Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,031,073 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Suamimu bukan Bapakmu dan Istrimu bukan Ibumu [Termasuk Tasyabbuh Memanggil Kunyah Hanya Sebagian]

Posted by Kautsar pada 30 Desember 2010

Suamimu bukan Bapakmu dan Istrimu bukan Ibumu

Bismillah
Banyak kita temui di kalangan Abaa’ wa Ummahat (bapak-bapak dan ibu-ibu muslimah) yang memanggil suaminya dengan Abi atau istrinya dengan panggilan Ummi, kecuali mereka yang dirahmati Allah Ta’ala.
Alasan mereka katanya untuk mengajari anaknya agar membiasakan memanggil kedua orang tuanya dengan Abi dan Ummi, nah sebenarnya bagaimana mengenai masalah ini, apakah boleh atau tidak?

Alhamdulillah, pada saat kami taklim, dan ini adalah catatan transkrip beberapa tahun yang lalu, hanya saja baru sempat sekarang di publikasikan, dari taklim ba’da maghrib (untuk jadwal sekarang telah berubah) pada sesi tanya jawab bersama Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari hafizhahullah

Pertanyaan:

Kebanyakan santri kalau memanggil santri yang lainnya dengan kata “Bu” dan tidak memanggil dengan kunyahnya atau dengan kata “Akhi”, sedangkan kata “Bu” itu kebiasaan cara orang kristen Ambon kalau memanggil teman-temannya. Apakah ini termasuk tasyabbuh?

Dijawab oleh Al Ustadz Abu Abdillah Al Makassari hafizhahullah:

Ini tidak pantas wahai ikhwan…
Dan terkait dengan ini, saya -Abu Abdillah- memberi tanbih berkaitan dengan penggunaan bahasa Arab dimana ikhwanuna dan akhawat banyak sekali yang menyepelekan bahasa Arab. Seperti memanggil istrinya dengan “Ummi”, “mi.. mi..” padahal itu bukan ibunya, dan memanggil suaminya dengan “Abi /bi” padahal itu bukan bapaknya.

Ummi artinya wahai ibuku, Abi artinya wahai bapakku, jadi istrinya dijadikan ibunya, suaminya dijadikan bapaknya. Allahul Musta’an.

Panggillah dengan panggilan yang bagus, misal : “Ya Umma Muhammad, dst” kalau tidak, kapan kita akan pintar bahasa Arab jika Ummu dan Abu saja sudah tidak bisa digunakan dengan baik, apalagi lainnya. Atau panggil dengan : “Zauji (suamiku)/zaujati (istriku)” kalau sulit memanggil dengan kunyah.

Begitu pula yang ditanbih oleh penanya.
Panggil temannya dengan lengkap namanya, misalnya: Abu Ahmad, dst. Jadi biasakan dengan panggilan yang lengkap, sebab bahasa-bahasa -panggilan- seperti: “Mad.. mad.. dst” ini tidak dikenal di kalangan Arab, mereka dengan lisan yang fasih, dengan panggilan yang bagus, nida’ yang bagus, misal dengan : “Ya Muhammad, Ya Abdallah, dst” demikian juga dengan kunyahnya: “Ya Aba Hurairah, Ya Aba Thalhah, dst”

Dan boleh jadi ada orang-orang yang tidak senang, kalau namanya disingkat-singkat, sampai akibat dari ini juga sebagian ummahat dan aba’ ketika hendak memberikan nama anaknya berusaha mencari nama yang tidak bisa diringkas supaya tidak salah. Misal diberi nama “Maryam”, nanti dipanggil, “Yam.. yam..” sehingga menjadi jelek dan tidak akan ketemu karena semua nama akan dibuat seperti itu.

Maka kita thullabul ilmi kita mulai dari diri kita semua, di kalangan ikhwah, keluarga, dst. berusaha mempraktekkan bahasa Arab dan ini lebih baik. Sampai-sampai seperti yang disebutkan oleh penanya ini, akhirnya meniru-niru, katanya kebiasaan orang-orang Ambon -kristen-.
Wallahu a’lam.

*Dengan sedikit penyesuaian bahasa oleh Admin. Catatan asli ada pada admin.

8 Tanggapan to “Suamimu bukan Bapakmu dan Istrimu bukan Ibumu [Termasuk Tasyabbuh Memanggil Kunyah Hanya Sebagian]”

  1. widyanie noor fauziah said

    Subhanallah…
    terimakasih sekali.., saya sungguh baru mengetahuinya setelah membaca tulisan ini,,,
    semoga bisa menambah wawasan saya…,amien.

  2. أستغفر الله لذنب ما علمته قبل أن أجد هذه المقالة النادرة!!!
    اللهم اغفر لي جهلي بهذا العلم
    اللهم اغفر لي جهلي بهذا العلم
    اللهم اغفر لي جهلي بهذا العلم
    بارك الله لك فى نشرك هذا العلم
    بارك الله لك فى نشرك هذا العلم
    بارك الله لك فى نشرك هذا العلم
    محمد سهلان رشيدى

  3. Maaf…, setelah membaca tulisan di atas saya menjadi kepikiran jangan-jangan termasuk zhihar juga atau mendekati zhihar. Benar tidak ini???

  4. […] Blog kautsarku.wordpress.com […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: