Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,027,120 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Kekejaman Drakula terhadap Umat Islam (Eksistensi Historis Dracula Yang Membantai Ribuan Muslim)

Posted by Abahnya Kautsar pada 11 April 2010

Membongkar Sebuah Kebohongan

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Horror of of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.

Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman – sebagai wakil Islam – dan Kerajaan Honggaria – sebagai wakil Kristen – semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel – benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab – yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala. Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tentang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”

Macam-macam penyiksaan Dracula tersebut dibahas dalam Bab III buku ini. Metode penyiksaan yang digunakan Dracula untuk menyiksa korban-korbannya antara lain penyulaan, merebus korban hidup-hidup, memaku kepala korban, menjerat leher korban, merusak organ vital perempuan, dan beberapa metode penyiksaan lain yang tak kalah kejam. Di antara metode penyiksaan tersebut penyulaan merupakan yang paling terkenal. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara memasukkan kayu-sebesar lengan tangan orang dewasa yang telah dilancipkan ujungnya-ke dalam anus. Setelah sula masuk kemudian tubuh korban dipancangkan sehingga kayu sula terus masuk menembus tubuh korban hingga tembus ke bagian leher, punggung, atau kepala. Biasanya penyiksaan semacam ini dilakukan oleh Dracula secara massal, sehingga sekali melakukan “upacara” penyulaan jumlah korbannya.

Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.

Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat – khususnya umat Islam sendiri – yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka -pahlawan dari pihak Islam – dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.

Sultan Mahmud II

Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib.

Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.

Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.

Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain – politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini – walaupun masih merupakan langkah awal – bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata penjajahan sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.

Wikipedia pun mengkonfirmasikan eksistensi historis Dracula yang membantai ribuan Muslim dengan cara menusuk/mensula (impale)

Sumber : Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib. Ditulis pada Maret 1, 2008 oleh agungsulistyo (Makalah ini disampaikan dalam bedah buku Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM Oleh: Ragil Nugroho)

48 Tanggapan to “Kekejaman Drakula terhadap Umat Islam (Eksistensi Historis Dracula Yang Membantai Ribuan Muslim)”

  1. Wulan said

    Kejaaaaaaam…….,

  2. serbamiliter said

    Nice Post Gan ..
    Tukeran Link yuu..

    Jangan lupa saling berkunjung ..

    http://serbamiliter.wordpress.com/

    • Kautsar said

      semoga bermanfaat dan dapat menjawab semua kerancuan berpikir umat yang terjadi saat ini dan selanjutnya, makasih kunjungannya, langsung menuju TKP…:-)

  3. adit38 said

    Kayanya buku drakula itu cukup menarik, ada ada ebooknya?

  4. ooo, tengkyu inponya mungkinkalo gak baca ane masih mikir Dracula itu ada yang ganteng kek Cullen:mrgreen:

  5. fi,ah said

    alhamdulillah saya dapat pencerahan, kalau ada yang lain mau dong

  6. dwi said

    makasih pencerahannya..

  7. Virgo said

    Ada satu lagi kekejaman drakula yaitu memenggal kepala!

  8. fauzhi said

    bagus,.bagus,.bagus,.

    satu lagi rahasia yang terungkap,.

  9. mo2Xbd said

    trims atas infox, memang kita sebagai umat muslim harus lebih aktif jangan cuma consumitf apalagi terhadap produk barat. Bung AbuKautsar, saya pnah baca buku The Choice (dialog islam kristen) karya Ahmad Deedat. Dalam buku itu dikupas tentang gencarnya usaha pengabar2 injil menyesatkan umat islam yg kemudian mengajaknyaknya pindah agama, juga diterangkan kelemahan dan pergeserran isi injil karena isinya selalu “direvisi” dari waktu kewaktu (ini sangat bertolak belakang denga Al-Qur’an yang dijamin keasliaannya sampai akhirjaman. Saya harap bagi siapun yang memiliki buku The Choice untuk menampilkan ringkasannya. wasalam

  10. watur said

    Insya Allah yg mati oleh dracula adalah syahid

  11. Bagus artikelnya… saya jadi dapat ilmu tambahan… Terus lanjutkan menyebar ilmu Allah…
    Salam kenal ya…

  12. sahara07 said

    wah ternyata kisah dracula peminum darah itu hanya rekaan untuk menutupi jati diri asli dracula itu sendiri, Tapi untuk bagian haus darahnya bener hahaha…

  13. salam kenal

  14. ryodimas said

    Hmmmm… ternyata Dracula memang ada tapi tak seperti yang kita ketahui selama ini…

  15. Abdul Aziz said

    Nice Info Dul, pelurusan sejarah memang perlu

  16. buseeetttt… sadis banget drakula itu..

  17. F_Ribery said

    nice info….

  18. Novi Ntldr said

    Smoga lhr sultan Mahmud,sultan mahmud yg lain di jaman ini…

  19. Ayah Izzudin said

    sekadar berbagi info, untuk Dracula versi barat dapat dibaca pada novel Dracula karangan Bram Stoker (kalau gak salah pernah diterjemahin ke bahasa Indonesia oleh Gramedia).

  20. Penegak Kebenaran said

    Kalau teman2 biasa main ke Gramedia, buku ini sudah lama dipublikasikan disana ..
    Kalau teman2 main ke Gramedia Matraman, wah masih byk jg bacaan keislaman yang menghebohkan ..
    Yaa, termasuknya Dracula itu, waktu saya baca juga sampe merinding ..
    Termasuk dimana ketika akan dilakukan penyulaan ..
    Ada 2 Suster, yg satu melarang, yg satu (saya lupa apakah mendiamkan saja atau mengiyakan perbuatan Dracula tsb)..
    Ada 2 versi cerita kemudian :
    1. Ada yg mengatakan Suster yg melarang tsb juga disula setelah korban pertama (muslim) disula, suster yg temannya malah selamat
    2. Tapi ada yg mengatakan kedua suster tsb disula

    Yaa . kayaknya Dracula itu memang punya kelainan, suka menyiksa dan membunuh .. !
    Semoga dia mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT (wallahualambishawab)

  21. goldfriend said

    Dracula tidak hanya membantai umat Islam saja. Rakyatnya sendiri juga ikut dibantai. Sebagai info, saat itu Islam belum masuk ke daerah Balkan. Hongaria, Bulgaria, dan Rumania [Wallachia dan Transylvania] belum berada dalam kekuasaan Ottoman. Setelah Konstantinopel jatuh pada tahun 1453 barulah Sultan Mahmud II bisa melebarkan sayap kekuasaannya ke daerah Balkan.

    Pembantaian Vlad Dracul terhadap umat Islam justru dilakukan dalam perang. Tahanan2 perang yang hidup, dibantai dengan cara disula dan ditonton oleh rakyatnya sendiri. Selain itu rakyatnya juga [yang mencoba melawan] disula juga di tengah kota.

    Buku Bram Stoker tentang Dracula kebanyakan hanya non-fiksi atau sekedar novel. Banyak kisah sejarah yang dilebih-lebihkan atau dikurangi. Sebagai tokoh sejarah, Vlad Dracul memang ada dan dia adalah pangeran Wallachia yang pada saat berkuasa selalu dirongrong dari dalam kerajaannya sendiri maupun oleh invasi pasukan Sultan Mahmud II. Karena kekejamannya itulah maka banyak cerita yang dikarang tentang dia.

    Sorry, buku-buku sejarah yang beredar [berbahasa Inggris] selalu menuliskan kekejaman Vlad Dracul. Juga memuat pembantaian yang dilakukannya semasa perang atau terhadap rakyatnya sendiri. Juga memuat kematiannya [kekalahannya dan kejatuhan Wallachia] di tangan pasukan Sultan Mahmud II, meskipun kuburannya tidak ditemukan. Jangan terlalu serius menanggapi film atau novel yang hanya berisi kisah rekaan tentang Vlad Dracul. Apalagi langsung dikatakan bahwa film dan novel itu adalah konspirasi barat. Busyet deh… namanya juga film dan novel, kan nggak ada true story.🙂

    Ada satu novel bagus yang juga fiksi tetapi menceritakan sejarah Dracula dengan lebih jujur. Judulnya The Historian karya Elizabeth Kostova, Sudah diIndonesiakan dengan judul Sang Sejarawan. Recommended…

    • Choky said

      Justru itu mas, mereka sengaja membuat cerita fiksi untuk mengaburkan sejarah siapa sebenarnya drakula.

    • Choky said

      Justru itu mas, mereka sengaja mengarang cerita fiksi tentang drakula, untuk mengaburkan sejarah siapa sebenarnya drakula.

  22. Hana said

    Wah, sy baru tahu drakula ada sejarahnya. Terbayang setelah membaca pemaparan diatas alangkah kejam perilaku bejatnya.

  23. dedekusn said

    Kebohongan dalam bentuk apapun suatu saat akan trbongkar,

  24. Musyaf said

    fakta ini membuktikan bahwa sehebat apapun makar yang berupa penyelewengan sejarah pasti akan terbongkar melalui sejarah yang penuh fakta. makasih bung, artikelnya keren banget. moga blognya te2p Istiqomah.

  25. Kalau aku hidup pada zaman itu dgn senang hati aku bersedia memenggal kepala Dracula.

  26. Susilo Aji said

    good job brother…memang sepandai-pandainya manusia menyembunyikan bau bangkai, pasti tercium juga.

  27. comel said

    iiihhhh….menyeramkan ..!,makanya jgn buat masalah lagi dah sama drakula …hidup damai aja jgn cari gara2x…tar klo tuh drakula sekali marah kan repot…..bukan pake sula lagi bantainya…tapi pake bom jeggggerrrr…mampus dah …semua….

  28. Gunawan said

    Satu lagi fakta terungkap…………., tpi sampai kpn umat islam terlena dgn skenario yg kita akui sedemikian hebatnya? sistematis-continue-telaten?

  29. Harry Wahyu Putranto said

    Terima kasih infonya (terlambat banget nih bacanya) … seperti yang sudah-sudah, berarti selama ini kita dibohongi dengan cara pemutar balikkan sejarah … dan mohon infonya … mengenai valentine day, saya pernah baca artikel bahwa itu ada kaitannya dengan pembantaian umat islam di Spanyol apakah benar demikian … mohon pencerahannya

  30. frans baker said

    yg udah tjd biarin aja tjd

  31. Cie Puccy said

    terkutuk lagh dia smpai seluruh keturunannya!!!!!!!!!!!!!

  32. ion said

    drakula,bakarrr,pengen liat di akherat gimana rupanya

  33. Semoga apa yang ia lakukan diampuni oleh Allah.

  34. bakti said

    waktu itu gw baca, bukan cuma umat Muslim yang dibantai, umat Katolik juga. tapi memang yang sangat banyak umat Muslim sih…

  35. serem banget ya :(( merinding kalo pas ada di jaman dia. waduh, kalo pemutarbalikan fakta jadi begini, drakula yg skrg malah jadi primadona, ada kisahnya si edward yg malah jadi laris manis di pasaran

  36. Alkern said

    Hungaria itu Christian Orthodox sekutu Sama Byzantine waktu itu , nah Catholic denmark dan Holy Roman Empire juga dibantai kok , Muslim Sunni Turki mau ngehapus kekejaman agama itu , tetapi ada kesalah pahaman oleh crimean Khanate yang malah membantai Orang Catholic setelah diketahui oleh Paus di Roma di declare lah Crusader ( Perang Salib ) yang menyerang Crimean dan menguasainya serta muslim Mesir membalas jihad dan terjadi pertumpahan darah waktu itu nah di wktu refugee nya muslim turki balik lewat byzantine dibantai lah mreka , oiyaa Kristen ma Katholik tuh beda , Dracula ma vampire tuh beda , dan eropa bukan bagian dari gereja orthodox melainkan israel dan Palestina sekitar armenia lah ( jadi jangan suka nambah cerita apalagi ngarang dosa loh bro )

  37. kalau aku aku sih termasuk drakula yang baik lho……………………………………………..dan aku tak suka membantai…….suer…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: