Kautsar

إن كنت لا تعلم فتلك مصيبة وإن كنت تعلم فالمصيبة أعظم

  • Bookmark & Enjoy

    Bookmark and Share
  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya

  • Follow Kautsar on WordPress.com
  • Al Qur’an Kalamullah

  • Waktu Shalat Hari Ini

  • Radio Online

  • Kautsar’s Blog On Facebook

  • Y!M Status

    : admin1 : admin2
  • Follow | Kautsar On Twitter

  • Didukung Oleh :

  • Anda pendatang ke...

    • 2,031,073 kali
  • HTML hit counter - Quick-counter.net
  • 100 Blog Indonesia Terbaik
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Local Business Directory - BTS Local
  • TopOfBlogs
  • Personal Blogs - Blog Rankings
  • Blog directory
  • Blogger SMA Terbaik Indonesia
  • Top 10
  • Bloggerian Top Hits
  • Submit Blog
  • DigNow.net
  • Statistik

  • Kautsarku.wordpress.com website reputation
  • Taklim

    Tegar Di Atas Sunnah Dimasa Fitnah 02 Mp3

Sunnah Yang Terlupakan : Bolehnya Shalat Memakai Sandal

Posted by Kautsar pada 20 April 2010

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menghidupkan sunnah yang baik di dalam Islam, maka dia mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya (dalam Al Fatawa XXII/121) tentang shalat dengan mengenakan sandal dan yang sejenisnya?

Beliau rahimahullah menjawab:

Adapun shalat dengan menggunakan sandal dan sejenisnya seperti: klompen, sandal dan alas kaki yang lain, maka tidak dimakruhkan, bahkan perbuatan itu mustahab (disunnahkan), sebab apa yang tsabit dalam Ash Shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau pernah shalat dengan mengenakan kedua sandalnya [1]. Dan dalam As Sunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi shalat tanpa mengenakan sandal-sandalnya mereka, maka selisihilah mereka.” [2]

Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk mengenakan sandal sebagai bentuk penyelisihan terhadap orang Yahudi.

Jika kesucian sandal itu telah diketahui, maka tidak makruh shalat dengan memakainya menurut kesepakatan kaum muslimin. Adapun jika diyakini kenajisan sandal itu, maka tidak boleh shalat dengan mengenakannya sampai sandal itu suci.

Akan tetapi yang shahih, apabila seseorang menggosok-gosokkan sandalnya dengan tanag, maka dengan itu telah suci sandalnya.

Sebagaimana telah terdapat keterangan dari As Sunnah dan sama saja baik najis tersebut berupa kotoran/tinja atau bukan.

Karena sesungguhnya bagian bawah sandal adalah tempat bertemunya najis secara berulang-ulang. Maka bagian bawah sandal itu seperti kedudukan dua jalan (dubur dan qubul). Dan telah shahih hadits tentang menghilangkan najis dari jalan itu dengan menggunakan batu, dalam sunnah mutawatirrah. Maka demikian pula halnya dengan bagian bawah sandal ini. [3]

Sumber: Mutiara Fatwa dari Lautan Ilmu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah oleh Abdullah bin Yusuf Al ‘Ajlan (penerjemah: ‘Aisyah Muhammad Bashori) penerbit: Cahaya Tauhid Press, hal. 120-121.

_____________________
[1] HR. Bukhari (I/494 fath no. 386) (X/308 no. 5850), Muslim 555, Tirmidzi 400, Nasai 775, Ahmad III/100-166-189.

[2] HR. Abu Dawud 652. Lihat Shahih Abu Dawud I/128.

[3] Lihat Ighatsatul Lahfan I/169 dan perkataan Ahmad Syakir rahimahullah dalam Sunan At Tirmidzi II/250. Dan Syar’iyyatu Ash Shalah fi An Ni’aal karya Syaikh Muqbil Al Wadi’iy rahimahullah.

Sumber artikel : al akh Fadhli Ihsan

5 Tanggapan to “Sunnah Yang Terlupakan : Bolehnya Shalat Memakai Sandal”

  1. Menarik sekali postingnya, semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Analisa usaha cuci sepeda motor”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.

  2. andi said

    insya Allah jika dipahamkan dengan hikmah dan pengajaran yang baik, jamaah akan mulai menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang ditinggalkan

  3. aBU uMAIR aL-bAGANIY said

    Bismillah. Akhi, ana izin copas ya. hidupkan sunnah walaupun berat menjalaninya dengan mengharapkan ridho-Nya dan ‘ittiba’ pada Sunnah Nabi. Jazakumullah khairan katsiro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: