk digunakan pada beberapa jenis makanan.

Untuk mendapat persetujuan ini, tentu banyak penelitian ilmiah yang harus ditinjau terlebih dahulu. Setelah dinyatakan aman untuk dikonsumsi, barulah FDA mau menyetujuinya. FDA telah melakukan evaluasi terhadap pemakaian aspartam dalam makanan dan minuman sebanyak 26 kali sejak pertama kali menyetujui penggunaannya. Dari bukti-bukti ilmiah yang ada, maka sejak tahun 1996 FDA menyetujui penggunaan aspartam sebagai pemanis buatan yang dapat digunakan dalam semua makanan dan minuman. FDA dikenal reputasinya sebagai lembaga yang teliti dan hati-hati sebelum mengijinkan suatu produk dilepas di pasaran. Ini terkait dengan upaya melindungi konsumen dari zat-zat berbahaya terutama yang tercampur dalam makanan. Dengan demikian, moto bahwa konsumen adalah raja secara tidak langsung terfasilitasi dengan keberadaan FDA.

Setelah persetujuan dari FDA diperoleh, bukan berarti tidak ada lagi penelitian lain yang dilakukan. Lebih dari 100 penelitian telah dilakukan sejak tahun 1981, dan sampai saat ini, FDA tidak mengubah pendapatnya. Aspartam kini telah disetujui penggunaannya di lebih dari 100 negara termasuk Indonesia.

Ipteks selalu berkembang, terkadang apa yang sekarang diketahui benar, mungkin salah setelah ditelaah lebih lanjut di masa datang. Prinsip kehati-hatian yang diterapkan institusi FDA tidak berhenti setelah suatu produk dinyatakan aman. Riset-riset terus dilakukan sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang suatu produk. Apabila ternyata di kelak kemudian hari ditemukan unsur yang membahayakan dari suatu produk yang dulunya pernah disetujui, maka FDA tentu tidak akan ragu-ragu untuk melarang penggunaan produk tersebut sebagai aditif makanan.

Prof. Dr. Ir. Made Astawan (Guru Besar IPB) mengatakan aspartam merupakan pemanis rendah kalori dengan kemanisan 200 kali kemanisan gula (sukrosa). Kontribusi kalori aspartam bisa diabaikan sehingga menyebabkan aspartam semakin populer terutama di kalangan orang-orang yang khawatir terhadap masalah kegemukan.

Keunggulan aspartam yaitu mempunyai mempunyai cita rasa manis mirip gula, tanpa rasa pahit, dan tidak merusak gigi. Proses pencernaan aspartam berlangsung seperti proses pencernaan protein. Aspartam akan dipecah menjadi komponen dasar, dan baik aspartam maupun komponen dasarnya tidak akan terakumulasi dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan terhadap manusia menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda yang mengandung pemanis aspartam dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Aspartam termasuk pemanis nutritif dan dapat diurai oleh tubuh. Hanya saja, aspartam tidak tahan suhu tinggi, karena pada suhu tinggi aspartam terurai menjadi senyawa yang tidak lagi manis. Karena itu, aspartam tidak dipakai dalam produk pembuat kue dan dipakai hanya untuk minuman, es krim, atau yoghurt.

Penelitian lainnya yang menggunakan aspartam secara bolus sebesar 34 mg/kg berat badan memperlihatkan bahwa walaupun hasil metabolisme aspartam dapat melewati sawar darah plasenta, jumlahnya tidak bermakna untuk sampai dapat menimbulkan gangguan saraf pada janin.

Penelitian besar yang dilakukan terhadap manusia, bukan hewan tikus menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa minuman soda yang mengandung pemanis aspartam dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Aspartam dapat diurai oleh tubuh menjadi kedua asam amino tersebut dan termasuk pemanis nutritif. Hanya saja, aspartam tidak tahan suhu tinggi, karena pada suhu tinggi aspartam terurai menjadi senyawa yang disebut diketopiperazin yang meskipun tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi tidak lagi manis.

Karena itu, aspartam tidak dipakai dalam produk pembuat kue dan dipakai hanya untuk minuman, es krim, dan yoghurt. Jika dicerna secara normal oleh tubuh, aspartam akan menghasilkan asam aspartat dan fenilalanina. Dengan demikian, aman untuk dikonsumsi.

Kandungan Aspartam

Aspartam terdiri dari dua asam amino yaitu asam aspartat dan fenilalanin. Asam amino adalah gugus pembentuk protein. Baik asam aspartat maupun fenilalanin adalah zat yang selalu dibutuhkan tubuh karena tubuh tidak dapat menghasilkan sendiri. Asam aspartat dan fenilalanin juga terdapat di berbagai makanan yang selalu kita makan sehari-hari seperti daging sapi, ayam, telur, gandum, kacang-kacangan, tahu, tempe, susu, keju, dan lain-lain. Pada proses penyerapan makanan, fenilalanin diserap dan dimetabolisme tubuh secara normal sama seperti makanan pada umumnya yang juga mengandung fenilalanin.

Fenilketonuria adalah penyakit di mana penderita tidak dapat memetabolisme fenilalanina secara baik karena tubuh tidak mempunyai enzim yang mengoksida fenilalanina menjadi tirosina dan bisa terjadi kerusakan pada otak anak. Dan karena itu perlu untuk mengontrol asupan fenilalanina yang didapatnya. Penyakit ini tidak pernah ditemukan di Indonesia, tetapi pada orang kulit putih, itupun kejadiannya hanya satu per 15.000 orang. Bukan hanya aspartam, tapi juga segala macam makanan yang mengandung fenilalanina termasuk nasi, daging dan produk susu. Karena itu, pada setiap produk yang mengandung aspartam ada tanda peringatan untuk penderita fenilketonuria bahwa produk yang dikonsumsi tersebut mengandung fenilalanina.

Aspartam Berbahaya Jika…

Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA pun memberikan batas-batas pemakaian yang dianjurkan.

Istilah yang dipakai adalah Acceptable Daily Intake (ADI) yang berarti asupan harian yang diperbolehkan. ADI untuk aspartam adalah 40 mg/kg berat badan. Sepanjang industri-industri makanan menerapkan batasan ADI ini, maka tidak perlu ada kekhawatiran terhadap munculnya over dosis.

Batasan ADI yang 40 mg/kg berat badan ini hampir-hampir tidak mungkin terlampaui dalam pemakaian umum sehari-hari. Pada kenyataannya, jumlah yang kita konsumsi rata-rata hanya sekitar 10% dari ADI.

Dengan tingkat kemanisan yang tinggi, maka konsumsi aspartam yang sedikit sudah menimbulkan rasa manis berkali-kali lipat dibandingkan gula biasa. Di Indonesia Badan POM juga menetapkan batasan ADI seperti yang diterapkan FDA yakni 40 mg/kg berat badan.

Industri makanan/minuman di Indonesia tentu sudah memahami hal ini. Mereka telah berinvestasi dengan modal sangat besar, oleh karena itu industri tidak akan berani bermain-main dengan mempertaruhkan keselamatan konsumen. Mereka akan mematuhi aturan ataupun standar keamanan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang.

Pro Kontra Tentang Aspartam

Pada tahun 2005 ERF di Eropa mempublikasikan penemuannya berdasarkan studi pemberian aspartam jangka panjang pada tikus. Peneliti dari ERF menyimpulkan bahwa aspartam menyebabkan kanker dan penggunaan serta konsumsi pemanis buatan sebaiknya dievaluasi kembali.

Namun, setelah European Food Safety Authority-EFSA meninjau kesimpulan studi ERF, EFSA menyatakan bahwa kesimpulan ERF dianggap tidak valid (salah), bahkan EFSA menganggap tidak perlu meninjau ADI yang telah ditetapkan.

Untuk meningkatkan faktor keamanan dalam penggunaannya, FDA pun memberikan batas-batas pemakaian yang dianjurkan. Istilah yang dipakai adalah Acceptable Daily Intake (ADI) yang berarti asupan harian yang diperbolehkan. Ukuran yang dipergunakan adalah jumlah pemanis per kilogram berat badan per hari yang dapat dikonsumsi secara aman sepanjang hidupnya tanpa menimbulkan risiko.

ADI adalah tingkat yang konservatif, yang umumnya menggambarkan jumlah 100 kali lebih kecil dibandingkan tingkat maksimal yang tidak memperlihatkan efek samping dalam penelitian binatang. ADI untuk aspartam adalah 40 mg/kg berat badan.

Aspartam telah dinyatakan aman digunakan baik untuk penderita kencing manis, wanita hamil, wanita menyusui bahkan anak-anak. Pengecualiannya hanya satu, penderita fenilketonuria. Menurut US Food and Drug Administration (FDA), The Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA), Americam Medical association (AMA), The American Council On Sience and Health (ACSH) aspartam merupakan bahan makanan yang aman bagi kesehatan, hanya berpengaruh pada rasa manis.

Kesimpulan

Jadi, dalam hal zat aditif makanan/minuman ini sepanjang aturan dan standar dipenuhi, maka konsumen niscaya tetap aman ketika mengonsumsinya. Kita percaya kepada Badan POM yang selama ini telah melakukan fungsi pengawasan terhadap produk-produk makanan/minuman yang beredar di pasaran.

Dan tetap pilihan ada pada Anda, apakah percaya atau tidak dalam masalah ini, yang pasti tetaplah berhati-hati, walaupun aman di konsumsi kalau kita konsumsi terus-menerus tetaplah tidak bagus buat tubuh kita, setuju?

Sumber Artikel untuk bahasan lebih lengkap:

  • Dan lain-lain (cari sendiri, hehe..)

3 Tanggapan to “Mengenal Aspartam… Aspartam Berbahaya Jika…”

  1. falltara said

    terima kasiiiiihhhhhh……

    *tercerahkan*🙂

  2. […] Mengenal Aspartam… Aspartam Berbahaya Jika… […]

  3. nurcahyo said

    Klo orang terkena penyakit yg berhubungan dengan ginjal,gimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: