Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,027,120 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Membedakan Antara Ikhlas dan Ujub

Posted by Kautsar pada 10 April 2010

Kedudukan Ikhlas

Ikhlas merupakan hakekat agama, intinya ibadah, kunci dakwahnya para Rosul, dan merupakan syarat diterimanya amal.

Artinya: dan tidaklah mereka diperintah kecuali supaya mennyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan dalam beragama, yaitu agama yang lurus. (Q.S Al Bayyinah : 5 )

Artinya: Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan, supaya menguji kamu sekalian, siapakah yang lebih baik amalnya .( Q.S Al Mulk : 2 )

Maksud ikhlas adalah mengesakan Alloh ta’ala dalam niat dan tujuan ketika berbuat ketaatan dengan membersihkan amalan tersebut dari pengawasan makhluk, dan membersihkannya dari kotoran syirik, kekufuran & kedurhakaan.

Ibnu Taimiyyah mengatakan: Jika seorang hamba ikhlas dalam amalnya, maka Alloh akan menerimanya dan akan menghidupkan hatinya .

Ibnu Jauzi berkata: Sedikit sekali orang yang beramal ikhlas, karena kebanyakan manusia suka menampakkan ibadah mereka .

Para Salaf Menyembunyikan Ketaatan

Dahulu para salaf menyembunyikan ibadah dan ketaatan mereka karena takut terjerumus kepada riya’, sum’ah dll yang mengotori ikhlas dan menguranginya.

Para salaf adalah orang yang semangat dalam menyempurnakan ketaatan dan menyembunyikannya dalam rangka menyempurnakan tauhidnya. Maka Alloh menerima amal mereka dan memujinya dengan pujian yang baik; Alloh ta’ala menjadikan lisan-lisan mereka jujur karena mereka berjalan diatas keridhoan-Nya, Alloh pun ridho kepada mereka dan manusia pun ridha kepada mereka .

Adapun orang yang tidak ikhlas, tukang riya’ dan tukang ujub, maka mereka tidak lain akan merndapatkan celaan manusia dan kebencian, disebabkan niat mereka yang bertentangan dengan ikhlas atau rusaknya niat mereka dan mereka akan mendapatkan siksa keras di akhirat.

Ujub

Ujub adalah salah satu perbuatan yang merusak amal dan membinasakan pelakunya. Bahwasanya ujub adalah penyakit yang menghilangkan dan berlawanan dengan keikhlasan, menghilangkan rasa dzull (hina atau rendah) kepada Alloh, dan menunjukkan buruk dan jeleknya adabnya kepada Alloh; maka ujub itu menbanggakan diri dan buta akan akan aib dan keburukan diri.

Makna Ujub dan Bahayanya

Ujub adalah memperlihatkan ibadah dalam bentuk sombong dan membesarkan diri dari manusia dan memperbanyak amalan terserbut.

Abdulloh Ibnu Mubarok berkata: Ujub yaitu kamu melihat dirimu memiliki sesuatu yang tidak dimiliki selainmu. Ujub dalam agama yaitu memuji diri sendiri atas apa yang diamalkannnya atau apa–apa yang telah diilmui dan melupakan nikmat dari Alloh yang diberikan kepadamu. Memuji diri dan melupakan nikmat adalah ujub dalam agama.

Perbedaan antara Ujub dan Riya’

Ujub itu temannya riya’, tetapi riya’ itu perbuatan syirik kepada Alloh dan yang dijadikan sekutu adalah makhluk selain dirinya, sedangkan ujub yang dijadikan sekutu adalah dirinya sendiri. (Jadi riya’ itu beribadah kepada Alloh tetapi disertai niatan dan tujuan lain dari perkara dunia, sementara ujub itu merasa hebat, paling pintar dan menyombongkan diri dihadapan Alloh -ed.)

Pelaku riya’ itu tidak merealisasi firman Alloh ‘Iyyaka na’budu’ sedang pelaku ujub tidak merealisasi firman Alloh ‘Iyyaka nasta’iin’, maka barang siapa yang merealisasi ‘Iyyaka na’budu’ menghilangkan riya’, sedangkan yang merealisasi ‘Iyyaka nasta’iin’ menghilangkan ujub.

Perbedaan Ujub dan Sum’ah

Ujub itu didalam hati sedangkan sum’ah itu dengan lisan dan sum’ah itu semakna dengan riya’ dalam hal sekutunya yaitu selain Alloh dari makhluk. (Maka sum’ah itu memperdengarkan amal kebaikannya kepada orang lain agar mendapat pujian atau dikatakan hebat dst. –ed.)

Perbedaan antara kibr (sombong) dan Ujub

Ujub itu ta’jub dengan amalannya memuji diri sendiri melupakan Alloh ta’ala dan tidak membesarkan diri dihadapan orang lain, dan tidak merendahkan manusia; tapi jika ujub ini sampai melihat dirinya lebih baik dari yang lain dan merendahkannya maka tatkala itu mejadi sombong.

Diantara sifat yang terkumpul dalam ujub :

  • Buta dengan dosa yang telah ia lakukan
  • Menganggap kecil dosa yang banyak
  • Buta dengan kesalahan-kesalahannya
  • Perkataannya bukan Al-haq
  • Menimbulkan sombong dan bangga diatas orang lain
  • Menipu Alloh ta’ala yang ditunjukkan dengan amal dan ilmunya sampai seakan-akan ia adalah orang yang mendapat karunia (yang dipilih) Alloh

Maka tatkala itu putuslah penjagaan Alloh kepadanya dan bersandar kepada dirinya sendiri, dan ia menyangka termasuk dari hambanya yang ihsan padahal disisi Alloh adalah orang yang zalim dan fasiq .

Tidaklah kamu melihat riwayat dari Aisyah ketika ditanya kapan seorang itu telah dikatakan berbuat keburukan? Dia menjawab: ‘Jika dia menyangka telah berbuat ihsan’. Benar kata Aisyah! Jika ia telah menyangka berbuat ihsan dan takjub dengan amalnya

Celaan Ujub baik dari Al-Qur’an atau Sunnah dan Perkataan Salaf

  • Alloh berfirman dalam surat At-taubah : 25 Artinya: Dan ingatlah peperangan hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banayak itu tidak memberikan manfaat kepadamu sedikitpun.
  • Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Tiga hal yang membinasakan yaitu sifat bakhil yang ditaati, nafsu yang dituruti dan seorang ujub ( bangga diri ) dengan dirinya .
  • Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Seandainya kalian tidak berdosa, dikhawatirkan kalian menjadi banyak ujub.
  • Berkata Ibnu Mas’ud: Kehancuran dan kebinasaan itu terjadi di dua perkara putus asa dan ujub.
  • Dari Hudzaifah Ibnu Yaman: Cukup seseorang itu dikatakan berilmu jika ia takut kepada Alloh dan cukup seorang itu dikatakan bodoh jika ia ujub dengan ilmunya.
  • Berkata Muthorrif Ibn Abdillah: Sungguh saya lebih suka tidur dimalam hari dan paginya menyesal daripada sholat malam sedang paginya ujub.
  • Berkata Adz-dzahaby: Demi Alloh tidak akan beruntung orang yang mentazkiah dirinya atau ujub pada dirinya.
  • Berkata Abu Utsman Al–Hairy: Takut kepada Alloh akan menyampaikanmu kepada Alloh, sedang sombong dan ujub akan memutuskan dirimu dari Alloh.
  • Kata Ibnu Mubarok: Saya tidak melihat pada orang yang shalat (rajin sholat) keburukannya daripada ujub.
  • Al-Qurofi berkata: Rahasia haramya ujub yaitu tidak beradab kepada Alloh karena tidak selayaknya seorang hamba itu sombong ketika beribadah dan bertaqarrub kepada Robbnya (Alloh), padahal yang seharusnya ia merasa kecil dibandingkan dengan keagungan Robbnya oleh karena itu Alloh berfirman: “Dan mereka tidak mengagungkan Alloh dengan sebenar-benarnya pengagungan“

Maka barang siapa yang ujub dengan dirinya dan ibadahnya ia akan binasa dan akan mendapatkan murka-Nya.

Sebab Ujub

  1. Bodoh dengan hak Alloh ta’ala, tidak adanya pengagungan kepada Alloh dengan sebenarnya, sedikitnya ilmu dengan Nama dan Sifat Alloh dan lemahnya ia ketika beribadah dengan Nama dan Sifat Alloh tersebut .
  2. Lalai dengan hakekat dirinya, sedikitnya ilmu tentang tabiat dirinya dan lalai dengan muhasabah dirinya, dan lalai dari pengawasan Alloh .

Mengobati Sifat Ujub

  1. Mengenal Alloh, merealisasi pengagungan kepada-Nya dengan sebenar-benarnya pengagungan, menegakkan peribadatan kepada-Nya dengan Asma dan Sifat-Nya; sesungguhnya kebaikan itu semua ditangan Alloh, rohmat-Nya meliputi segala sesuatu. Alloh berfirman : Artinya : “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Alloh lah datangnya”. ( An-nahl : 53 )
  2. Mengenal dirinya, mengilmui tentang banyaknya ketergelincirannya dan menuruti syahwatnya serta mengenal aib-aibnya kemudian terus bersungguh-sungguh untuk memperbaikinya dan beristiqomah padanya

Di terjemahkan dan diringkas dari kitab “ Ma’aalim As-suluk wa Tazkiyatunnufus “ karya Syaikh Abdul Aziz Bin Muhammad Bin Aly

asalnya dari sini

2 Tanggapan to “Membedakan Antara Ikhlas dan Ujub”

  1. Eko said

    mohon ijin untuk mengambil materi ini untuk saya sampaikan dalam majelis waktu menunggu berbuka puasa di masjid.
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: