Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,027,109 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Hadits Dha’if dan Hadits Sohih Seputar Qurban…!

Posted by Abahnya Kautsar pada 4 November 2011

Hadits Dha`if Seputar Qurban.

1. “Tidaklah anak Adam pada hari ini (hari raya Adh-ha) mengerjakan (amalan) yang lebih baik dari menumpahkan darah (yakni: menyembelih qurban-pen), kecuali menyambung persaudaraan”.

HADITS INI DHA’IF. Al-Mundziriy berkata (II/102): “Diriwayatkan oleh Thabaraniy di dalam al-Kabiir dari Ibnu `Abbas, dan di dalam isnadnya ada Yahya bin Al Hasan Al Khasyniy,aku tidak tahu keadaannya.” Al Haitsami berkata (IV/18): “Dia dha’if, walaupun sekelompok (orang) mentsiqahkannya”.

Syeikh al-Albani berkata: “Kemudian aku mengecek di dalam Mu’jam Ath Thabrani Al Kabiir dan aku dapati hadits itu di dalamnya (III/104/1) dari Al-Hasan bin Yahya Al Khasyni dari Isma’il bin Ayyaasy dari Laits dari Thawus, dia berkata: Rasulullah bersabda di hari raya Adh-ha: … kemudian dia menyebutkan (hadits di atas). Aku (al-Albani) berkata: Maka jelaslah bahwa dia adalah Al-Hasan bin Yahya yang disebutkan oleh as-Sam’aani bahwa al-Hafizh berkata: “Shaduuq (jujur) tetapi banyak salahnya”. Dan bertambah ilmu(ku) tentang kelemahan hadits ini, tatkala aku melihat di dalam (sanad)nya terdapat Isma’iil bin ‘Ayyaasy dan Laits, yang (Laits) ini adalah Ibnu Abi Salim, sehingga (sanad ini) dirangkai para (rawi) yang dha’if.

2. “Tidaklah seorang manusia mengerjakan satu pekerjaan pada hari qurban yang lebih dicintai oleh Allah daripada menumpahkan darah (menyembelih qurban -pen). Sesungguhnya qurban itu akan datang pada hari qiyamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah itu berada di satu tempat di sisi Allah sebelum ia jatuh diatas bumi. Maka baguskanlah nilainya”.

HADITS INI DHA’IF. Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy (II/352), Ibnu Majah (II/272), al Hakim (IV/221-222) dan al-Baghawi di dalam “Syarhus Sunnah” (I/ 129/1) dari jalan: Abul Mutsanna Sulaiman bin Yaziid dari Hisyam bin `Urwah dari bapaknya dari `Aisyah secara marfu’.

At-Tirmizi meng-hasan-kannya. Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih”, tetapi dibantah oleh Adz-Dzahabi: “Aku berkata: Sulaiman lemah, dan sebagian (ulama) meninggalkannya”. Al-Mundziri berkata, “Mereka semua meriwayatkan dari jalan Abul Mutsanna, sedang dia adalah lemah, walaupun terkadang (dianggap) kuat”. Al Baghawi berkata: “Abu Hatim sangat melemahkannya”.

3. “Qurban adalah sunnah Ibrahim bapak kalian, mereka bertanya: “Apakah yang kami dapatkan padanya?” beliau menjawab: “Pada setiap helai rambut ada satu kebaikan”; mereka bertanya: “Bagaimana dengan bulu?” Beliau menjawab: “Pada setiap helai rambut dari bulu ada satu kebaikan.”

HADITS INI DHA’IF. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (II/273) dan al-Hakim (II/389) dari `Aidzullah bin `Abdullah Al-Majaasy’iy dari Abu Dawud as Sabi’iy dari Zaid bin Arqam, dia berkata: “Sahabat-sahabat Rasulullah bertanya: “Apakah qurban ini?” beliau menjawab: (hadits diatas)”.

Al-Hakim berkata: “Isnadnya shahih!”, kemudian dibantah oleh: Adz-Dzahabi: “Aku berkata: (tentang) `Aidzullah, Abu Hatim berkata: Haditsnya mungkar.”. Setelah menukil penshahihan al-Hakim, al-Mundziri berkata: “Tidak, bahkan lemah. Aidzullah adalah Al Majasy’iy dan Abu Dawud as-Sabi’i adalah Nafi’ bin Al Harits Al A’ma, keduanya lemah”. Tentang Abu Dawud as-Sabi’i ini, adz-Dzahabi berkata tentangnya: “Dia memalsu hadits”. Ibnu Hibban berkata: “Tidak boleh meriwayatkan darinya, dialah yang meriwayatkan dari Zaid bin Arqam…” kemudian beliau menyebutkan hadits di atas.

4. “Hai Fathimah, berdirilah mendekati korbanmu, dan saksikanlah! Karena sesungguhnya pada tetesan darahnya yang pertama, seluruh dosa yang telah engkau lakukan akan diampuni.“

HADITS INI MUNGKAR. Diriwayatkan oleh al-Hakim (III/ 222) dari jalan an-Nadr bin Isma’il al-Bajali yang berkata: Abu Hamzah ats-Tsumali telah bercerita kepada kami dari Sa’id bin Jubair dari `Imran bin Hushain, marfu’.

Al-Hakim berkata: “Isnadnya shahih”. Tetapi dibantah oleh adz-Dzahabi: “(Tidak benar) bahkan Abu Hamzah sangat dha’if, dan (Ibnu) Isma’il tidak begitu (kuat -pen)”. Ath Thabrani juga meriwayatkan hadits ini dari Abu Hamzah juga di dalam Al Kabiir dan Al Ausath sebagaimana tersebut di dalam al-Majma’ (IV/ 17).

Kemudian al-Hakim membawakan penguat (syahid) dari jalan `Athiyyah dari Abu Sa’id Al Khudriy marfuu’. Akan tetapi adz-Dzahabi membantahnya dengan menyatakan bahwa `Athiyyah adalah lemah. Dan dari jalan `Athiyah pula, diriwayatkan oleh al-Bazzaar dan Abusy-Syaikh Ibnu Hayan, sebagaimana didalam at-Targhib (II/102). Ibnu Abu Hatim berkata di dalam Al ‘Ilal (II/38-39): “Aku mendengar bapakku berkata: Hadits itu mungkar.” Abu Qashim al-Ashbahani juga meriwayatkan seperti itu, sebagaimana di dalam At Targhib, dan dia berkata: “Sebagian guru kami telah menghasankan hadits (ini) walaupun keadaannya seperti ini, wallahu a’lam”.

5. “Barangsiapa yang menyembelih korban dengan jiwa yang senang terhadap (qurban itu), dan dengan mengharapkan (pahala) terhadap hewan qurbannya, maka hewan itu sebagai dinding dari neraka untuknya.”

HADITS INI PALSU. Al-Haitsami berkata di dalam Al-Majma (IV/17) setelah dia menyebutkannya dari hadits Hasan bin `Ali: “Diriwayatkan oleh ath Thabarani di dalam al-Kabir dan di dalam sanadnya ada Sulaiman bin `Amr An-Nakha’i dan dia adalah pendusta.”

Ibnu Hibban berkata: “Dia adalah laki-laki yang zhahirnya shalih, akan tetapi dia benar-benar memalsu hadits”. Dan termasuk kelalaian as-Suyuthiy, dia memasukkan hadits ini di dalam al-Jami’ush Shaghir dari sanad tetapi pensyarahnya, yaitu Al Munaawi membantahnya dengan ucapan Al Haitsami ini, lalu berkata : “Maka sepantasnya bagi penyusun untuk membuangnya dari kitab ini.”

6. “Sebaik-baik qurban adalah domba jadza’ (berumur setahun penuh) ”

HADITS INI DHA’IF. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (II/355), al-Baihaq (IX/271) dan Ahmad (II/444-4445) dari jalan `Utsman bin Waqid dari Kadaam bin `Abdurrahman dari Abu Kabasy. At Tirmidzi berkata: “Hadits Gharib,” yakni dha’if. Al Haafizh Ibnu Hajar berkata: “Dan di dalam sanadnya ada kelemahan”

Syaikh al-Albani menyatakan bahwa Abu Kabasy dan Kadaam adalah majhul (tidak dikenal), sebagaimana disebut kan dengan jelas oleh Al Haafizh (Ibnu Hajar) di dalam alt Tagrib. Al-Baihaqi berkata: “Dan telah sampai kepadaku dari Abu `Isa at-Tirmidzi, dia berkata: al-Bukhari berkata: Diriwayatkan oleh selain `Utsman bin Waaqid dari Abu Hurairah (secara) mauquf.”

7. “Wahai manusia, hendaklah kalian menyembelih qurban, dan berharaplah pahala dengan darahnya, karena sesungguhnya walaupun darah itu jatuh di tanah, akan tetapi sesungguhnya darah itu jatuh di dalam wadah milik Allah.”

HADITS INI PALSU. Al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh ath Thabarani di dalam Al-Ausath, dan dalam sanadnya ada `Amr bin Al Hushain Al ‘Uqaili dan dia adalah orang yang haditsnya di tinggalkan”.

8. “Besarkanlah hewan-hewan qur ban kalian, karena sesungguhnya hewan-hewan qurban itu adalah tunggangan kalian di atas shirath (jembatan di atas neraka).“

HADITS INI TIDAK ADA ASALNYA DENGAN LAFAZH INI. Ibnush Shalah berkata: “Hadits ini tidak dikenal, dan tidak tsabit”. Dalam hadits lain dengan lafazh (istafrihuu) sebagai ganti (‘azhzhimuu) akan tetapi sanadnya sangat dha’if.

9. “Sesungguhnya hewan qurban yang paling utama adalah yang paling mahal dan paling gemuk.”

HADITS INI DHA’IF. Diriwayatkan oleh Ahmad (III/ 424), Abul `Abbas Al Asham didalam “Hadits”nya (I/140/1), dan dari jalannya juga oleh al-Hakim (IV/231), juga al-Baihaqi (IX/168).

Dan Ibnu `Asaakir di dalam “Tarikh Dimsyaq” (III/197/1) dari jalan `Utsman bin Zarf al-Juhaini yang berkata Abul Asyad (Al-Asham berkata: Abul Asad) as-Sulami telah bercerita kepadaku dari bapaknya dari kakeknya. `Utsman ini majhul (tidak dikenal) sebagaimana dinyatakan oleh al-Haafizh di dalam At Taqrib. Abul Asyad juga majhul, al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh Ahmad, sedangkan Abul Asyad, aku tidak mendapati orang yang mentsiqahkannya (menyatakan sebagai perawi yang kuat) dan menjarhnya (menyatakan sebagai perawi yang lemah), demikian pula bapaknya. Ada yang mengatakan, kakeknya adalah `Amr bin `Abas”.

Hadits Sahih Seputar Qurban.

1. “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami.”

2. ”Barangsiapa memiliki hewan yang akan disembelih untuk qurban, apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.”

(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud). Dalam lafazh yang lain; “Hendaklah ia menahan diri dari memotong rambut dan kukunya”.

Maksudnya adalah orang yang ingin berkurban hendaklah jangan memotong rambut/bulu /kuku maupun mengupas kulit yang ada pada dirinya mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih.

Dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim, ‘Amr bin Muslim pernah mendapati seseorang di kamar mandi sedang mencabuti bulu ketiaknya menggunakan kapur sebelum hari raya qurban. Sebagian mereka ada yang berkata: “Sesungguhnya Sa’id bin Musayyib tidak menyukai perkara ini.”

3. “ Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka tidaklah termasuk kurban sedikitpun, akan tetapi hanyalah daging sembelihan biasa yang diberikan untuk keluarganya.”

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. “ Setiap hari Tasyriq ada sembelihan”

(Dikeluarkan oleh Ahmad (4/8), Al-Baihaqi (5/295), Ibnu Hibban (3854) dan Ibnu Adi dalam “Al-Kamil” (3/1118) dan pada sanadnya ada yang terputus. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabari dalam ‘Mu’jamnya” dengan sanad yang padanya ada kelemahan (layyin). Hadits ini memiliki pendukung yang diriwayatkan Ibnu Adi dalam “Al-Kamil” dari Abi Said Al-Khudri dengan sanad yang padanya ada kelemahan. Hadits ini hasan Insya Allah, lihat ‘Nishur Rayah” (3/61).) Hadits ini mengandung makna diperbolehkannya memotong sembelihan selama hari tasyrik. Demikian Imam Ahmad, sebagaimana dikutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Zadul Ma`ad.

5. “ Nabi berkurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk. beliau menyembelihnya dengan tangannya, dengan mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki beliau di sisi-sisi kedua domba tersebut”

(HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

6. “Makanlah kalian, simpanlah dan bersedekahlah”

(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud). Maksudnya daging qurban itu diperuntukkan untuk makan, disimpan, dan disedekahkan.

7. Ali radhiyallahu ia berkata,(yang artinya) : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk mengurus kurban-kurbannya, dan agar aku bersedekah dengan dagingnya, kulit dan apa yang dikenakannyaa*  dan aku tidak boleh memberi tukang sembelih sedikitpun dari hewan kurban itu. Beliau bersabda : Kami akan memberikannya dari sisi kami”

(HR. Muslim, Abu Daud, dan Ahmad. Bukhari meriwayatkannya (1716) tanpa lafaz : “Kami akan memberinya dari sisi kami”.)

*Dalam Al-Qamus yang dimaksud adalah apa yang dikenakan hewan tunggangan untuk berlindung dengannya.

(HR. Ahmad, sanadnya hasan)

Ditulis ulang dari sini

2 Tanggapan to “Hadits Dha’if dan Hadits Sohih Seputar Qurban…!”

  1. assalamualaiku,
    terimakasih pak ustadz atas artikelnya..

  2. Najih said

    apa maksud dari hadits : janganlah sekali-kali ia mendekati tempat sholat kami ? mohon dijawab, matur nuwun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: