Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

Mengatasi Kejang Pada Bayi Dan Balita

Posted by Ummu Kautsar pada 11 Agustus 2009

Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit.

Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step.

Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih.

SEGERA BAWA KE DOKTER

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam.

Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.”

Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal.

Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.

CIRI-CIRI KEJANG

Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:

* kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas

* gigi terkatup

* muntah

* tak jarang si anak berhenti napas sejenak.

* pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil.

* pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

TIPS ATASI KEJANG DEMAM

Berikut beberapa penjelasan  tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. .

Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.

Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak.

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.

Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan.

Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak.

Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA

*Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C.

* Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.

* Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.

* Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.

KEJANG TANPA DEMAM

Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.

“Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.

BISA DIALAMI SEMUA ANAK

Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir.

Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

“Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.”

JANGAN SAMPAI TERULANG

Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak.

Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. “Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.

Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.

”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.

DIMONITOR TIGA TAHUN

Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.

Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut.

Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental.

Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang.

Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.

RAGAM PENYEBAB

“Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah ini.

* Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.

Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).

* Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.

* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.

WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN

Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.

Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor.

Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya.

MENOLONG ANAK KEJANG

1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.

2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.

3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”

4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”

PENATALAKSANAAN

Penatalaksaan kejang meliputi :

1.  Penanganan saat kejang

* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian.

* Turunkan demam :

Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari.

Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa.

* Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya.

* Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah.

2. Pencegahan Kejang

* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika  pada saat anak menderita  penyakit yang disertai demam.

* Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.

ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN

Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam.

Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal.

Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.

Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.”

About these ads

158 Tanggapan to “Mengatasi Kejang Pada Bayi Dan Balita”

  1. THANKS, INFORMASINYA BERGUNA SEKALI…

  2. wakhid.mbpmy berkata

    terima kasih, sangat berguna sekali. sukses selalau

  3. anakkusayang berkata

    terima kasih… belum pernah terjadi lagi pada bayi saya.. cuma boleh diambil jadi panduan..

  4. TRIAS berkata

    TERIMAKASIH ATAS INFONYA.SANGAT BERGUNA BAGI SAYA KARENA ANAK SY JG DAH 2X KEJANG.MOGA KEMUNGKINAN2 DIATAS TDK TERJADI PD ANAK SAYA.

  5. nur ainis syamsiyah berkata

    trima kasih masukan dari artikel yg sdh sy baca,nambah ilmu bwt sy sbg ibu muda.sy bljr dr ank tman yg skt dn tdk tertlg lg krn kejang.

  6. iis mutiani berkata

    makasih banget informasinya ,jadi dari hal yang gak tau jd tau n berguna banget …thanks

  7. rina berkata

    terima kasih informasinya ini sangat berguna sekali bagi saya sebagai ibu muda, semoga sukses

  8. TOTO SUGIARTO berkata

    terima kasih atas informasinya, hal ini dapat menambah wawasan bagi saya untuk mengurus baby’ku

  9. Yovan witanto berkata

    Terimakasih. .inilah informasi yng kami butuhkan. .anak kami kejang tanpa demam setelah muntah dan diare. .tp dokter spa gak tau penyebabnya..

    • bu tedi berkata

      setahuku kalau setelah muntah dan diare biasanya dsebabkan oleh kekurangan natrium dalam darah.natrium ilang akibat muntah at diare tersebut bisa dicek kadarnya dalam darah.

  10. Romy abdul berkata

    Thanks atas penjelasannya krn sgt penting bagi org tua yg memiliki balita. Skali lg makasih

  11. LINDA MARDANI berkata

    terima kasih infonya….. anak kami 3 bulan mengalami kejang tanpa demam. hasil dr ct scan & EEG hasilnya nihil… dokterpun bingung tdk tau penyebab kejangnya. tapi setiap kejang perutnya pasti kembung…apa kejangnya disebabkan perut kembung???

    • Kautsar berkata

      Maaf setau saya penyebab kejang adalah karena adanya gangguan syaraf atau karena demam yang terlalu tinggi

      Detailnya kejang tanpa demam bisa terjadi karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

      Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

      “Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

      Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.”

      Apa anak Anda pernah mengalami salah satu masalah-masalah diatas? Baiknya anda periksakan lagi ke DSA yang lain untuk mencari tau penyebab kejang anak Anda. Apa anak Anda sering mengalami kejang atau kejangnya berulang kali, baiknya jangan sampai hal tersebut terjadi, karena bisa merusak sel-sel otak anak Anda, Jadi segera periksa ke DSA yang lebih kompeten saja.

      Salam,
      Ulfa Ummu Kautsar

  12. iis berkata

    Terima kasih sekali infonya, karena 3 hari yang lalu merupakan pengalaman saya yang pertama menghadapi anak kejang pada suhu awal 37,8. Alhamdulillah sekarang sudah sehat.

  13. ratna khairani berkata

    Terimakasih atas informasinya, dengan begini saya akan lebih waspada lagi terhadap gejala step, karena waktu anak kami berumur 11 bulan mengalami step akibat panas tinggi mencapai 40 C,padahal untuk pertolongan pertama agar panasnya turun saya kasih obat penurun panas(resep dokter) juga dikompres dengan air hangat,akhirnya mungkin sudah semalaman dia ngak bisa juga menahan suhu tubuhnya yang terlalu tinggi,paginya kejang,padahal saya pernah mengalami kejadian step tersebut pada adik saya,walau bagaimnapun kepanikan itu tetap ada, namanya naluri seorang ibu melihat anaknya kejang paniknya luar biasa,akhirnya dari pada terjadi sesuatu dengan anak kami, kami larikan ke UGD terdekat, alhamdulillah sekarang umurnya sudah 2 tahun,tidak lagi mengalami step,takut kalau ada efek dari pasca step tersebut.

  14. Dian berkata

    terima kasih buat informasinya, sy jadi lebih tau ttng bagaimana seharusnya kalau anak mengalami kejang,, 1 bulan yang lalu,anak saya panas tinggi sebelumnya saya sudah anitisipasi dengan memberinya obat penurun panas sesuai resep dokter,tetapi panasnya ngga turun2, saya ukur suhu tubuhnya sampai 40.2 C. ngga lama langsung kejang…otomatis panik,baru pertama anak saya dari lahir ngalamin sakit.. saya langsung bawa ke RS. ahirnya dirawat dan harus UKG karena ada radang pada telinganya. alhmdulilah 4 hari dirawat dan setelah UKG 5x anak saya sembuh. sekarang anak saya sedang demam,tapi tidak demam tinggi. masih 37.2 obat sudah saya berikan,tp saya selalu takut,takut anak saya kejang. kalau boleh bertanya, apakah setiap anak saya demam akan disertai radang pada telinganya, yang memungkinkan harus UKG?

  15. aninditya wicaksono berkata

    berguna banget infonya anak saya pernah mengalami kejang yg diakibatkan demam dan sekarang setiap demam saya selalu khawatir tapi adanya info ini jadi bertambah pengetahuan saya tntang apa yg harus saya lakukan apabila anak demam,tapi ada efek samping ga ya apabila sewaktu demam anak selalu diberi obat anti kejang

    • Kautsar berkata

      Tidak harus dengan obat anti kejang, cukup diberi paracetamol dulu, jika setelah dua hari panas (demam)nya tidak turun, bisa diperiksakan ke dokter. Biasanya nanti oleh dokter akan diberi antibiotik.

  16. Etty berkata

    anak saya jg sering terkena kejang akibat demam,selama ini sdh 5x dalam jangka waktu yg berbeda-beda.sekarang umurnya sdh 4 thn.Dokter saya bilang biasanya klw kejang akibat demam di derita anak sampai umur 4.5 thn…makanya sekarang setiap anak demam saya jadi was-was terus.apakah perlu anak saya di periksa lebih lanjut (di Scaning atw apa namanya saya kurang paham)..

    • Kautsar berkata

      Saran kami sebaiknya anak Ibu dibawa ke Dokter SPA terdekat dan pilihlah yang sekiranya kompeten. Karena sudah beberapa kali terjadi kejang takutnya terjadi kerusakan pada otak anak Anda. Kemungkinan nanti akan di CT Scan atau pemeriksaan lainnya. Sebaiknya ceritakan semuanya ke dokter.
      Sebaiknya Anda sediakan obat demam di rumah jadi jika sewaktu-waktu anak Anda demam segera dapat diobati agar tidak sampai terjadi kejang. Jika setelah diberi obat demam, panas anak Anda tidak turun segeralah hubungi dokter terdekat.
      Demikian dari kami semoga bermanfaat.

  17. ummu tyaz berkata

    baru kemarin anak saya kejang demam.dibawa ke klinik terdekat diberi obat pemutus kejang(lupa namanya,y tabungnya warna kuning,dimasukkan kedubur)kata dokter setelah 5menit anak akan nangis,tp tnyata ga nangis akhirnya saya minta dirujuk ke RS.setelah kejadiaan kemarin saya ingin tau lebih banyak tentang kejang,(dokternya kurang informatif)alhamdulillah ada artikel ini.so jd tau langkah perawatannya.thanx

  18. rere berkata

    bagus banget infonya.

  19. robin berkata

    info yang sangat penting bagi orang tua yang memiliki anak mengalami kejang, sy mau tanya tindakan apa yg biasanya dilakukan dokter di rumah sakit pada anak pasca mengalami kejang di rumah terkait untuk mengalirkan oksigen ke dalam otak si penderita, apakah pemberian obat tertentu dapat menyembuhkan anak dari gejala kejang. terima kasih.

    • Kautsar berkata

      Sebenarnya Kautsar juga pernah mengalami kejang tapi kautsar ga diberi oksigen hanya diberi diazepam (obat anti kejang) lewat dubur, terus diberi paracetamol untuk obat minumnya. Untuk masalah oksigen yang diberikan setelah kejang mungkin untuk memberikan tambahan oksigen ke otak, mungkin bagi penderita kejang yang kejangnya terlalu lama, tapi untuk lebih jelasnya tanyakan ke DSA yang kompeten.

      Untuk obat pencegah kejang terutama bagi anak yang punya bakat kejang/sering mengalami kejang, maksudnya orang tua harus menyediakan obat penurun panas jika suhu tubuh anak panas bisa langsung diberikan, jadi panasnya bisa langsung turun dan mencegah supaya tidak terjadi kejang. Namun apabila sudah diberi obat panasnya tidak turun maka segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Obat anti kejangnya pun bisa disediakan dirumah sebagai antisipasi.

  20. bejoriski berkata

    apakah epilepsi bisa sembuh?

    • Kautsar berkata

      Epilepsinya jenis apa? Biasanya tergantung tingkat keparahannya, baiknya untuk lebih jelasnya mengenai epilepsi anda tanyakan ke dokter syaraf.

  21. fran berkata

    bayi saya bru berusia 2 hari mengalami kejang2 padahal dia tidak demam… bole tau ap penyebab biasany dan tindakan ap yg harus saya lakukan sblm periksa k dokter ??? trmksh

    • Ummu Kautsar berkata

      Sebenarnya di artikel sudah ada apa penyebab kejang tanpa demam, ini kami copykan lagi

      Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.

      Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).

      “Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

      Sedangkan tindakan yang dapat dilakukan antara lain

      1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.

      2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.

      3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”

      4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”

  22. bunda nisha berkata

    Assalamu’alaikum….
    barusan nisha kejang, suhu badan menjelang kejang 38,9. beberapa menit sebelum kejang udah diberikan penurun panas, untuk anti kejang yang dimasukkan lewat anus belum sempet saya berikan.
    Ini kejang kedua, kejang pertama 3 januari,waktu kejang cuma beberapa menit.
    yang ingin saya tanyakan,haruskah saya bawa ke dokter setelah nisha sadar dan panasnya turun? pengalaman dari kejang pertama nisha langsung diminta opname, hari pertama kedua belum ada hasil,hari ke 3 baru dibilang trombosit menurun tapi masih batas normal jadi hari ke4 bisa pulang, cek darah 3 hari setelah itu udah normal.
    wassalam…

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam

      Maaf baru balas. Insya Allah kalau memang sudah tidak kejang, panasnya turun, dan si anak sudah baik (ga ada masalah), ga dibawa ke RS, gpp. Tapi dari cerita anda baru 2 bulan yang lalu Nisa mengalami kejang, diusahakan jangan sampai terulang lagi karena kalau terlalu sering kasihan pertumbuhan otaknya, takut mengalami gangguan.

      Mungkin selain obat penurun panas, sejenis paracetamol, perlu disiapkan juga antibiotik dosis rendah sejenis Amoxicilin atau amphicilin, karena Kautsar kalau dah 1×24 jam panasnya ga turun, saya beri antibiotik, saya juga agak trauma dengan namanya kejang karena kautsar pernah mengalami kejang sekali, semoga ga terulang lagi.

  23. dini berkata

    anak saya tiga tahun,waktu usia 2,5 th.pernah kejang.kemarin waktu panas tinggi dia kejut2 tapi mata tidak keatas,dan dia masih nangis dan manggil2 ayah bunda..apakah itu kejang..pengaruh pada otaknya gmn ya

    • Kautsar berkata

      bisa dinamakan kejang karena terjadi panas tinggi dan kejut2. Insya Allah kalau kejangnya tidak lama dan tidak sering, tidak berpengaruh atau tidak menimbulkan masalah pada otak, yang bisa mengganggu otak jika kejangnya berlangsung lama dan si anak sering sekali mengalami kejang. Besar kecilnya kerusakan/gangguan yang disebabkan kejang bisa dilihat hanya dengan melakukan CT Scan.

  24. carti berkata

    Assalamualaikum…..
    Anak saya faqih berusia 15 bln,mengalami kejang tanpa panas kejangnya sehari bisa sepuluh kali lebih sampai akhirnuya dokter memberi obat penenang baru tidak kejang lagi ,setelah 3 minggu minum obat saya kurangin dosis obatnya yg tdnya 2x 3CC menjadi 1x3CC tp apa yg terjd kejangnya kembali kambuh,sampai kapan harus minum obat anti kejang dan bisa sembuhkah itu saya sangat mohon solusinya karena saya sangat khawatir sekali pada anak saya.dan apakah kegemukan bisa menjadi penyebabnya karena usia 15 bl BB 13kg.Mohon bantuannya,Terimakasih.

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh

      Maaf ya mbak, baru balas. Semoga mbak diberi kesabaran atas ujian dari Allah ini. Saya ingin tanya, kalau kata dokter penyakit yang dialami faqih ini apa dan kejang yang dialami faqih ini karena apa penyebabnya? Terus bisakah penyakit/penyebab kejangnya disembuhkan, jadi faqih tidak perlu diberi obat terus-menerus untuk mencegah terjadinya kejang. Kalau kata dokter sampai kapan faqih harus diberi obat seperti itu terus? Mbak, boleh tau nama obatnya apa dan pemberian diminum atau dengan cara lain?

      Kalau menurut mbak, dokter mbak tidak bisa kasih solusi yang terbaik saran saya, mbak lebih baik cari dokter spesialis lain yang lebih kompeten, untuk melakukan pemeriksaan lagi, mungkin saja dokter yang lain bisa kasih pengobatan atau solusi yang lebih baik. Maaf ya mbak, saya tidak banyak membantu.

      Setau saya kegemukan tidak menimbulkan kejang, salah satu efek kegemukan hanya memperberat kerja jantung si anak,terus aktivitas anak juga jadi kurang gesit/aktif karena dia mudah lelah, terus resiko kena DM, jadi baiknya anak kecil jangan terlalu gemuk. Kalau lihat dari KMS BB Faqih 13kg dan umurnya 15 bulan, sebenarnya masih batas normal, walaupun normal tingkat atas. Sebenarnya penyebab kejang tanpa demam bisa karena trauma/ada kesulitan waktu melahirkan dan sebab-sebab lain yang ada di artikel ini. Semoga faqih cepat sembuh ya.

  25. Anang berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb
    apakah kerusakan otak akibat kejang dapat disembuhkan ???? kira2 berapa persen kerusakan otak kalau anak mengalami kejang selama kurang lebih 3 menit? adakah tanda2 fisik yang dapat dilihat akibat kerusakan otak tersebut ???

    terima kasih

    Wassalamualaikum Wr. Wb

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

      Untuk kerusakan otak bisa disembuhkan atau tidak tergantung dari besar kecilnya kerusakan otak, kalau kerusakan otaknya kecil/ringan Insya Allah dengan pengobatan dan stimulus-stimulus tertentu bisa disembuhkan. Hanya saja untuk pengobatan kerusakan otak hanya bisa dilakukan dokter spesialis anak dan dokter spesialis syaraf atau fisioterapi jika butuh bantuan stimulus tertentu.

      Berapa persennya kerusakan otak, tidak bisa dilihat dengan kasat mata, sepertinya harus dilakukan CT Scan, untuk memperjelas apa ada bagian otak yang rusak atau tidak, jika ada yang rusak, bagian otak mana yang rusak dan seberapa parah kerusakan otak tersebut, jadi untuk lebih jelasnya baiknya melakukan CT Scan.

      Untuk tanda-tanda fisik akibat kerusakan otak, mungkin kalau kerusakan otaknya dah agak parah, tapi saran kami baiknya melakukan CT Scan dan anda konsultasikan lagi dengan dokter spesialis anak.

  26. syamsul bahri berkata

    terima kasih..tulisan ini berharga banget buat aku..
    izin down load ya..

    syamsul bahri

  27. rasyidi berkata

    assalamu’aikum wr.wb
    anak saya berumur 1 tahun 10 bukan tadi malam step untuk yang ke 3 kali,tapi kejangnya hanya beberapa detik karena diberi obat lewat anus.apakah hal ini bisa menyebabkan kerusakan terhadap perkembangan otak.apakah minum kopi bisa mencegah kejang/step, karena anakku ini tdk suka minum kopi jika dibandingkan dengan 2 orang saudaranya yang tidak pernah kejang walaupun badannya panas.

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh.

      Insya Allah kalau kejangnya tidak terlalu lama dan tidak terlalu sering serta pada saat anak anda kejang mendapat penanganan yang tepat dan segera, maka kejangnya tidak akan menyebabkan kerusakan pada otak anak anda.

      Untuk minum kopi saat kejang sebaiknya dihindari, karena secara medis, kopi tidak menyembuhkan kejang, malahan kopi jika diberikan pada saat anak anda kejang bisa menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan pada anak anda dan efek terburuknya bisa menyebabkan kematian.

  28. rei berkata

    Assalamualaikum, sekedar mau sharing…saya seorang ibu alhamdulillah dg 5 anak, anak pertama hingga anak ke 4 pernah mengalami kejang demam..apabila ditangani dg benar insyaAllah tidak berdampak buruk bagi perkembangan anak…

  29. Ahmad Nurjaya berkata

    Assalamu alaikum, ada tetangga kami mempunyai anak “azkia” kejang tanpa demam.Usia kejang pertama 9 bulan, dua minggu kemudian kejang lagi 1 x, satu bulan kemudian kejang 3x sehari. yang ingin bunda Azkia tanyakan, apa berhubungan sama peristiwa jatuhnya Azkia diusia 5 bulan? berbahaya atau tidak?

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh.

      Mungkin bisa berhubungan dengan peristiwa Azkia jatuh, sebaiknya Azkia diperiksa ke dokter biar bisa lebih lanjut diketahui penyebab kejangnya Azkia , apalagi kejangnya Azkia beberapa kali dalam waktu dekat, takutnya kalau terlalu sering kejang bisa berbahaya atau bisa merusak otaknya

  30. claudya berkata

    Aku punya anak skrg usia 1.2 thn. wktu umur 9 bln kejang demam pertama tgl 4 desember sampai 3x sehari pertama selama krg lbih 15 menit,kedua dan ketiga sdh tidak terlalu lama krn sdh di berikan Diazeparn. trus wkt tgl 26 desember kena serangan lagi 2x durasinya sama juga,di periksa ke dokter krn ada infeksi saluran pernapasan, di telinga sama tumbuh gigi. smpai skrg blm ada serangan lagi (mdh2an tidak kena lagi). yang ingin saya tnyakan,seberapa besar resiko akan terulangnya lagi ? trus apa akan menyebabkan kematian ? krn menurut cerita teman2 ada yg sampai meninggal,,,
    oh ya anak saya juga mengidap asma tapi tidak akut.
    tolong infonya,,,
    trimakasih sebelumnya.

    • Kautsar berkata

      Diusahakan kejang jangan sampai terulang, apalagi dalam waktu dekat. Diusahakan dirumah selalu menyediakan obat turun panas, jadi jika anak anda demam langsung diberi obat, supaya tidak sampai terjadi kejang. Untuk penyakit asma diusahakan jangan sampai kambuh/ menghindar pencetus/penyebaab asma, dan sediakan obat asma dan inhaler dirumah, jadi jika sewaktu-waktu anak anda asmanya timbul bisa langsung diobati

  31. Yeyen berkata

    anak saya mengalami kejang demam waktu umur 7,5 bulan….waktu itu langsung disuruh mondok karena panasnya sampai 40.2, sehari di RS panasnya masih antara 39 – 40, hari kedua antara 38- 37, hari ketiga antara 37-36……..apa karena kecapekan apa karena kaget perbedaan udara dr daerah panas ke daerah dingin ya, karena habis bepergian….mohon infonya

    • Kautsar berkata

      Demam pada asalnya merupakan proses tubuh melawan penyakit sedangkan kejang sendiri bisa terjadi karena demamnya terlalu tinggi. kecapean dan perubahan udara yang ekstrim bisa jadi merupakan salah satu faktor terjadinya demam, sebaiknya di rumah selalu disediakan obat penurun panas jadi sewaktu-waktu anak demam segera dapat diobati dan mencegah terjadinya kejang.

  32. karina berkata

    apakah kram pada anak yang sebagian atau seluruh tubuh merupakan kejang????
    trimakasih atas tips2x….

  33. heni nuraeni berkata

    anak saya sekarang berusia 2 setengah tahun,saya selalu khawatir bahkan ketakutan karena terkadang ketika dia terkena demam suka kejang walaupn sudah diberi parasetamol atau dikompres,kenapa bisa begitu ya..saya heran apakah ini karena faktor keturunan?mohon penjelasannya

    • Ummu Kautsar berkata

      kejang tidak ada hubungannya dengan keturunan, jika itu kejang yang terjadi pada bayi biasanya lebih banyak disebabkan oleh demam tinggi, namun ada efeknya terhadap syaraf dan otak jika sering terjadi.

      Ada juga kami sertakan copy paste artikel berikut, semoga bermanfaat

      Penanganan terhadap Anak kejang
      Penanganan terhadap anak kejang akan berpengaruh terhadap kecerdasannya.
      Jika Anda terlambat mengatasi kejang pada anak, ada kemungkinan penyakit
      epilepsi, atau bahkan keterbalakangan mental. Keterbelakangan mental di
      kemudian hari. Kondisi yang menyedihkan ini bisa berlangsung seumur hidupnya.

      Sebelum kejang biasanya anak akan menderita demam yang tinggi, yaitu 38 – 40
      derajat Celcius. Pada saat demam ini, kekejangan tergantung kekuatan tubuh si
      anak. Banyak anak demam tinggi dan kejang setelah melakukan imunisasi. Biasanya
      setelah imunisasi, dokter memberi resep obat penurun panas untuk segera
      diminumkan ke si kecil.

      Jenis Kejang
      Kejang kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. Kejang bisa hanya
      timbul pada waktu suhu badan meningkat yang disebut kejang demam (convalsio
      febrillis). Atau mengejangnya otot-otot pangkal tenggorok sebagai akibat
      menyempitnya jalan napas yang disebut kejang laring (laryngospasm).

      Timbulnya kejang bisa disertai demam atau diistilahkan dengan kejang demam.
      Penyebab kejang demam biasanya akibat adanya suatu penyakit di dalam tubuh si
      kecil. Penyakit yang di manifestasikan kejang yaitu penyakit kejang demam,
      epilepsi atau tuberkolusis intrakranial atau orang awam menyebutnya TBC otak.

      Kejang demam dapat berjalan singkat dan tidak berbahaya. Tapi bila kejang
      mencapai 15 menit dapat membahakan si kecil karena bisa menyebabkan kerusakan
      otak sehingga dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan bahkan bisa menyebabkan
      retardasi mental. Kejang demam dialami 2% sampai 3% anak-anak.

      Kejang demam terbagi dua, yaitu kejang demam yang sederhana dan kejang demam
      yang akibat penyakit lain atau gangguan dalam tengkorak kepala. Kejang
      sedarhana dengan ciri-ciri menyerang anak usia 4 bulan sampai 4 tahun, kejang
      berlangsung tidak lebih dari 15 menit, kejang timbul dalam 16 jam demam
      pertama, frekuensi demam kurang dari 4 kali dalam setahun.

      Kejang dapat timbul pula ketika si kecil menderita muntah dan diare. Kejang
      bisa pula timbul tanpa demam, yaitu disebabkan gangguan elektrolit darah akibat
      muntah dan diare, sakit lama yang menyebabkan gula darah rendah, asupan makan
      yang kurang, atau menderita kejang yang sudah lama dialami akibat epilepsi.
      Kejang akibat kelainan neurologis atau gangguan perkembangan, berlangsung lebih
      dari 15 menit.

      Faktor Keturunan
      Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga
      memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang
      sewaktu kecil sebaiknya waspada karena si kecil berisiko tinggi mengalami
      kejang yang sama.

      Selain faktor, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat
      pula menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak,
      radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan),
      gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan,
      alergi dan cact bawaan.

      Anak yang pernah menderita kejang demam, sebesar 50 persen berisiko terkena
      kejang demam kembali dalam setahun pertama setelah kejang. Anak yang menderita
      kejang demam kemudian diikuti dengan kejang tanpa demam berisiko lima kali
      lebih besar menderita retardasi mental.

      Kajeng-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan sang bayi atau anak
      terlalu tinggi. Dimana pada saat kejang badannya menjadi kaku, bola mata
      berbalik keatas, kondisi ini biasa disebut “step”.

      Bila si kecil mengalami keadaan ini, segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit
      yang terdekat. Karena jika keadaan kejang seperti ini dibiarkan terlalu lama,
      dapat menbahayakan si kecil.

      JANGAN PAKAI KOPI
      Kejang demam biasanya diobati dengan antiperik (penurun panas) seperti
      Diazepam. Sedangkan kejang akibat epilepsi ditangani dengan obat anti-epilepsi.
      Namun sebaiknya segera pergi ke dokter bila anak Anda mengalami kejang yang
      tidak berhenti.

      Jangan mudah percaya bahwa minum kopi bisa menghindari dari kejang atau step.
      Secara medis, menurut salah satu Dokter Anak di Jakarta, sebetulnya kopi tidak
      berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya
      pernapasan bila diberikan pada saat anak Anda mengalami kejang, yang akhirnya
      mengantarkan pada kematian.

      Kasus kejang kopi ini pernah terjadi di Balikpapan, seorang bocah laki-laki
      berusia 5 tahun yang mengalami sakit muntaber. Setelah diberi pengobatan di
      sebuah rumah sakit, bocah tersebut mulai membaik. Namum ketika sampai dirumah,
      bocah bernama Andika tersebut mengalami kejang-kejang. Karena bermaksud
      menghentikan kejang si bocah, ibu bocah itu kemudian memberikan sesendok cairan
      kopi yang kebetulan ada didekatnya pada si Andika yang sedang kejang. Kejangnya
      bukan berkurang, seluruh badannya mengalami kejang semakin hebat dan
      selanjutnya Andika tidak bergerak lagi.

      MENCEGAH KEJANG

      Demam tinggi pada anak dapat diatas dengan cara memberi obat demam dengan
      penurun panas dan kompres dengan lap hangat (lebih kurang panasnya dengan suhu
      badan si kecil) selama kurang lebih 15 menit, bila mencapai 38.5 derajat
      celcius atau lebih
      Jangan melakukan pengkompresan dengan lap yang dingin, karena dapat
      menyebabkan korslet di otak (akan terjadi benturan kuat karena atara suhu panas
      tubuh si kecil dengan lap pres dingin)
      Kalau dinyatakan epilepsi, segera minum obat resep dokter secara teratur
      Sediakan obat anti kejang lewat dubur di rumah jika kejang membuat anak
      tidak mungkin meminum obat.
      sedia selalu obat penurun panas di rumah seperti parasetamol.
      Sumber: Human Health

  34. Katherine berkata

    Anak saya pernah 3x mengalami kejang tapi hanya tatapan kosong saja, tidak sampai kejut2x. Apakah itu sama dengan kejang? Kejang pertama disertai panas sedang beraktivitas tiba2 diam saja dengan tatapan kosong, kedua panas juga dan bola mata ke atas, ketiga kembali seperti kejadian pertama. Namun tidak sampai lama (sekitar 3mnt). Apakah yg seperti ini beresiko merusak sel saraf di otak? Mohon info, thanks.

  35. saya setuju dengan artikel nya….

  36. lila berkata

    apakah epilepsi pada anak itu menular?? mohon infonya…tq

    • Kautsar berkata

      Penyakit ini tidak menular dan bukan penyakit keturunan. Epilepsi juga tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan mental. Bahkan, banyak penderita epilepsi yang mendapatkan epilepsi tanpa diketahui penyebabnya. (Selengkapnya silakan anda baca di sini)

  37. lila berkata

    apakah epilepsi itu menular??

  38. eka berkata

    kemarin anak saya panas mulai dari jam 1 malam, dan panasnya itu secara mendadak sampai dengan 39,2c,kurang lebih setengah jam kemudian anak saya mengalami kejang kurang lebih selama 2 menit. badan dia kaku,mulut membiru,bola mata berbalik,dan keluar liur.yang ingin saya tanyakan,apakah anak saya perlu untuk diterapi saraf mengingat anak saya baru berusia 8 bulan dan kejang itu hanya sekali terjadi.dan apakah benar kejang yang terjadi pada anak bisa terjadi akibat adanya faktor keturunan karena sewaktu kecil saya juga pernah mengalami kejang2 yang berulang sampai dengan usia saya 4 tahun.

  39. abu yasir berkata

    ijin mengkopi artikel mengatasi kejang pada bayi dan balita

  40. marisi berkata

    saya mau bertanya, anak saya sudah 3 kali mengalami kejang, kejang yang pertama kali berlangsung sekitar 10 menit, dan yang kedua kalinya berlangsung sekitar 3 menit, dan yang ketiga kalinya sekitar 15 menit, cara penanganan yang saya lakukan diwaktu anak saya step adalah menyiram seluruh tubuhnya dengan air, dengan cara itu memang anak saya sadar. yang mau saya tanyakan adalah,apa cara saya itu benar dan tidak berpegaruh apa-apa? yang perlu saya beri tahu, samapi sekarag perkembangan anak sya tidak terlambat, maksudnya, sejalan dengan pertambahan usianya ada hal2 baru yang ia dapat, sekarang anak saya berusia 2 tahun, kemampuan dia sekarang adalh: sudah dapat berbicara, berjalan, aktif, dll, yang saya mau tanyakan lagi, apakah benar kalau riwayat kejang seperti yang diatas tersebut, dapat menyebabkan anak sya terganggu otakny? apakah benar bahwa ada mitos yang mengatakan bahwa anak yang terkena kejang, bisa saja pintar atau malah sebaliknya.? terima kasih banyak, saya mohon tolong dijawab dan saya minta dengan rendah hati tolong dibalaskan ke e-mail saya (marisi_uli@yahoo.com). saya benar2 minta tolong, karena saya sangat mengkhawatirkan keadaan anak sya. terima kasih.

  41. Ismanto berkata

    anak saya umur 4 bulan mengalami kejang2 sudah sebulan ini, sehari bahkan bisa sampai 4-10 kali. Kondisi badan normal, cek darah semua juga normal. Dilakukan EEG juga sudah, kata dokter tidak ada kelainan sama sekali. Kami sudah datangi semua dokter anak dan syaraf… tapi sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali. Saya sebagai orang tua hanya bingung, sementara obat yg diberikan dokter tidak memberi efek sama sekali. Bahkan sekarang kondisi mentalnya menurun drastis, seperti tatapan mata kosong, terus tidak ada reaksi apa2.. Mohon dengan sangat kemana lagi saya harus mengobati anak saya??
    terima kasih sebelumnya.

  42. Budi Haryanto berkata

    putri saya Dinara Safina, 2 jam yang lalu mengalami kejang, memang dia sedang sakit muntah-muntah sejak 2 hari, tapi dokter sudah memberi obat agar tidak muntah dan bereaksi baik, tapi tadi saat sedang bermain putri saya tiba-tiba terjatuh dan kejang sekitar menit, saya membawanya ke klinik terdekat, dan dokter memberikan STESOLID 5ml, untuk penanggulangan katanya…
    apakah mungkin karena sakitnya itu penyebab kejangnya, sebagai tambahan kejang putri saya kaku tidak “kejet-kejet” semua anggota tubuhnya kaku, …

  43. krisman berkata

    Terima kasih untuk artikel ini,sangat bermanfaat

  44. anak saya mengalami kejang mulai dari awal sejak empat bulan dan saat ini diasudah sampai berumur dua tahun dan tetap aja kejang bagaimana penaganannya saya perlu infomasi

  45. Assalamu Allaikum Warramatollohi Waabarakatu
    sejak anak saya berumur empat bulan terjadi demam besar dan terjadi kejang setelah itu sampai pada berumur sembilan bulan terjadi kejang dan sampai saat ini, terjadinya kejang pada anak saya hanya cukup pada satu menit ketika dia lagi kejang tapi dalam satu hari mendapatkan kejang kadang sampai lima kali sehari… dan sampai saat ini anak saya berumur dua tahun

  46. adek berkata

    anak saya sering kejang dari umur 6 bln, dalam 1 tahun sering berulang kejangnya sampai sekarang berumur 4 thn jg mengalami kejang. skrg dia minum obat depakent syrup rutin yg kata dokter tdk boleh putus slm 1 thn bebas kejang. apakah dg kondisi yg selalu berulang kejangnya itu akan berakibat buruk pada perkembangan otaknya, apa yg hrs saya lakukan utk mengurangi efek buruk dari apa yg dialaminya

  47. ANDRI TEGUH W berkata

    anak saya 1 thn 9 bln, 4 bulan kmrn terkena kejang krn infeksi saluran pencernaan,kemudian msk RS alhamdulillah sembuh, tpi hri ni kejang lagi,bahkan dalam 1 malam kejang sampai 4 x…kondisi saya ada di jkt,sedangkn istri & anak ada didesa jauh dari RS. yg ada hanya dokter puskesmas. tolong kasih solusiny untuk mengatasi saat kejang. dan apa kejang dalam 1 malam terjadi 4 x tu bsa mengganggu otak. trimakasih.

  48. ANDRI TEGUH W berkata

    IJIN MENGCOPY ARTIKEL NI…MKSH

  49. meli verniana siska berkata

    anak tetangga saya lahir prematur bb 1700 g dengan vakum.sekarang usianya 2 bulan tapi sudah dua kali mengalami kejang tanpa panas.apakah akan berdampk untuk tumbuh kembangnya sekarang beratnya 3200.terimakasih untuk penjelasannya?

  50. Maria Rizaty berkata

    anak saya mengalami demam,,waktu tidur tiba2 mengelurkan bunyi seperti kejepit..setelah sy lihat kondisi anak sy mata dan mulut terbuka (tidak terbelalak),,klo dipanggil tidah merespon..badannya tidak kejat2 seperti kejang. Cuman muka,,kantung mata,,dan bibirnya mulai biru seperti kekurangan oksigen ato tidak bernapas…
    pikiran sy..anak sy tersedak air liur saat tidur,,jalan yg sy ambil adalah menekan dadanya sebanyak 2x lalu meniup mulutnya (seperti melakukan bantuan pernapasan,,setelah dia bs bernapas walaupun msh susah langsung sy larikan kerumah sakit..sambil diatas motor sy lakukan bantuan penapasan…
    diRS sakit anak sy udah sadar,,cuman msh nga ada respon seperti nangis berteriak panggil mamanya?? dia cuman diam,,dokter RS tidak bilang klo kejang dan dipereksa napas ama detak jantungnya normal..cuman suhu badannya aja yg tinggi 38 derajat.
    sorenya sy pereksakan ke spesialis anak hal itu namanya juga kejang..

    pertanyaan sy??
    1. apa yg terjadi pada anak sy emang kejang??
    2. perbuatan sy dengan memberi bantuan pernapasan,,apa sudah benar??
    3. klo emang kejang apa mesti badannya kejat2,,soalnya pd anak sy tidak?

    thx.

  51. nofi berkata

    terima kasih banyak tentang artikel ini…artikel ini telah membuat hati saya jadi tenang, karena beberapa hari yang lalu anak saya yang berumur 5 tahun mengalami kejang, yang mana kejang nya berlangsung hanya beberapa detik dan terjadi 2 kali berselang sekitar 1 menit…disini saya mohon saran-saran bagaimana cara nya agar kejang tersebut tidak berulang, karena masa observasi nya bisa sampai 3 tahun..trima kasih atas saran2 nya.

  52. arum berkata

    tks artikelnya… sangat membantu saya menangani kejang pada anak saya..

  53. eni berkata

    Anakku (6th10bln)belum lama ini mengalami kejang karena jatuh, dan sekitar 3 th yg lalu jg pernah mengalaminya krn demam. apakah penyebabnya krn faktor kondisi anakku yg kbtulan menderita hidrosefalus?. kmrn doktr membawakan obat depaken utk mengatasi kejangnya, adakah obat lain yang hrs saya simpan utk jaga2? tks.

  54. handri saputra berkata

    salam…

    anak saya kejang tanpa demam… dengan adanya artike lini sungguh sangat membantu terhadap kita para oraangtua untui mencegah maupun bertindak… terima kasih banyak… TUHAN MEMBERKATI

  55. ummu sahl berkata

    asswrwb..gara2 perna ikut sminar ttg kejang pd bayi ktika hamil,skrg jd parno.. Ketika mnyusui bayi saya umur 2bl tiba2 bgetar,dlm hitungn detik saja,2 kali saya alami ktika mnyusuiny bgetar sperti itu, dan yg lebih bikin kaget ktika umur 7bl sperti hilang ksadarn utk bbrp detik,awalny krn kaget ketika mrangkak kluar rmh ada yg mlarangny,bayi saya lsg mjerit,nangis mbuka mulutny lebar sampai gada suarany mata ttutup,dan tiba2 tkulai lemas, Allohuakbar, td kjadian lg sperti itu, skrg anak saya genap 1th,benarkah kondisi tsb tmasuk kategori kejang tanpa demam?

  56. MUHAMAD NUR AFIF berkata

    anak saya dua2nya sempat kejang. saya gak tau apa penyakit ini turunan gak. saya sendiri menurut orang tua saya pernah kejang waktu kecil.
    bagi saya kalu anak sedang sakit panas ini merupakan situasi yg sangat menegangkan bahkan traumatis. kedua anak saya (yg pertama 10 th dan ke dua 6 th) alhamdulillah yg pertama sudah ada 3 tahun tidak lagi kejang. sedang yg ke dua terakhir ini saat kena cacar air (20/8/00), karena panas tinggi. untuk anak yg kedua terakhir kejang tahun 2008. Awalnya saya merasa aman karena telah dua tahun tidak kejang lagi ternyata masih kejang. yang saya ingin tanyakan.
    1. Batas usia anak berapa tahun tidak akan kejang lagi
    2. Pengobatan apa yang dapat menyembuhkan kemungkinan kejang ini

  57. jafar berkata

    ijin ngopy juga ya, aku lagi butuh banget.

  58. rangga berkata

    anak saya mau 3 tahun, dia kejang sudah dari umur 8 bulan, berapa lamakah kejang itu berhenti? karena anak ini sangat aktif sekali.

    terimakasih

  59. rangga berkata

    maaf satu lagi, dia ini bila kejang sudah tidak panas lagi

  60. Hendro berkata

    Terima kasih untuk artikelnya.
    Ijin mengkopi artikel bagus ini!

  61. nina berkata

    anakku pernah kejang usia 1.6 thn,kira2 1 menit gitu,padahal sebelumnya udah di kasih sanmol.beberapa jam kemudian panasnya turun,aku khawatir bangt efek2 dari kejang tsb.apa aku perlu ke dokter syaraf?

  62. ira puspita berkata

    Anak saya 1,5thn, kemarin sempat demam sampai 40,5c (diukur termometer lewat ketiak, alhamdulillah ga sampai kejang tapi tidurnya ngigau, dikasih obat penurun panas selalu dimuntahkan jadi panasnya ga turun-2, paginya sy bawa ke dokter sama dokter dikasih obat penurun panas, antibiotik dan penurun panas lewat dubur, alhamdulillah panasnya reda, kata orang tua dulu kalo anak sering dikasih kopi min 1 sendok aja sehari, bisa mencegah kejang benar ga tuh…soalnya klo pagi anakku ni suka minum kopi dari umur 1thnan ya ga banyak cuma 1 sendok, apa ngaruh dari itu ya…mohon infonya

  63. ira puspita berkata

    ijin share ya..

  64. Dian Ariana berkata

    Anak saya berumur 3 tahun; sudah 4 kali mengalami kejang demam jika demam 39 derajat dan dirawat di rumah sakit. Saya sudah minta dokter untuk memberikan terapi, tapi menurut dokter .. terapi bisa diberikan jika anak kejang : 3 kali dalam setahun, atau kejang tidak disertai panas .
    Apakah benar ? atau ada saran lain ?

  65. tirto berkata

    Trims artikelnya sngat bermanfaat

  66. Apung berkata

    Terima kasih atas artikelnya….
    saya ijin copy untuk sendiri yach….

  67. herawati berkata

    bayi kami umur 6 bln kejang krn demam. dirawat slm krg lebih 1 bln krn demamx naik turun tp slm di rmh skt tdk perna kejang. tp penyakitx ga ketahuan krn darah n urine nomal. dokter menyarankan terapi spy kejangx ga balik lg. slm terapi anak kami lemah n malah muncul penyakit br yaitu diare, munth2 sesak n fungsi ginjalx ga normal…mohon jwbx..makasi

  68. Mina berkata

    Halo, saya ingin menanyakan lebih lanjut tentang kejang tanpa demam. Bayi saya sekarang berusia 3 bulan lebih 3 minggu, kemarin tiba-tiba setelah dia menangis agak lama dia bergerak refleks seperti kejut-kejut setiap kira-kira 15 detik. Hal ini terlihat jelas karena pada saat itu dia sedang dibaringkan tengkurap. Setelah melihat ini saya coba angkat dia dan menyusuinya. Selama menyusui dia masih mengalami kejut-kejut dari setiap kira-kira 15 detik sampai setiap 60 detik dan lama-lama menghilang. Kebiasaannya pada saat menyusui dia akan tertidur, jadi kemarin ini setiap dia mengalami kejut-kejut dia menjadi terbangun lagi dan akhirnya menangis.
    Siang harinya sebelum dia tidur siang, kembali dia mengalami kejut-kejut sesaat sebelum dia akhirnya tertidur.
    Hari ini dia sudah tidak mengalami kejang kejut-kejut tersebut. Suhu tubuhnya normal dan tidak demam.
    Apakah yang menyebabkan kejut-kejut itu dan apakah itu normal? Apakah perlu bayi saya dibawa ke dokter untuk di EEG?

    Terima kasih untuk perhatiannya.

  69. maya berkata

    terimakasih artikelnya, saya mau tanya anak saya kejang karena demam yg di akibatkan radang tenggorokan kejang pertama sama kejang kedua jaraknya kurang lebih 3 bulanan, semua di sebabkan karena penyakit yg sama yaitu radang ( Infeksi saluran pernapasan) mau tanya apakah efek kejang tersebut terhadap pertumbuhan anak saya, karena saya khawatir terhadap efek negatifnya, dari faktor genetik tidak ada yg menderita epilepsi namun untuk faktor keturunan saya pernah kejang saat over dosis obat, pada waktu kecil maupun sudah dewasa, apakah kejang pada anak saya dapat mempengaruhi keceerdasan anak mohon di jelaskan dimana pemeriksaan untuk menditeksi anak2 rawan kejang atau tidak. thanks

    • Kautsar berkata

      Memang kejang yang terjadi pada anak di masa bayi, ada efeknya terhadap tumbuh kembang anak di usia selanjutnya, tapi juga perlu dilihat frekuensi kejang yang telah terjadi pada anak, apakah terjadi terus-menerus ataukah sebentar saja, karena memang ada efeknya terhadap tumbuh kembangnya di usia selanjutnya.
      Untuk tempat pemeriksaan untuk mendeteksi anak rawan kejang kami tidak tahu, coba tanyakan ke dokter setempat. terimakasih.

  70. agus berkata

    jazakalloh khoir.anak saya kejang jarang sekali apakah juga berbahaya?

  71. risya berkata

    Assalamualaikum….
    Terima kasih, nice article dan bermanfaat, izin copas

  72. hermin ningsih berkata

    ijin share ya

  73. bunda mala berkata

    Ass…juli 2010 anak ke 2 ku kejang karena demam,aku kerja dan yang dirumah adeku krn panik dia lngsung telp aku,dan msuk icu,tp ga brp lam dia sudah sadr kembali dan rawat inap.dan menurut ahli syaraf ga perlu di scan. bulan nopember kejang(kurang dr 1 menit)langsung aku miringkan,dan aku lngsung kasih stesolid dan langsung dibawa ke rs terdekat.pas 1 bulan des kejang yang sama kurang dr 1 menit dan langsung dikasih oksigen,amoksan,dan obat radang..apa saya harusn ct scan apa tidak???dan mudah”an itu terakhir x dia kejang…

    • Kautsar berkata

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah..
      Adalah sebaiknya ibu konsultasikan ke dokter SPA terdekat atau yang terkait dengan keluhan yang ibu hadapi, karena merekalah yang mempunyai kapasitas dan kompetensi dalam menyelesaikan masalah yang ibu hadapi.
      Demikian, dan mohon maaf baru dibalas.

  74. abu luqman berkata

    keponakan saya tidak kuat untuk mengangkat lehernya akibat step,sekarang usianya hampir 2th, step ketika umur 7 bln,bgm mengobatinya?sdh berobat kemana saja tp belum ada perubahan

    • Kautsar berkata

      Coba bawa sekali lagi ke dokter spesialis terdekat Anda. Perlu diingat, kompetensi dokter satu dengan dokter lain berbeda, konsekwensinya berbeda pula dalam diagnosis dan treatment terhadap penyakit yang diderita anak. Husznuzhanlah dengan dokter yang Anda datangi, dengan tidak lupa tawakal kepada Allah,semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Anak Anda.

  75. wiwit berkata

    makasih banyak atas infonya ya…anak kami pernah mengalami step, tapi mudah2han ng kan terulang lagi, waktu step langsung saya siram dengan air dingin,,,,jd salah ya penanganan saya terhadap anak yg mengalami step donk….untung ada infonya thanks ya…

  76. abdul rohim berkata

    ijin berbagi ya……bermanfaat sekali catatannya, terima kasih.

  77. rudi berkata

    mohon penjelasaan mengenai kejang2 pada bayi.usia _+ 9 bulan.kejang2 dalam kondisi suhu tubuh normal sekitar 36 s/d 37

  78. Evikania berkata

    thank a lot..sangat bermanfaat. . .

  79. Dami berkata

    Sangat bermanfaat buat orang tua,,,kebetulan sekarang keponakan aku lagi sakit demam kejang jadi tau solusinya…mksh banget….(MINTA IJIN AKU COPY ARTIKEL INI YA BUAT PASANG DI BLOG AKU…KRN SANGAT PENTING. MKSH)

  80. Syamsudin berkata

    Kemarin anak sy bru pulang dr RS
    karena sakit muntaber opname 4 hri.hari ini anak sy mengalami kejang2 .dulu waktu umur 6 blan ia pernah kejang2 trus sy bw ke Rs juga opname 3 hri trus pulang belum ada 1 bulan di rumah anak sy kejang lagi trus sy bw lagi ke RS opname 3 hri sepulang itu anak sy gk kejang2 lg.kejang2 nya lagi ya tadi pagi.
    Tgl 14 februari 2011 kemarin habis imunisasi campak,apa gara2 habis imunisasi campak anak sy muntaber trus jd nya kejang2 .anak sy usia 10 bulan bratnya cma 6,6 kg.waktu kejang2 dulu juga habis imunisasi padahal habis imunisasi selalu sy beri obat.apa penyebab kejang2 anak sy kambuh lagi?
    Terima kasih sy tgu jwbnya

  81. dewi mustikawati berkata

    assalamualaikum.
    terima kasih infonya.
    adek saya sekarang berusia 1 tahun, kemarin sempat kejang tanpa demam. sebelum2nya dia juga sering kejang tanpa demam dan kejangnya itu datang ketika dia menangis. apakah itu epilepsi? dan bisa sembuh tidak?

  82. Ahmad berkata

    Trimakasi infonya

  83. SUKARDI ADAM berkata

    assalamualaikum,..
    anak saya sering mengalami kejang beberapa kali tanpa disertai demam,dan pada saat dia tidur.kejang pertama kali dia alami pada usia 3 bln,dan sampai saat ini pun sering mengalaminya.kadangkala dlm sehari,kejang bisa sampai 3x dan dlm waktu 1 menit.dan setelah kejang badannya sangat lemas.apakah itu salah satu ciri2 anak yg berpotensi besar mengidap penyakit epilepsi?dan apakah anak saya bisa sembuh secara total?
    balas…..

  84. dewi setyawati berkata

    bayi saya umur 6 bulan batuk pilek sama panas habis minum obat dr bidan belum lewat sepuluh menit tiba tiba kejang trus mulutnya sedikit mengeluarkan busa.apakah itu jg merupakan kejang demam atau karena keracunan obat y?trims

  85. norimayu berkata

    obat antikejang yg
    utk dimasukkan anus tu bisa diminta d dokter sp.A g’ y? coz anak temenQ agak lumayan sering kejang n d dokter anak yg dulu selalu dkasih obat antikejang utk pertolongan pertama buat simpenan.. tp setelah pindah kota, dokter anak d kota yg baru tdk memperkenankan utk meminta obat antikejang itu.. pdhl itu sangat urgent sekali utk sewaktu2 klo kambuh, sdgkan utk dbwa k rs kan tentunya butuh waktu lebih lama drpd penanganan lgsg d tkp.. mohon petunjuknya.. trim’s..

  86. evi berkata

    sudah 1 minggu ini anankku bayi umur 4 bl kejang tanpa demam dengan disertai keringat dingin sudah dibawa kedokter namun tidak ada tanggapan sampai saat ini memang saya belum membawanya ke rumah sakit bisakah anak saya sembuh ? terima kasih

  87. bunda azzam berkata

    thanks alot.. infony sngt b’guna skali..

  88. mama raziq berkata

    Assalamn’alaikum wr.wb.
    anak saya usia 7 bulan. dalam satu bulan terakhir ini dia sering sekali mengangkat kaki hingga sejajar perut sambil tiduran dan dia keras2in otot2, terkadang sambil mendehem keras dan keringatan. apa ini juga d sebut kejang? hal ini biasa terjadi kalo dia mengalami sembelit. kalo memang ini kejang, apakah berbahaya? dan bagaimana cara menanganinya?
    mohon bantuannya…

  89. heymans kurniasari berkata

    senang sekali dapat info ini,ijin share ya buat keluarga,teman,dan kenalan saya…
    saya jg jadi JELAS ttg step,soalnya slama ini saya awam, dan hanya tahu dari orang2 lain yg ternyataaaaa SALAH.
    saya concern betul soalnya suami kecilnya sangat sering step,makanya tiap anak saya panas dikit aja saya langsung PARNO..
    sekali lagi terima kasih,semoga kebaikan ananda mendapat balasan dr ALLAH..amin

  90. aisya berkata

    a

  91. aisya berkata

    terimakasih infonya

  92. Anak saya umur 13 bulan, mengalami kejang yg ke dua kalinya (< 5 menit) setelah sebelumnya di umur 7 bulan (< 2 menit ) pernah mengalaminya juga dikarenakan demam.

    Apakah kejadian diatas akan menimbulkan efek negatif di kemudian hari ?
    Apakah anak saya harus melakukan scan otak ?
    Hal2 apa saja yang harus kita lakukan agar kejadian2 diatas (kejang) itu tidak terulang lagi ?

    Terimakasih atas informasi yang di berikan, bermanfaat sekali untuk kami.
    Mau ijin Copi artikel ini yah..

    Mohon pencerahannya, atas perhatiannya terimakasih.

  93. agusty berkata

    ass,,,,anak laki2 saya ada 2,smua pernah mnglami kejang pd wktu panas tinggi skitar 39′c,kakaknya umur 6 thn sdh mngalami 4x,yg adiknya umur 5 thn mngalami 2x,knapa k dua anak saya mngalami kejang yang d turunkan dari suami sayad 6 thn knapa anak sy yg sdh umur 6 thn msh mngalami kejang?anak sy rata2 mngalami kejang hny2 sbentar sj kr 2-3 mnit..dan apa sy hrs mnt dokter untuk mlakukan EEG,apa ada efek untuk anak sy bila melakukan test eeg dan bila tidak melakukan test bagaimana jg efekny….mksh wass,,,

  94. joko berkata

    mantap nih buat pasangan muda yang sedang berproses untuk punya momongan, biar tetap tenang ketika anak sakit

  95. fajar berkata

    Terima kasih atas infonya…Anak saya usia 4 bulan sudah mengalami kejang tanpa demam sebanyak 6 kali dimulai sejak usia 4 mggu dengan frekwensi max 1 kali sehari terakhir tgl 24 agustus,apa itu dkatakan sering?trs saya bwa ke DSA tp beliau blm bisa memastikan penyebabnya disuruh EEG tp trs dikasih obat anti kejang (depa….)?apa perlu saya minumkan lha wong penyebabnya saja blm tahu,melihat efek sampingnya membuat gelisah saya,mohon infonya….Waassl……Salam dr Jhuang sekeluarga

  96. syahruni berkata

    ass… anak saya usianya 16 bln. sejaka umur 2 hari sdh dirawat dRS karena step, Alhamdulillah sekarang tdk pernah kejang lg, cuma sampai sekarang dia belum bisa ngangkat leher, kaki dan tangannya kaku dan kadang sering seperti orang kaget, apalgi kalau mendengar suara keras dia langsung kaget dan menangis,,,saya ingin bertanya apakah ada obat yang bisa membantu untuk kesembuhan anak saya ini? dan apakah anak saya ada kecendrungan kena epilepsi, dan bagai mana solusinya? mohon bantuannya!

  97. rika berkata

    Anak saya tahun lalu kejang, atpi tidak sampai matanya ke atas, sampai akhirnya saya bawan ke rumah sakit dan harus diopname, trus bulan agustus kmrn anak saya kejang lagi dan lebih parah dari tahun kemarin, saya bw ke rumah sakir karena ternyata ada amoeba positifnya/disentri juga, sekarang saya sangat khawatir dan parno kalo anak saya demam lagi, bagaimana agar tidak terjadi kejang lagi dan mudah mudahan jangan samapi terjadi lagi, karena saya sangat khawtatir dan sangat panik mengatasinya…please advise..

  98. almexz berkata

    Terimakasih Informasinya..krn sangat membantu dan sebagai bekal untuk membantu sesama .. trimaksih

  99. anas berkata

    fyi

  100. Lienri berkata

    Saya suku artikelnya
    Anak saya kejang 1 bln yg lalu pas umurnya
    1thn 1bln.
    Kejang yg pertama agak lama sekitar 5 menitan, setelah sadar lsg saya bw kw klinik terdekat. Pas diukur suhunya 37,7 menurut dokter belum terlalu tinggi panasnya, tp kok ud bisa kejang? Setelah kejangnya ilang anak saya lsg tertidur, menurut dokter dia kecapean. Akhirnya dikasih resep obat anti kejang yg dimasukin melalui dubur.
    Setelah sadar kami Plg. Dokter jg ada buka resep obat penurun panas.
    Setelah 4 jam belum sempat say kasih obat panasnya anak saya kejang lg tp yg ke 2x durasinya tdk lama karena lsg saya kasih obat kejang yg masuk dr dubur.
    Setelah sadar lsg saya bw ke rs terdekat dan malam itu anak saya dianjurkan dok jaga di UGD untuk opname saja tkt kembali kejang lg.
    Setelah opname 2mlm anak say diperbolehkan plg krn setelah dicek darah 2x dan hasilnya bagus.
    2 mgg setelah keluar dari rs anak saya panas lg mencapai 38,2 dan saya kompres terus dengan air hangat seperti yg dianjurkan dokter dan sukurlah anak saya tidak kejang saat itu.
    Yg mau saya tanyakan adalah apakah anak saya akan kejang lg, krn saat panasnya mencapai 38,2 say bw ke klinik terdekat n menurut perkiraan dokternya kejang yg lalu itu cuma permanen.
    Dan apakah anak saya perlu melakukan c-scan?

    Trim’s

  101. Tini A berkata

    Hanya sekedar sharing : Anak saya mengalami epilepsi. menurut docter low level dan sudah hampir 4 tahun minum depakene. bermula dari kejang waktu berusia 1 thn dan terjadi bbrp kali. ambang kejangnya 38C dan kalau kecapaian juga kejang. selama minum obat dia nggak pernah kejang lagi, tapi belum bisa dilepaskan obatnya karena menurut EEg terakhir belum memungkinkan. Memang anak saya menderita Hypoglikemi ( bbrp kali masuk UGD – tapi sampai di UGD hanya diberikan teh manis dan he will be ok) saya sedang mencoba pengobatan alternative… mudah mudahan ini berhasil. Saya percaya bahwa semua penyakit ada obatnya, tergantung ihtiar kita.

  102. nur innayati berkata

    Anak sy mengalami hidrosefali dengan kondisi lahir koma selama 10 hari disertai kejang, setiap bulan selalu kejang dan itu sangat mengkawatirkan aku serta suamiku,pd umur 1 bulan tiba2 kepala anakku menyusut dan badan anakku kaku seperti kayu krn sy membawa ke specialis syarat bayi dan mengikuti saran dokter perkembangan kepala anak sy sdh mulai normal kembali cm saat ini anakku sdh 1 tahun tp kepala msh blm kuat ama kaki alhamdullilah udh mulai bergerak,apakah anakku bisa hidup normal seperti berjalan atau tidak,tolong berikan coment kemana aku hrs bawa anakku berobat agar bisa seperti anak lainnya

  103. nana berkata

    Anak saya berumur 4,9 tahun, sudah kejang deman 4 kali mulai dari usia 1 th.Apakah anak yg terkena kejang disertai demam pasti tidak bisa berprestasi?atas jawabanya terima kasih

  104. sahudi berkata

    makasi atas informasinya…..oia obat atau vitamin yang cocok untuk anak yang mengalami kejang kejang apa ya dok?

  105. tati berkata

    sy punya anak dr lahir sudah ada kejang, pas umur 40 hr anak sy henti napas sekitar15 mnt dan HB nya ngedrop. ternyata hsl ct scan anak sy mengalami pendarahan diotak kirinya. setelah operasi anak sy msh kejang terus. minta infonya dong sy hrs berobat kemana ya,untuk menyembuhkan anak sy.

  106. hida berkata

    coment2nya seru… jd ga ngerasa sendirian &tambah wawasan… anak saya aiesha umur 23bln sdh 3kali kejang & 3kali opnam.. padahal waktu dalam kandungan sehat.. lahir jg normal & anaknya aktif… tpi stiap panas tinggi 38c biasanya kejang (mudah2an tdk terulang lagi) kejang yg terakhir 1bln yg lalu dlm 1hari sdh diberi obat turun panas 6kali tapi panasnya tak kunjung turun shg tjd kejang & hrs dirawat di rs dg diagnosa gejala tipes.

  107. Utomo berkata

    Dok….saya punya anak laki2,knapa setiap panas kok melebihi 37′c,,,stiap/menjelang subuh si anak kejang beserta panas tinggi,,,,apakah ada obat herbal yg bisa menurunkan panas..terimakasih

  108. rahmat berkata

    trimakasih atas info yang sangat bermanfaat bagi siapa saja,.kebetulan ini terjadi pada anak saya step sudah 2 kali yang pertama 7 agustus 2011 umur 15 bulan ,kejang kedua 7 januari 2011,saya penjelasan apakah berbahaya,.dan untuk kedepannya bagaimana tipsnya?

  109. Helena_tzefan berkata

    Makasih untuk artikel dan sharing dari para bunda. Minta resep biasanya obat utk antikejang yg biasa utk anak 7 bln apa yah. Untuk jaga2 dirumah. Kasih

  110. Chandra berkata

    Terimakasih, informasinya sangat bermanfaat
    Anak saya 4th, waktu umur 2th dan 3th sempat kejang demam, serangan pertama disuhu 39 dan kedua di 38,5
    langsung saya bawa ke RS dan diberi obat anti kejang yg dimasukkan ke anus.
    Baru2 ini dia panas tinggi 39, saya beri sendiri penurun panas & anti kejang yg lewat anus (dulu dibawakan untuk jaga2 oleh dokter)
    Pertanyaan saya, apakah ada efek dari obat tsb? baik jangka pendek maupun jangka panjangnya?

    Terimakasih.

  111. bunda abiel berkata

    tank’s tas semua infonya.. ini sangat berguna sekali buat aku…

  112. Marliana berkata

    mau sharing dan sekaligus bertanya. Jagoan kecil saya, Rayya, punya riwayat step. Step pertama dialami Rayya ketika berusia 7 bulan, ketika itu kami baru saja pulang mudik, mungkin karena kecapekan di jalan, Rayya demam tinggi dan seketika itu pula kejang. Dari serangan pertama Rayya langsung di opname. Pada saat itu saya baru terinformasi bahwa suami saya pun memiliki riwayat kejang bahkan hingga usia suami saya mencapai 7 tahun. Itu pun setelah dokter keluarga saya bertanya apakah ada riwayat di keluarga.
    Hingga sekarang Rayya berusia 2 tahun 4 bulan, Rayya sudah 3 kali kejang, padahal penanganan pertama demam sudah saya lakukan setiap kali Rayya demam ( minum penurun panas per 4 jam dan dikompres).
    Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah faktor genetika itu sedemikian kuatnya hingga Rayya berpotensi kejang setiap kali Rayya demam. Karena hal tersebut betul2 menjadikan saya paranoid setiap kali Rayya terserang demam. Lalu, apakah ada efek terhadap perkembangan otak dari Rayya. Hal2 tersebut sudah saya konsultasikan dengan dokter keluarga kami, tapi tetap sejauh ini saya masih belum tenang.
    Terima kasih sebelumnya.

    - Manda Rayya dan Malika -

  113. rinrin mulyati berkata

    Bunda ais

    anak saya usia 1,4 bulan dia sdh mengalami kejang 2 kali pertama bulan desember 2011 dan yg kedua bulan maret 2012, yg pertama itu panasnya tdk terlalu tinggi hanya 37 dan kejangnya cukup lama bahkan sempat tdk sadarkan diri sampai akhirnya dirawat di rs selama 3 hari, dan yg kedua memang panasnya cukup tinggi kejangnya sekitar 1 menitan, yg saya mau tanyakan biasanya kalau kejang atau step biasanya mulutnya mengatup ya, tp kalau nak sy kejang nya mulutnya menganga jenis kejang apa ya? apakah itu membahayakan?tp sy sdh coba periksa eeg alhamdulilah hasilnya baik-2 saja hanya sy masih merasa khawatir takut terjadi kejang lg,bagaimana mengatasinya ya…terima kasih.

  114. Zena berkata

    Anak saya pnya riwayat kjang dr umur 2 bln,skrng umur anak saya 17bln.kepala anak saya cenderung kecil,akhr2 ini badan anak saya seing bereaksi kaget dan matamya melotot pdahal anak saya tdak sdang dmam..apa yg hrus saya lakukan agar anak saya tdak bereaksi seperti itu.mohon jawaban nya dok

  115. Zena berkata

    Mohon balasanya

  116. vitri mukti berkata

    makasih informasinya .izin share ya… thx

  117. kris berkata

    ijin share di blog aku ya…
    sangat bermanfaat buat ak …krna anaku lagi dirawat u/ ke2x nya …krna gejala itu

    trim’s
    kris

  118. novianti berkata

    anak sy udh 4x kejang, yg pertama usia 1th. Yg kedua usia 2 th. Yg ketiga usia bulan februari llu yg keempat pas thun ke3 nya tgl 17 mei llu. Dlm thun ke tiga ini jarak kejang relatif dekat, sy khwtir, stlh tes widal terdeteksi typus ringan, ttp aj sy msh kwtir. Kta dokter anak sy sensitif trhdp pnas mkx klu sdh bdanx pnas bs sj dia step lg, gmn caranya agar 3 thn kedepan step/kejangx tdk kambuh lg? Perawatan/penceghan sperti Apa yg hrus sy lakukan trhdp anak sy? Mhon solusinya, thank’s,,,

  119. eko prayitno berkata

    anak saya umur 7bl, pertama kejang umur 3bl. sekarang masih sering kejang2 kadang 5x dlm 24 jam mulut dan tangan membiru, kadang disertai gerakan badan, lamanya kejang sekitar 30-50 detik, obat dari dokter masih terus di berikan. riwayat epilep keluarga tidak ada, terkena apakah anak saya, dan pengobatan yang seperti apa. trims.

  120. idjayaindonesia berkata

    terima kasih ya,,,,ini sangat membantu sodara saya,,,

  121. Fran berkata

    Have you ever considered about including a little bit more than just your articles?

    I mean, what you say is valuable and all.
    But imagine if you added some great images or videos to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with pics and
    video clips, this site could undeniably be one of
    the very best in its field. Fantastic blog!

    Fran

  122. novita berkata

    thanks,atas panduan nya,saya sangat awam dengan ini semua,tapi setelah saya membaca artikel ini,saa lebih tau dan insyaallah bisa mnjadi kan panduan di saat ank sedang sakit.

  123. tikha supriyani berkata

    Assalammu’alaikum…
    Saya punya anak laki2 usia 4 bln bernama daffa. Daffa mengalami kejang tanpa demam pertama pada tgl 12 april 2013, hari jumat malam jam 22.00 wib selama +- 2menit,lalu kejang tanpa demam untuk kedua kalinya 3 jam kemudian dgn intensitas waktu kira2 sama 2 menit,lalu kejang tanpa demam ke 3 teradi pada hari sabtu tgl 13 april 2013 selama 2-3 menit.terakhir anak saya kejang tanpa demam pada tgl 15 april 2013.setelah kejang ketiga kalinya saya bawa daffa ke dktr spa. Dokter lalu memberi obat Depakene syrup dan stesolid. Dokter spa tsb jg menyarankan saya agar daffa di rawat inap utk ambil darah dan cairan otak (lewat tulang blkng) untk di observasi.
    Yg menjadi pertanyaan saya:
    1. Dlm waktu 3-4 hari sudah mengalami 4X kejang apa sudah di bilang sering? Dan apakah akan mempengaruhi tumbuh kembang daffa di kemudian hari?
    2. Obat depakene setau saya obat utk epilepsi,sedangkan daffa belum positif menderita epilepsi,apa blh terus di minum,apalg utk jangka waktu lama?
    3. Apakah boleh dlm usia 4 bln di ambil cairan otaknya melalui tulang belakang.
    Sebelumnya saya ucapkan atas artikelnya yg sangat bermanfaat,dan saya akan lebih berterima kasih jika anda menjawab pertanyaan2 saya.

    Wassalam

  124. luiz maulana berkata

    saya dari bayi tidak pernah kejang kejang ,,tapi baru kenanya pada umur 12 thun dan masih sering kejang kejang pada 16 thn umur saya Dok sampai sekarang .saya ingin saran langsung dari Dok ter nya bagai mana cara pengobatan nya,dan jenis kejang apakah yang saya alami saat ini….mohon petunjuk nya Dok

  125. Kejang juga bisa dicegah Insyaallah.

  126. pio berkata

    Tq infonya..anak saya yg kedua cewek 10 bln..kemaren step krna dikagetin sama kakaknya pas dia nya lg tdur..kakaknya yang 4 th 9 bln berteriak s3kuat2nya buat bangunin adiknya..tubuhnya lsg kaku..mata terbelalak ke atas..dipanggil diam aja..tp alhmdlh ga trlalu lama..trus di kasih mimik susu bundanya..dia baik lagi..nah yang alhamdulillahnya si adik yg kemarrn berdiri masih pegangan ke dinding..besoknya bisa lsg berdiri tnpa pegangan..
    Yg pengen saya tanyain..apakah memang karena kaget oleh teriakan kakaknya ai adik step mbak??
    Trmksih jawabannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.270 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: