Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,031,073 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Bahaya Menggunakan Hand Sanitizer

Posted by Abahnya Kautsar pada 22 Januari 2014

Bismillah.

Teringat kalau Ummu Kautsar sering mengajarkan kepada Kautsar & Irsyad menggunakan Hand Sanitizer, terutama ketika dalam perjalanan jauh, untuk pulang kampung atau safar lainnya yang memakan waktu. Alasannya hanya berdasar iklan atau ‘katanya’ bahwa Hand Sanitizer dapat membunuh kuman dan membersihkan tangan dari kotoran.

Tapi hari ini, saya menemukan sebuah artikel atau kumpulan beberapa pendapat mengenai Hand Sanitizer, yang ternyata justru sebaliknya, maksudnya bukannya membunuh bakteri di kulit tapi dengan Hand Sanitizer itu malah akan menumbuhkan banyak bakteri lain di kulit kita, dan berbahaya! Itu di antara inti dari artikel-artikel yang akan kami bawakan di bawah ini.

Hand Sanitizer Tidak Bisa Menggantikan Cuci Tangan dengan Sabun dan Air

Cairan pembersih tangan berbasis alkohol tetap tidak bisa menggantikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Penelitian terbaru membuktikan, hand sanitizer justru meningkatkan risiko infeksi virus pemicu radang saluran pencernaan.

Sebagian orang terlanjur menganggap hand sanitizer sama efektifnya dengan sabun, sehingga banyak yang menjadi malas cuci tangan sebelum makan. Hand sanitizer yang semula ditujukan untuk keperluan darurat, justru menggantikan fungsi sabun sepenuhnya.

Bahaya hand sanitizer memang belum bisa dikatakan sebesar penggunaan antibiotik yang tidak rasional atau berlebihan, yang bisa memicu resistensi kuman. Namun penelitian terbaru menunjukkan, pemakaian hand sanitizer yang berlebihan bisa meningkatkan risiko infeksi.

Jenis infeksi yang meningkat risikonya pada penggunaan hand sanitizer adalah gastroenteritis, yakni radang mukosa usus yang dipicu oleh sejenis virus yang dinamakan norovirus. Selain memicu diare, mual dan nyeri di usus, infeksi ini sangat mudah ditularkan.

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan American College of Preventative Medicine ini dilakukan pada 161 fasilitas kesehatan. Para karyawan di fasilitas yang diteliti rata-rata 6 kali lebih memilih cuci tangan dengan hand sanitizer dibanding sabun.

Di antara fasilitas kesehatan yang karyawannya lebih banyak menggunakan hand sanitizer, 53 persen melaporkan pernah mengalmai wabah norovirus. Angka ini lebih besar dibandingkan pada fasilitas kesehatan yang karyawannya lebih banyak memakai sabun, yakni hanya 18 persen.

“Hand sanitizer kurang optimal dalam mengendalikan infeksi norovirus. Tidak ada hubungan sebab akibat secara langsung antara hand sanitizer dengan infeksi norovirus, namun ada kecenderungan risikonya meningkat,” ungkap Dr David Blaney dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Srikat atau CDC seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (15/8/2011).

 

Terlalu Sering Menggunakan Hand Sanitizer Tidak Baik Buat Kesehatan Kulit

Hand sanitizer kini banyak digunakan oleh masyarakat karena dapat membantu membersihkan tangan dari kuman dengan mudah dan praktis. Namun ternyata, menggunakan hand sanitizer terlalu sering tidaklah baik bagi kesehatan terutama kesehatan kulit seperti hasil riset yang dilakukan oleh United States Food and Drug Administration.

Berikut adalah efek samping dari mencuci tangan dengan hand sanitizer seperti dilansir dari LiveStrong.

1. Iritasi Kulit

Saat menggunakan hand sanitizer, bagi kulit sensitif dapat terasa gatal, panas, dan kering karena alkohol yang terkandung di dalamnya. PDR Health menganjurkan untuk tidak menggunakan hand sanitizer di area tubuh selain tangan seperti mata, telinga, mulut, hidung, dan daerah genital. Selain itu, hindari pula penggunaan pada bayi atau anak balita karena kulit pada usia tersebut lebih rentan terkena iritasi.

2. Kulit Mudah Terbakar Sinar Matahari

Hand sanitizer membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar ultra violet sehingga menyebabkan kulit mudah terbakar di bawah paparan sinar matahari. PDR Health menyarankan untuk melindungi kulit Anda dengan sun screen yang mengandung SPF tinggi saat menggunakan hand sanitizer.

3. Tubuh Rentan Terhadap Infeksi

Bukannya melindungi tubuh dari infeksi, hand sanitizer justru dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Menurut dr. Sarah Janssen dari Natural Resources Defense Council, hand sanitizer tidak efektif dalam membunuh kuman jika dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air dan sabun.

4. Reaksi Hormon

Hand sanitizer dapat berakibat negatif bagi kelenjar gondok (hormon tiroid) dan hormon estrogen. Menurut Drug Watch, bahan kimia triclosan yang banyak terkandung dalam hand sanitizer tidak berpengaruh baik bagi kesehatan hormon Anda.

 

Mana yang lebih efektif dan sehat antara mencuci tangan biasa dengan hand anitizer??

Catatan WHO, diare membunuh 2,5 juta Balita di dunia setiap tahun. Untuk itu, Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia yang jatuh setiap tanggal 15 Oktober menjadi momen penting sebagai upaya menghentikan penyebaran kuman di tangan untuk menyelamatkan jiwa.

Meskipun sering diabaikan, mencuci tangan dengan sabun merupakan kunci hidup sehat. Hal ini perlu disadari mengingat tangan menjadi media potensial bagi kuman untuk menularkan berbagai penyakit.

Sayangnya, mencuci tangan dengan sabun belum menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Terbukti, di beberapa rumah makan, malah lebih mudah menemukan air kobokan daripada wastafel.

“Hanya satu dari empat orang Indonesia yang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” papar Amalia Sarah Santi selaku Senior Brand Manager Lifebuoy, PT Unilever Indonesia, Tbk.

Kebiasaan masyarakat ini harus diubah. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan cara paling efektif untuk membunuh kuman. Namun di era modern, alternatif lain sebagai pengganti cuci tangan, seperti cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, belum terbukti seefektif mencuci tangan dengan sabun dan air.

“Kuncinya adalah mencuci tangan dengan air mengalir. Jika Anda tak menggunakan sabun itu tak terlalu masalah, karena hanya dengan air mengalir saja sudah cukup membantu menurunkan tingkat infeksi kuman dan virus,” tambah dr. Tony S. Natakarman selaku Ketua IDI wilayah DKI Jakarta.

Menurut penelitian dari London School of Higiene, mencuci tangan dengan sabun terbukti ampuh mencegah diare sekitar 40-60 persen. dr. Tony menambahkan bahwa hand sanitizer boleh digunakan pada saat-saat terpaksa, seperti saat sedang berada dalam perjalanan.

Cuci Tangan Itu Sepele, Tapi Bisa Selamatkan Jiwa

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan, peningkatan kebiasaan cuci tangan pakai sabun termasuk kunci pokok untuk mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan dan perilaku manusia dalam strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Berbasis Masyarakat (STBM).

“Ini sebagai upaya promotif dan preventif terpadu pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular seperti diare. Berdasarkan riset CTPS saja dapat mencegah diare hingga 47 persen,” kata Yoga kepada wartawan di Parkir Selatan Senayan Jakarta, Minggu (9/10/2011).

Jika implementasinya tidak hanya sebatas pada peningkatan CTPS saja namun juga merubah perilaku negatif seperti pengurangan buang air sembarangan, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengolahan limbah cair yang benar maka akan menurunkan angka kejadian diare hingga 94 persen.

Corporate Secretary PT Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso, mengungkapkan meski CTPS sangat mudah dan murah tapi belum menjadi kebiasaan sehat masyarakat Indonesia.

“Kami akan memaparkan hasil penelitian terkini mengenai efektifitas CTPS dalam menghentikan penyebaran kuman untuk menyelamatkan jiwa di dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) STBM pada 14 Oktober 2011,” kata Brand Building Director Skin Cleansing, PT Unilever Indonesia Tbk., Eka Sugiarto.

 

Tapi perlu juga dipahami bahwa sebenarnya kesimpulannya si Hand Sanitizer ini tidak sebahaya yang diduga.

Pertama: Hand Sanitizer memang BUKAN untuk penggunaan reguler seperti setiap sebelum/sesudah makan, karena sifatnya membunuh sebagian besar bakteri/virus tapi tidak membuang kuman tersebut dari tangan. beda kan dengan kalau cuci tangan pakai sabun dan air mengalir yang membunuh kuman dan langsung dibilas/dibuang dari tangan.

Kedua: kalau yang dipermasalahkan karena kandungan alkohol, harap dipahami juga kalau alkohol tidak menimbulkan kerusakan pada kulit sebagaimana anggapan masyarakat asalkan digunakan di luar tubuh dan bukannya diminum. memang alkohol kalau diminum bisa merusak hati lalu akan berefek ke warna kulit, tapi kalau penggunaannya secara topikal (diusapkan ke daerah tertentu di kulit) efeknya cuma mengurangi kelembapan kulit, bukan efek mengerikan seperti keracunan, kanker kulit, dll.

Ketiga: Kita tau ada banyak merek hand sanitizer. mulai dari D****l, A***s, dan kalau yg sekarang lagi heboh dipakai sista-sista ada Pocketb*c keluaran B*th & B*dy W*rks. Saya nggak perlu membahas produk keluaran tiga merek tersebut karena mereka memang merek yg fokus produknya di sanitasi dan perawatan tubuh, jadi diharapkan produk Hand Sanitizer-nya pun masih bisa kita yakini cukup membersihkan. Nah, yang bahaya itu replika-replika Pocketb*g yg sekarang banyak banget dijual di online shop, jembatan penyeberangan, atau di pinggir jalan dengan harga miring. bisa jadi isinya cuma jel dikasih pewangi, tapi ngakunya hand sanitizer, dan dibeli sama sista-sista yang pengen ikutan tren Pocketb*g tapi sayang beli produk aslinya di kounter yg harga sebotolnya bisa 5 kali lipat harga hand sanitizer merek D****l atau A***s, dipakai buat bersihin tangan reguler setiap sebelum makan, padahal jel itu memang nggak bisa membersihkan kuman. Kalau ini kejadiannya, jelas yang bahaya bukan Hand Sanitizer secara keseluruhan tapi bahaya dari produk replika.

Intinya, bukan Hand Sanitizer-nya yang bahaya, tapi penyalahgunaan dan pemalsuan produknya yang bahaya dan MEMANG lebih baik mencuci tangan dengan air mengalir daripada pakai Hand Sanitizer

Nah, kesimpulannya sih, mari kita semua, baik saya sendiri, juga lainnya, untuk nggak langsung menuduh “BAHAYA” hanya berdasarkan scanning-skipping artikel-artikel dari google. sebelum kita mengambil kesimpulan, yuk kita pahami benar-benar apa maksud dari artikelnya, apa penekanan topik dari artikelnya, jangan langsung menyimpulkan hanya berdasarkan apa yang ingin kita lihat atau langsung ngikutin sesuai apa yang diarahkan sama pemberi sugesti/info.

Sumber: KasKus

4 Tanggapan to “Bahaya Menggunakan Hand Sanitizer”

  1. iwan said

    ups…baru tau..mksh infonya

  2. Jual Crystal X Asli said

    Sangat menambah pengetahuan saya tentang bahayanya… terimakasih artikelnya sangat bagus. Ditunggu artikel berikutnya ya

  3. […] Bahaya Menggunakan Hand Sanitizer […]

  4. Ayu said

    kalo hand sanitizerx exp n kita ndk tau kalo exp, ttp kita pakek, itu ada efek bahaya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: