Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,027,120 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Bayar Hutang Dulu Atau Berkorban Dahulu?

Posted by Kautsar pada 25 Oktober 2012

Tanya:
Afdhal mana, bayar hutang dulu atau berkorban dahulu?

Jawab:
Berkaitan dengan Aqidah di sana ada Ulama termasuk Al Imam Ahmad rahimahullah senang dengan seseorang yang menghidupkan sunnah, meskipun dia memiliki hutang tapi dengan syarat kita yakin bahwa dia bisa membayar hutang tersebut suatu ketika nanti.
Misalnya, seseorang mempunyai pekerjaan yang mana dia mendapatkan gaji tiap bulan yang dua atau tiga bulan ke depan ia bisa membayar hutangnya.
Tapi sebagian ahlul ilmi mengatakan jangan berhutang, termasuk Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata seperti itu, karena hutang ini perkara yang berkait dengan hak-hak manusia yang bisa menjadi penghalang untuk masuk ke dalam surga.
Dan jawaban ini masuk (berkaitan) dengan aqidah.
Yang mana, qurban tidak jauh dari ini, sama-sama sunnah artinya kalau sedang memiliki hutang sebelumnya kemudian mempunyai uang untuk membayar hutang yang sudah sampai batasan untuk dibayar atau sudah dituntut oleh pemilik hutang tersebut, maka dibayarkan hutang tersebut.
Adapun kalau tidak ditarik dan sebagainya, maka ini butuh pembahasan lebih lanjut.
Wallahu a’lam.

(Ditranskrip dari dars sesi tanya jawab bersama Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al Makassari hafizhahullah di maKhad Minhajussunnah Muntilan Magelang)

Artikel Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: